
Di dalam perjalanan, Eric akhirnya mengantarkan Nia sampai ke depan rumah, lalu mereka saling berpamitan satu sama lain. Kemudian, Eric bergegas pulang ke rumah, ia tak sabar ingin menjumpai istrinya dan melihat respon Leticia yang bahagia setelah mendapatkan buket bunga yang besar berisi uang serta adanya buket tambahan darinya.
Bunga yang penuh dengan bunga mawar merah dan putih membuat buket dari Eric terlihat berbeda. Di dalam perjalanan terasa sangat sepi karena sudah larut malam, Eric melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Ia menyusuri jalanan kota yang sangat banyak.
Dalam waktu 20 menit dari rumah Nia ke rumahnya, memang antara kedua rumah itu berjarak cukup jauh sehingga ia harus menempuh perjalanan yang cukup panjang dan kini akhirnya sudah tiba di halaman rumah. Ia memasukkan mobil ke dalam garasi lalu buru-buru keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah.
Karena terdengar suara mobil dari halaman rumah, seorang maid—Dei, dari dalam rumah berlari membukakan pintu untuk menyambut kedatangan tuannya. Dei bergegas membuka pintu rumah karena Leticia sudah tertidur sejak beberapa jam yang lalu.
****
Beberapa jam yang lalu, saat Leticia sudah menerima buket uang, ia menyimpan buket itu di dalam kamar serta dia segera menghempaskan tubuh di atas ranjang, lalu berbaring sejenak sembari menunggu kedatangan suaminya.
Namun karena Eric tak kunjung datang, pada akhirnya Leticia pun tertidur dengan lelap. Padahal ia tidak sabar untuk mengucapkan rasa terima kasih atas kejutan yang sangat istimewa dari suami kontraknya. Namun apa daya, Eric tak kunjung datang dan tak memperlihatkan wajahnya di depan Leticia hingga ia tertidur dengan pulas.
***
Ceklek ...
Suara tarikan handle pintu tetap tak membangunkan Leticia dari tidur pulasnya. Eric masuk dengan langkah kaki yang senyap, hentakan kakinya bahkan tak terdengar karena ia sengaja berjalan dengan sangat pelan agar tidak mengganggu tidur istrinya.
Sebab, tadi Dei memperingatkan dan mengabari kalau Leticia langsung ke kamar setelah mendapatkan buket uang darinya.
Eric pun langsung meletakkan satu buket lagi, bunga yang bersebelahan dengan buket uang yang sengaja disimpan Leticia di sofa kamar. Eric memang meneliti buket itu, sebab ada beberapa tangkai yang menghilang karena ada tersisa bekas bolongan untuk tangkai uang khususnya berada di pinggiran buket.
__ADS_1
Saat melihat istrinya yang polos dari kejauhan tengah tidur sangat pulas, Eric lantas semangat untuk membersihkan diri di kamar mandi. Walaupun sudah larut malam, ia tetap menikmati pemandiannya menggunakan air hangat. Tak heran jika di dalam kamar mandi, Eric memakan waktu hingga 20 menit lamanya.
Tubuh Eric sudah bersih, ia kembali ke kamar dengan menutup bagian bawahnya menggunakan sehelai handuk. Selain itu, setelah dirinya masuk ke dalam kamar, Eric membuka lemari dengan lebar dan mengambil sepasang piyama untuk ia kenakan saat tidur. Namun rasanya, ia tidak ingin untuk mengenakan pakaian itu karena melihat tubuh istrinya yang elok sehingga ingin menjamahnya.
"Kenapa dia cantik sekali!" batin Eric seraya meneliti setiap inci tubuh istrinya.
Mata Eric melotot dengan rasa penasaran. Entah mengapa Eric tak pernah merasa puas meski sudah berkali-kali menyentuh tubuh istrinya. Setelah merasa yakin, Eric malah tak mau mengenakan baju.
Ia menghempaskan baju hingga sehelai handuk yang menutupi area tubuhnya khususnya pada bagian bawah. Kemudian ia pun segera mendekati tubuh istrinya dengan posisi tengah tak mengenakan sehelai benang pun.
