
"Kau belum melakukan pemeriksaan ke Dokter? Sekarang aku libur, ayo pergi ke periksa ke Dokter"
Selvia menatap ke arah suaminya. "Emm. Kak, besok saja. Lagian Dokter kandungan libur di hari minggu"
Rega mengerutkan keningnya, bingung. "Libur di hari minggu? Aku baru mendengar itu, lagian kita datang ke rumah sakit besar. Bukan ke klinik"
"Tap-tapi Kak"
"Sudahlah, cepat kau siap-siap. Aku tidak mau sampai calon anakku tidak baik-baik saja karena kau terlambat melakukan pemeriksaan"
Selvia benar-benar tidak bisa mengelak lagi. Entah apa yang bisa dia jadikannya alasan lagi agar tidak jadi pergi ke rumah sakit. Dia hanya bisa pasrah saja, ketika mungkin Rega sudah tidak bisa menunggu lagi untuk melakukan pemeriksaan.
Berada di depan ruang pemeriksaan, menunggu pasien yang sedang di periksa di dalam ruangan Dokter kandungan itu. Selvia sudah mulai mengeluarkan keringat dingin. Dia meremas pakaian yang di pakainya. Bingung harus melakukan apa.
"Nona Selvia"
Ketika seorang asisten Dokter memanggil namanya, seketika Selvia semakin merasa tegang. Rega menggandeng tangannya dan membawanya masuk ke dalam ruangan. Duduk berhadapan dengan Dokter, hanya terhalang meja kerja Dokter saja.
"Jadi sejak kapan anda telat datang bulan?"
"Emm. Bulan lalu"
Dokter mengangguk mengerti, dia berdiri dari duduknya. "Baiklah, ayo kita langsung periksa. Silahkan naik ke atas ranjang pemeriksaan"
Rega membantu istrinya untuk naik ke atas ranjang pemeriksaan. Dan menemani Selvia untuk melakukan pemeriksaan. Dokter juga mulai melakukan pemeriksaannya, mulai dari menegecek tekanan darah Selvia. Lalu melakukan USG untuk melihat, benarkah Selvia sedang mengandung atau tidak.
"Loh kok?"
Selvia memejamkan matanya, siap mendengarkan penjelasan Dokter yang mungkin akan membuat Rega kecewa padanya.
"Ada apa Dok?" Tanya Rega
"Saya bingung kenapa istri anda bisa hamil, jika dia sudah tidak memiliki rahim"
Deg..
__ADS_1
Rega mematung di tempatnya, rasanya dia benar-benar tidak percaya dengan ucapan Dokter barusan. Rega menatap Selvia dengan tajam. Dia merasa di bohongi dengan sangat keterlaluan oleh istrinya itu.
"Jelaskan padaku, Se?!"
Selvia bangun dan terduduk di atas ranjang pemeriksaan. Menatap Rega dengan mata berkaca-kaca. Selvia ingin meraih tangan Rega, namun pria itu langsung menepisnya dengan kasar.
"Maafkan aku Kak"
Rega tidak menjawab apapun, dia berlalu keluar dari ruangan Dokter. Tidak lagi mempedulikan istrinya. Rega masuk ke dalam mobil, mengusap wajah kasar.
Ya Tuhan, aku sudah menyuruh Medina pergi hanya karena istriku hamil. Aku menghargainya sebagai istri. Tapi dia telah melakukan semua ini dengan tidak berperasaan.
Selvia masuk ke dalam mobil Rega, bersyukur karena suaminya tidak sampai meninggalkan dia di rumah sakit. "Kak, aku bisa menjelaskan semuanya"
"Aku akan mengantarmu ke rumah Daddy kamu. Sepertinya kita sudah tidak bisa di lanjutkan lagi"
Selvia kaget mendengar itu, jelas dia tidak akan membiarkan Rega meninggalkannya. Jelas sekali dia melakukan semua ini untuk bisa tetap bersama Rega. Tapi jika akhirnya seperti ini, maka apa yang harus di lakukan oleh Selvia jika suaminya telah membuat keputusan.
"Kak, aku tidak mau mencintai Kakak. Jangan ceraikan aku, Kak"
"Cinta? Kau hanya terobsesi padaku, Se"
Selvia tidak bisa melakukan apapun lagi, dia merasa sangat kacau sekarang. Rega sudah benar-benar kecewa padanya. Selvia tidak bisa membuat apapun lagi saat ini.
Daddy, Mommy dan Kendra cukup terkejut dengan kedatangan Rega dan Selvia yang secara tiba-tiba itu.
