Pemuas Hasrat Tuan Eric

Pemuas Hasrat Tuan Eric
Bab92


__ADS_3

Pagi itu, mereka menikmati suasana pagi hari yang sangat indah, menatap pemandangan yang membuat mata semakin syahdu. Lalu, setelah lama menikmati matahari terbit kemudian semakin terik, akhirnya Eric mengajak semua orang untuk kembali ke hotel karena mereka harus menyantap sarapan pagi serta menikmati pemandian di kolam renang.


Apalagi di dalam kolam renang sudah terisi berbagai aneka bunga yang sangat cantik bahkan sangat wangi, Eric pun sangat tidak sabar lantaran ia ingin berenang bersama istrinya. Sebab, ia juga sangat penasaran ingin melihat tubuh istrinya apalagi saat mereka berlibur seperti ini Eric pun merasa yakin bahwa Leticia akan berani untuk mempertontonkan tubuhnya yang ramping dan indah.


"Ayo, kita ke hotel," ajak Eric seraya memanggil Fani dan Fano yang masih asik berlari-lari di bibir pantai.


Sementara Leticia pun ikut beranjak dan ia mengekori suaminya berjalan beriringan menuju hotel menuju perparkiran, di sana sudah ada supir yang menunggu mereka karena sebelum menyaksikan sunrise Eric sudah berpesan mereka akan kembali ke hotel untuk menikmati sajian yang telah disiapkan oleh pihak hotel.


Tak berselang lama, hanya dalam 5 menit, mereka sudah berada di lobby Hotel. Semuanya berjalan kembali ke kamar masing-masing, Erikc juga sudah memberikan pesan pada adik ipar kembarnya agar mereka menunggu sarapan dindalam kamar masing-masing. Sedangkan Eric sendiri, ia sudah memerintahkan pihak hotel untuk mengantarkan sarapan tersebut dan membuatnya dengan tampilan floating breakfast yang akan disajikan di atas kolam renang.


Kemudian Eric dan Leticia kembali ke dalam kamar, di sana Leticia tampak bingung hendak melakukan apa, sebab ia mengira bahwa mereka akan melanjutkan liburan langsung ke pantai, padahal nyatanya malah kembali ke hotel.


Sia-sia saja, pagi ini dia sudah mandi pagi agar dirinya bersih dan segar, namun kini Eric sepertinya akan mengajaknya untuk berenang di pagi hari sembari menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh pihak hotel.


Leticia uanya duduk di tepian ranjang, ia bingung hendak melakukan apapun, ia benar-benar bingung mau melakukan sehingga memilih merenung dan melamun saja. Sementara Eric yang masih berdiri, tiba-tiba mengajak Leticia untuk ikut bersamanya.


"Ayo, kita berenang," ajak Eric seraya menatap lekat wajah istrinya.

__ADS_1


Sedangkan Leticia hanya bisa terdiam dan mengangguk dengan patuh. Ia pun kemudian beranjak dan mengikuti pria itu yang sudah berjalan lebih dulu menuju private pool yang ada di dalam kamar.


"Sebenarnya aku sudah mandi tadi pagi dan sepertinya aku tidak bisa ikut berenang bersamamu," kata Leticia sembari menolak ajakan suaminya secara halus karena ia malas untuk membasahi tubuhnya lagi.


Apalagi pagi-pagi begini rasanya air di dalam kolam renang itu akan terasa dingin.


"Tidak apa-apa, berenanglah sembari menikmati sarapan pagimu karena kolam renang ini khusus dibuatkan untukmu dan jangan takut kalau airnya dingin karena memang ada penghangat di dalam kolam ini," sela Eric, matanya pun tak bisa berpaling dari wajah cantik istrinya.


"Wah ... penghangat? Bagaimana mungkin di kolam renang ada penghangat air." Leticia tampak berpikir sembari merenungkan perkataan suaminya, namun ia yakin bahwa perkataan pria itu tidaklah main-main apalagi dia memiliki uang yang cukup untuk memenuhi semua itu.