Saat itu, Eric tak berpikir panjang, ia langsung mencium kening istrinya dengan lembut dan juga tak berpikiran bahwa wanita itu akan terbangun. Namun nyatanya, hal itu tak sesuai ekspektasi, hal yang tak pernah ua sangka sebelumnya tiba-tiba terjadi.
Saat Eric dengan bangga mengekspos tubuhnya meski ia yakin Leticia tak akan melihat tubuh itu. Ia sibuk mencium kening istrinya dengan lembut, menikmati momen malam yang terasa istimewa. Tapi, tiba-tiba saja, tubuh Leticia tersentak dan bergerak, matanya membelalak lebar, ia terkejut melihat wajah Eric tepat berada di atas wajahnya dengan jarak yang bahkan tidak ada lagi jaraknya.
Ia belum sadar bahwa Eric tak mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya. Namun, Eric yang kepergok karena Leticia tiba-tiba membuka mata, Eric langsung menghempaskan tubuh di bawah selimut agar tubuhnya tidak terlihat naked.
Leticia yang belum tersadar penuh, sampai tidak sadar kalau Eric sengaja bergerak cepat menghempaskan diri untuk menutupi tubuh dengan selimut putih yang berada di atas ranjang.
Untung saja, Eric bergerak cepat menutupi tubuhnya meski dirinya sempat bergetar hebat saat terpergok oleh Leticia.
Eric mengatakan sumpah serapah untuk merutuki kebodohannya.
Sial ... kenapa dia bisa tiba-tiba terbangun, bodoh sekali aku!
__ADS_1
Sementara, Leticia sibuk mengucek-ngucek kedua bola mata, ia ingin menyadarkan secara penuh pandangannya. Alhasil, setelah dia benar-benar tersadar, barulah Leticia menatap Eric yang pura-pura tertidur di samping bahkan seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Leticia menatap setiap tubuh suaminya mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun, nyatanya tidak ada yang terasa aneh bagi Leticia karena Eric hanya tidur biasa saja.
Hanya terlihat pundak Eric, Leticia juga menganggap itu hal biasa, mungkin saja Eric sedang tidak mengenakan baju atasan
"Kenapa kamu terbangun?" tegur pria itu, seraya tetap pura-pura memejamkan mata.
"Maaf tadi aku tiba-tiba terbangun karena mimpi buruk," kata Leticia sembari mengusap wajah dengan satu tangan.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa, Tuan tadi berada di atas wajahku?" tambah Leticia lagi.
"Aku tadi ingin menyapamu saat baru pulang tetapi kamu tiba-tiba terbangun dan membuatku terkejut hingga aku langsung menghempaskan tubuh di atas ranjang," ucap Eric memberikan dalihnya.
"Oh ... aku kira kamu melakukan sesuatu pada diriku, makanya aku merasa aneh apalagi wajahmu tepat berada di atas wajahku," desah Leticia dengan polos tanpa berpikiran buruk pada suaminya.
"Oh ... kalau soal itu, tadi aku ingin menyeka anak rambutmu yang berantakan," balas Eric dengan asal.
"Hem ... begitu ceritanya, oh ... ya, terima kasih atas buket bunganya, eh buket uangnya maksudku, aku sangat bahagia dan berterima kasih. Namun ada 5 tangkai uang diambil oleh Fano karena ia menginginkannya," jelas Leticia dengan jujur.
"Oh ... tidak apa-apa, yang terpenting kamu suka. Satu lagi, di sebelah buket uangmu, aku tambahkan satu buket bunga yang besar untukmu lagi sebagai hadiah tambahan untukmu," lanjut Eric.
"Wah ... serius, Tuan? Kenapa kamu baik sekali hari ini. Tumben ada apa gerangan sampai kamu memberikan dua buket sekaligus?" Leticia menatap lekat wajah suaminya, menyondongkan wajahnya saat tidur dengan posisi menyamping hingga tanpa sadar mengikis jarak antara mereka berdua.
__ADS_1