Pemuas Nafsu Sang Mantan

Pemuas Nafsu Sang Mantan
Bab 62 #Keributan Yang Dibuat Selvia#


__ADS_3

Rega san Medina sedikit bingung ketika melihat Kendra yang datang ke pelaminan dengan tergesa-gesa. "Gawat Ga, barusan Mommy menelepon aku dan mengatakan jika Selvia kabur dari rumah. Aku takut jika dia akan datang kesini. Kau tahu sendiri jika Selvia begitu terobsesi padamu"


Mendengar itu Rega dan Medina tentu saja langsung terkejut. Rega langsung membawa istrinya turun dari pelaminan. Dia takut jika Selvia akan datang kesini dan berniat mencelakai Medina. Namun baru saja beberapa langkah mereka berjalan menjauh dari pelainan, tiba-tiba seseorang menarik tangan Medina dengan kencang hingga Medina hampir saja terjengkang. Beruntung karena Rega menahan pinggang istrunya.


"Apa yang kau lakukan sialan!"


Rega benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi ketika dia melihat siapa orang yang telah hampir mencelakai istrinya itu.


"Aku tidak akan pernah rela kalian hidup bahagia diatas penderitaanku. Kau!" Menunjuk Medina dengan tatapan penuh amarah. "...Bisa-bisanya kau menjai simpanan suamiku sejak lama. Hingga kami bercerai. Semuanya karenamu!"


Medina terdiam melihat sekelilingnya yang langsung menatap ke arah mereka. Sungguh Medina sangat malu sekali saat semua orang mungkin akan mengetahui tentang dirinya yang pernah menjadi simpanan Rega selama ini. Bahkan sampai mengandung anaknya saat ini.


"Se, ayo pulang! Jangan membuat keributan disini" Kendra segera menarik tangan Selvia untuk pergi menjauh dari keramaian.


"Gila, dia bahkan bisa menemukan baju pelayan dari mana hanya untuk bisa masuk ke acara ini" Alvaro sampai geleng-geleng kepala dengan rasa tidak percaya  jika ada wanita seperti Selvia.


Aiden mengangguk, dia langsung menatap tajam pada para wartawan saat ada kilatan kamera tertuju pada Medina dan Rega.


"Apa yang kalian lakukan Hah?! Cepat hapus gambar yang baru saja kalian ambil. Jangan sampai ada yang berani menyebarkan berita tentang kejadian barusan. Jika sampai aku mengetahui ada yng berani menyebarkan berita itu. Maka aku akan hancurkan pekerjaan kalian dan perusahaan gosiptempat kalian bekerja!"


Jelas itu bukan sebuah ancaman saja, melihat tatapan dingin dari Aiden saja sudah membuat mereka takut. Jadi, semua wartawan itu langsung melakukan apa yang baru saja dibicarakan oleh Aiden barusan.


Rega segera membawa istrinya masuk ke dalam kamarnya. Jelas sekali Medina begitu terkejut dengan kejadian barusan. Rega meraih tangan Medina dan mengenggamnya dengar lembut. Rega mengecup punggung tangan Medina yang berada di dalam genggamannya.


"Sayang, tidak ada yangsakit 'kan? Kalau ada yang sakit, cepat beri tahu aku"


Medina masih terdiam dengan pikirannya yang masih mencerna kejadian yang baru saja terjadi. Hingga Medina erasakan perutnya yang mengencang dan sedikit terasa sakit. Medina mengelus pelan perutnya, dengan sedikit meringis.Hal itu  tentu saja membuat Rega panik.

__ADS_1


"Sayang kenapa? Apa yang sakit?"


Medina kembali meringis saat perutnya kembali terasa sakit. "Ahhh.. Perutku sakit"


"Sayang, mana yang sakit? Aku akan memanggil Dokter sekarang"


Rega benar-benar dibuat panik saat ini, membuat dia segera menghubungi Dokter. Medina yang terus meringis sambil mengelus perutnya. Rega naik ke atas tempat tidur dan membantu Medina untuk mengelus perutnya yang terasa kencang.


