Pemuas Hasrat Tuan Eric

Pemuas Hasrat Tuan Eric
bab93


__ADS_3

Tak hanya itu, keduanya langsung menyeburkan diri ke dalam air, Leticia semakin terpukau dengan persiapan yang dilakukan oleh suaminya, ia bahkan menikmati bunga mawar yang sangat harum sesekali.


Berkali-kali Leticia mencium rangkaian bunga mawar yang memperindah tampilan kolam tersebut, kemudian tak lupa ia juga menikmati air hangat yang disiapkan oleh pihak hotel di dalam kolam.


"Pagi ini kita berenang berdua saja. Apa kamu sudah terbiasa berenang?" tanya Eric sembari menatap lekat kedua manik indah milik istrinya.


Leticia pun menggelengkan kepala, sebenarnya ia tak pernah belajar berenang, satu-satunya gaya renang yang bisa ia lakukan hanyalah gaya batu.


Namun, entah mengapa Leticia menyukai rendaman di kolam renang tersebut. Ia hanya berenang kecil dan sesekali mencelupkan tubuh ke dalam air.


"Aku tidak bisa, Tuan aku hanya bisa membasuh tubuh saja, sebab sejak dulu sampai sekarang, aku belum bisa berenang," ujar Leticia sembari menyematkan lengkungan tipis di kedua sudut bibir.


"Oh gitu, sini aku bantu untuk mengajarimu berenang," tawar Eric, seraya menatap wajah wanita itu dengan datar, kini ia mulai memiliki kesempatan untuk menyentuh tubuh istrinya secara perlahan-lahan tanpa disadari oleh perempuan itu sendiri.


Tawaran dari Eric pun tak bisa ditolak oleh Leticia, sebab memang ia tak bisa berenang apalagi jika ia bisa mendapatkan ilmu dari pria itu dan bisa berenang tentu saja akan membuatnya bahagia.


"Baiklah, Tuan tolong ajarkan aku," pinta Leticia, dengan wajah memelas.


Lalu, Eric pun dengan senang hati mengangkat tangan, kemudkan ia pun meraih uluran tangan Leticia dan mengajarkan wanita itu berenang secara perlahan-lahan, tanpa sengaja Leticia dipinta untuk bereneng dengan gaya telungkup, sementara satu sisi tangan Eric dengan sigap menyanggah tangan Leticia agar bisa mengajarkannya untuk melaju ke depan.


Tak hanya itu, Eric juga meminta kaki Leticia dikibaskan agar sesuai dengan kibasan seperti ekor ikan agar pria itu agar wanita itu bisa berenang dengan lancar.

__ADS_1


Hal itupun dimanfaatkan oleh Eric, satu tangannya sebagai penyanggah untuk jadi pegangan tangan Leticia, sementara tangan lainnya sengaja pura-pura memegang bokong Leticia sebagai penyangga yang lainnya. Namun ia menikmati sembari mengelus-ngelus bokong itu dengan lembut.


Leticia pun bergerak mengikuti ajaran yang diberikan oleh Eric, awalnya ia kesulitan tetapi semakin lama malah semakin mahir dan semakin bisa untuk berenang. Dia juga meminta agar Eric melepaskan tangannya sehingga dia bisa mencobanya secara mandiri.


Bahkan, Eric pun memberikan arahan agar Leticia menggerakkan tangan secara melebar dan mengibaskannya ke arah dada agar ia bisa melaju mengikuti dorongan kakinya.


Leticia bersorak kegirangan saat ia sudah mulai mahir berenang, walaupun dengan jarak yang pendek ia sudah bisa berenang seperti bebek meski akhirnya terkadang kelelep di dalam air.


"Yeee ... Tuan, aku bisa." Leticia bersorak penuh kegirangan, tiba-tiba ia juga melompat dan menghampiri Eric, tanpa sengaja ia memeluk tubuh suaminya yang gagah tersebut.


Kini, dada mereka saling bersentuhan satu sama lain, suasana itu membuat keduanya semakin kikuk dan kaku dan mereka menjadi salah tingkah.