Eric bergegas keluar membukakan pintu, lalu ia memerintahkan pelayan untuk masuk ke dalam dan memasukkan floating breakfast itu ke dalam kolam renang, sebelumnya Leticia pun sempat mengintip siapa tamu yang tersebut sehingga ia belum berani membuka baju dengan hanya memakai bikini yang sudah tersemat di dalam tubuhnya.


Setelah pelayan itu pergi, barulah Leticia berani untuk membuka bajunya, kemudian satu persatu ia melepaskan baju kasual yang menutupi tubuh moleknya. Kini mata Eric pun terbelalak lebar menyaksikan tubuh Leticia yang begitu sempurna, body ramping dan kulit yang mulus bahkan dadanya terlihat sangat montokk dan sangat seksi.


"Tu–Tuan, apakah aku boleh mengenakan bikini seperti ini?" tanya Leticia dengan terbata-bata, ia merasa tidak enak jika harus mengenakan pakaian yang sangat seksi di depan wajah suaminya.


Namun tekadnya sudah bulat, ia tetap ingin mengenakan bikini itu apalagi kolam renang yang ada di dalam kamar mereka adalah private pool dan hanya mereka berdua yang bisa menikmatinya.

__ADS_1


Eric pun tersenyum dengan tipis, ia lalu mengangguk menyetujui permintaan istrinya, tentunya siapapun yang menyaksikan tubuh molek dan ramping seperti yang ada di hadapannya secara cuma-cuma pasti tidak akan menolak apalagi Eric yang sudah menyandang status sebagai suaminya meskipun hanya sebatas kontrak.


"Terima kasih, Tuan. Aku ingin sekali mengenakan pakaian seperti ini karena sesuai pada tempatnya apalagi hanya kita berdua yang adabdi sini jadi aku tidak perlu merasa malu untuk memperlihatkan tubuhku," seru Leticia panjang lebar.


"Tidak perlu ada yang ditutupi, tubuhmu sangat indah dan menawan, pantas saja jika kau ingin memperlihatkannya pada orang lain kalaupun nanti kita berenang di pantai pakai saja bikini seperti itu. Aku justru menyukainya,"'jawab Eric seraya tersenyum menyeringai.


"Benarkah, apakah aku boleh mengenakan pakaian seperti ini di depan banyak orang? Aku khawatir kamu akan memarahiku jika mengenakan pakaian seperti ini dan disaksikan oleh pria lain," balas Leticia seraya menggaruk-garuk tengkuk yang tidak gatal.


Namun Eric hanya tersenyum tipis menatap wanita itu, ia memang tak bisa memungkiri perkataan Leticia karena sebagian perkataan itu adalah kata yang benar tapi ia juga ingin memamerkan tubuh istrinya yang sangat indah dan patut untuk disaksikan oleh banyak orang.


"Tidak masalah yang terpenting adalah kalau kamu mengenakan pakaian itu saat berada di sampingku bukan saat seorang diri, karena kalau kamu menggunakan pakaian seperti itu sendiri justru akan banyak laki-laki yang menggodamu." Eric serem menatap tajam wajah istrinya.


Lalu, ia pun mengajak Leticia menyeburkan diri ke dalam kolam renang untuk menikmati pwmandian air hangat yang dibalut dengan banyaknya bunga mawar di atas kolam itu.


"Ayo,!Leticia buruan masuk ke dalam dan kita menikmati hangatnya air ini berdua saja," sambar Eric dengan semangat menggebu-gebu.


"I–iya, Tuan," kata Leticia sembari terbata-bata ia merasa canggung memperlihatkan tubuhnya yang indah, sementara Eric dengan semangat untuk berenang berdua saja dengannya, mereka menikmati pemandian di pagi hari dengan suasana yang sangat terik dan menghangatkan.

__ADS_1


__ADS_2