"Sayang apa yang harus aku lakukan? Dokternya juga kenapa lama sekai"


Medina tidak menjawab, tapi dia malah menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Rega mengecup puncak kepala istrinya dengan lembut. "Sabar ya, Dokter sudah berada di perjalanan"


Rega terus mengelus perut istrinya dengan lembut. Merasakan perut Medina yang masih terasa kencang. Hingga beberapa saat kemudian, Dokter datang dan segera memeriksa keadaan Medina.


"Bagaimana keadaan istriku?"


Rega menagngguk, dia akan menjaga Medina dengan baik dan tidak akan membuat istrinya itu kembali sakit seperti ini. Setelah Dokter pergi, Ibu Nia dan Giant langsung melihat keadaan Medina.  Mereka terkejut dan bingung saat ada seorang Dokter yang datang ke rumah Rega yang sedang di adakan acara pernikahan itu.


"Kamu harus bisa mengendalikan diri untuk tidak terlalu memikirkan semuanya. Jelas Ibu hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran. Apalagi jika sampai stres"


Medina megangguk, dia juga tidak merasa jika dirinya terlalu memikirkan sesuatu hal. Namun kejadian tadi di tempat acara pesta benar-benar membuat Medina merasa sangat terkejut.


Rega yang menatap istrinya yang terbaring diatas tempat tidur dengan tangan yang mengepal kuat. Mengingat kejadian tadi benar-benar telah membuat Medina hampir celaka.


"Bu, tolong jaga Medina sebentar, aku harus pergi sebentar"


"Mau kemana Nak?"

__ADS_1


"Hanya ada urusan sebentar"


Rega berlalu dari kamarnya ketika dia melihat istrinya sudah terlelap.


******


Rega melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat ini emosi dan amarahnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Rega tidak bisa membiarkan keselamatan Medina akan terancam suatu saat nanti.


Mobil terparkir di sebuah halaman  rumah yang mewah. Lalu Rega segera masuk ke dalamrumah itu. Melihat satu keluarga yang sedang duduk di ruang tengah. Ketika Rega datang, suasana benar-benar berubah menjadi dingin dan mencekam.


"JIka kalian tidak bisa menjaga putri kesayangan kalian ini. Maka jangan salahkan aku jika aku akan melaporkan kasus ini pada polisi dan membuat putri kesayangan kalian, akan mendapatkan pelajarannya di dalam jeruji besi"


Mendengar perkataan Rega barusan, membuat Selvia langsung beringsut dan berlindung di balik tubuh Mommy.


Sebenarnya Rega bisa saja langsung melaprokan perbuatan Selvia pada polisi. Namun, dia masih menghargai keluarga ini yang  memang pernah menjadi penolong dalam hidupnya saat Rega benar-benar sedang berada dalam kesulitan. Rega masih sedikit memiliki rasa empati pada keluarga ini.


"Aku berjanji akan menjaga Selvia agar dia tidak lagi mengganggu kalian. Kau bisa pegang ucapan ku. Aku janji tidak akan membiarkan kejadian seperti tadi terjadi lagi" Ucap Kendra


"Baiklah, aku pegang janjimu!"


Rega langsung pergi dari sana tanpa sedikit pun menatap atau hanya melirik sedikit saja pada Selvia. Rasa empati Rega pada saat dia masih menganggap Selvia sebagai gadis kecil yang dia anggap seperti adiknya sendiri. Kini telah lenyap seketika, tidak ada lagi rasa empati dalam diri Rega.


"Ingat Se, ini sudah menjadi peringatan terakhir untukmu. Jangan  pernah lagi melakukan hal bodoh seperti tadi. Kau harus menerima kenyataan jika memang Rega tidak pernah mencintaimu dan bukan tadirmu juga"


Selvia hanya terdiam ketika mendengar ucapan dari Kakaknya itu. Selvia juga takut dengan ancaman Rega barusan, jelas pria itu bukan hanya memberikan sebuah ancaman. Tapi emang Rega akan melakukannya jika Selvia masih mengganggu hubungannya dengan Medina.


"Iya Nak, ikhlaskan Rega" Mommy mengelus rambut putrinya dengan lembut. Sebagai seorang Ibu, tentu saja Mommy juga menginginkan putrinya hidup bahagia. Tapi tidak dengan memaksakan kebahagiaan itu sendiri dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2