Eric memang tak menolak pelukan itu, ia membiarkan saja wanita itu bersorak kegirangan di dalam pelukannya sampai-sampai Leticia akhirnya sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang salah, terpaksa dia pun akhirnya melonggarkan pelukan itu, dengan kaku ia melepaskan pelukan yang cukup menghangatkan tubuh mereka berdua.


"Ah ... tidak masalah, kamu bisa meluapkan kesenanganmu padaku." Eric pun tersenyum tipis.


"Iya, maaf aku memang hanya spontan melakukannya," balas Leticia lagi.


"Udahlah, ayo kita berenang lagi, coba saja terus nanti lama-lama kamu akan semakin bisa dan semakin mahir berenang tapi jangan ke area yang dalam khawatir kamu akan tenggelam," kata Eric mengarahkan.


Leticia pun hanya mengangguk, ia kemudian hanya berenang di tepian kolam, yang dalamnya tidak sampai 1 meter, dia terus berusaha mencoba menggerakkan kakinya seperti sirip ikan, Kemudian tangannya pun bergerak mengikuti arah kakinya menuju dada sehingga laju renangnya pun semakin cepat.

__ADS_1


Akhirnya, Eric merasa lelah mengitari kolam renang hingga 5 kali putaran, akhirnya ia mengajak Leticia untuk menyantap sarapan pagi.


Keduanya pun menikmati sarapan pagi dengan berbagai santapan ala eropa, di sana sudah tersaji beberapa makanan roti dilengkapi dengan telur omelette serta sosis panggang, kemudian ada juga full breakfast yang berisi bacon dan telur mata sapi hingga roti.


Mereka menyantap dan menikmati sarapan di dalam kolam renang, bahkan keduanya bersulang dengan jus jeruk yang sudah disiapkan dalam sajian sarapan. Entah mengapa, Leticia merasa senang semua terasa romantis baginya pagi ini.


Setelah 30 menit lebih mereka berada di kolam renang untuk menikmati pemandian air hangat sembari dengan santapan sarapan yang sudah disajikan oleh pihak hotel. Akhirnya mereka pun membersihkan diri masing-masing, Leticia lebih dulu ingin membersihkan di kamar mandi.


Ia minta izin agar dia bisa mandi membersihkan tubuhnya lebih dulu, sementara Eric pun hanya bisa menunggu sembari menikmati semua hal yang ada di area private pool.


"Aku mandi lebih dulu, Tuan!" pinta Leticia.


Kemudian Eric pun hanya mengangguk dan memperbolehkan agar istrinya segera masuk ke dalam kamar mandi, di sana Leticia membasuh tubuhnya dan menikmati pemandiannya dengan air hangat yang mengucur dari atas shower.


Sedangkan Eric tengah sibuk menatap iPadnya, beruntung ia sengaja memindahkan iPad itu khusus di tepian kolam renang tepatnya di tempat peristirahatan yang ada di sana, kemudian ia melihat beberapa berkas yang memang sengaja di simpan di dalam iPad tersebut.


Meskipun tengah berlibur Eric tetap bekerja keras menikmati pekerjaan di sela-sela liburan yang membuat pikirannya semakin jernih. Kini ia juga menunggu sembari istrinya selesai mandi.


Di kamar mandi, Leticia baru saja menyelesaikan pemandiannya, lalu ia berlari ke lemari dan membuka koper untuk mengambil bajunya, kemudian ia kembali lagi ke kamar mandi untuk memakai seluruhnya di dalam sana, sebab ia tak mau Eric menatapnya dengan tajam apalagi melihat tubuhnya secara menyeluruh tanpa mengenakan apapun.


Usai mengenakan pakaian kasual, ia pun bergegas keluar dan mandi dan membersihkan diri.

__ADS_1


"Tuan, silahkan mandi dulu. Bukannya kita mau berkeliling ke pantai lagi?" ucap Leticia, sembari memicingkan mata.


Ia tak sabar untuk mengeksplor area sekitar pantai, apalagi mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya. Tak berselang lama, Eric pun akhirnya beranjak. Ia juga sudah mulai merasa kedinginan.


__ADS_2