"Ada apa ini?" Mommy mulai merasa was-was ketika dia melihat raut wajah Rega yang begitu dingin.
Rega menunjuk Selvia dengan tatapan tajamnya. "Saya ingin menyerahkan putri kalian kembali pada kalian. Saya akan menceraikan dia"
Deg..
Daddy langsung berdiri dari duduknya, dia menatap Rega dengan penuh amarah. "Apa maksudmu? Kau jangan kurang ajar seperti itu. Kau lupa siapa dirimu sebelum kita yang merawat kamu"
"Aku tahu! Aku hanya anak seorang supir, yang nyawanya kalian pertaruhkan demi keselamatan kalian sendiri. Kecelakaan itu terjadi karena rem mobil yang sengaja di buat blong. Ingin tahu siapa yang melakukannya?"
__ADS_1
Rega tersenyum misterius pada setiap anggota keluarga itu. "Daddy, dia sengaja melakukan itu karena Ayah saya mengetahui tentang perselingkuhannya dengan wanita lain. Bahkan wanita itu sampai hamil, dan entah dimana dia sekarang"
Apa yang Rega ucapkan membuat semuanya terkejut, apalagi Mommy. "Dad, apa benar apa yang dikatakan Rega?"
"Ti-tidak Mom, dia hanya asal bicara. Lagian apa kau punya bukti atas apa yang kau ucapkan barusan?"
Rega menyeringai, dia mengambil ponselnya dan menunjukan kamera cctv rumah ini beberapa tahun yang lalu. Dia sudah sangat susah payah menemukan rekaman ini. Terlihat disana Daddy yang sedang mencoba membuat rem mobilnya sendiri rusak. Hanya karena dia tidak mau tentang perselingkuhannya ketahuan. Jadi, dia melakukan itu sebelum dia menyuruh Ayah Rega untuk membeli sesuatu dengan mobil itu. Hingga kecelakaan yang menewaskan Ayah Rega itu terjadi.
"Dad, Mommy benar-benar tidak menyangka dengan semua ini"
"Ken, benar-benar kecewa pada Daddy. Pak Guntur itu sudah mengabdi pada kita selama bertahun-tahun. Kenapa Daddy tega mencelakainya, hanya karena Daddy takut keberengsekan Daddy terungkap"
Selvia terdiam, dia melihat bagaimana keluarganya yang sekarang di ambang kehancuran karena semua bukti yang Rega temukan.
"Jadi, tidak ada alasan apapun lagi untuk aku bertahan dengan putri kalian yang pembohong ini. Dia mengaku hamil anakku, padahal dia sendiri sudah tidak mempunyai rahim dalam tubuhnya"
"Kak..." Selvia menahan tangan Rega yang siap pergi dari sana. "...Aku mencintai Kakak, tolong jangan pergi"
Rega melepaskan tangan Selvia yang menahan lengannya dengan kasar. "Aku tidak sudi lagi hidup bersama wanita bermuka dua sepertimu"
Rega melangkah pergi dari hadapan keluarga yang penuh kemunafikan itu.
"Untuk apa Kakak pergi? Kak Medina juga sudah tidak ada, dia sudah meninggalkan Kakak. Jadi, apa lagi yang akan Kakak lakukan sekarang?"
Rega menghentikan langkahnya, dia menoleh dan menatap Selvia dengan tatapan tajam. "Jadi kau tahu tentang semuanya?"
"Ya, aku tahu tentang hubungan Kakak dan Kak Medina. Kakak yang sering pergi keluar kamar kita setiap malam dan kembali menjelang pagi. Kakak fikir, aku tidak tahu Kakak kemana saat itu. Jelas menemui selingkuhan Kakak itu, Medina"
"Kau!" Rega benar-benar tidak percaya di balik wajah polos Selvia, ternyata gadis itu benar-benar pandai berakting dan membohongi semua orang.
"Jadi, sekarang Kakak akan pergi pada siapa?"
"Aku akan mencari Medina sampai ketemu, aku akan menikahinya dan membuatnya bahagia. Setidaknya dia bukan wanita munafik yang penuh kebohongan sepertimu!"
Rega pergi dari sana dengan perasaan yang penuh dengan kekecewaan. Sementara di ruang tengah rumah ini, keluarga ini sedang benar-benar di landa banyak masalah.
__ADS_1
"Jadi, Medina adalah pacarnya Rega?" Kendra bergumam pelan dengan kenyataan yang baru saja dia dengar.
Bersambung