
Medina sedang duduk santai diatas tempat tidur dengan tangan yang terus mengelus lembut perutnya. Suaminya sedang berada dikamar mandi setelah dia pulang bekerja beberapa waktu lalu. Setelah Medina melepaskan dirinya karena Medina yang sudah merasa puas mencium dan menghirup aroma tubuh Rega yang baru pulang bekerja itu.
Drett..Drett..
Ponsel Rega yang berdering diatas nakas membuat Medina menoleh dan menatap ponsel suaminya yang berkelip hidup dengan getaran yang terdengar dari pnsel itu.
"Siapa yang menelepon?"
Karena penasaran dengan ponsel suaminya yang terus berdering, membuat Medina akhirnya meraih ponsel itu. Dia menatap layar ponsel Rega, dan disana tertera nama Nyonya Sirena. "Siapa Nyonya Sirena ini?"
Dering ponsel berhenti ketika telepon mati, namun beberapa saat kemudian ponselnya kembali berdering dan masih telepon dari nomor yang sama.
Akhirnya Medina memutuskan untuk mengangkat telepon itu. "Ha-hallo?"
"Rega, apa ini dengan Rega.Tolonglah, apa bisa kau datang kesini, Selvia dalam keadaan parah di rumah sakit. Dan dia ingin bertemu denganmu. Tolong Rega, datanglah kesini"
Mendengar suara itu membuat Medina terdiam dengan bungung. Bagaimana dia harus menjawab ucapan orang yang menelepon itu. Akhirnya Medina memilih untuk mematikan saja sambungan telepon itu.
"Sayang, ada apa?" Rega keluar dari ruang ganti dan melihat Medina yang sedanng memegang ponselnya, wajahnya yang terlihat bingung dan panik membuat Rega langsung menghampirinya.
"Sayang.."
Medina mengerjap kaget saat menyadari keberadaan Rega disampingnya. Bahkan panggilan Rega yang tadi benar-benar tidak Medina hiraukan.
Rega duduk di pinggir tempat tidur, dia meraih ponselnya yang berada di tangan istrinya, dia menatap layar ponsel yang masih menyala dan menampilkan tentang panggilan terakhir yang masuk ke ponselnya.
"Sayang, ini?" Rega langsung menatap istrinya dengan mata yang menyipit tajam.
Medina bingung harus melakukan apa saat ini. Dia memilih untuk berkata jujur saja, karena suaminya ini tidak akan suka jika Medina berbohong padanya.
"Sayang, aku tidak sengaja mengangkat telepon itu karena ponselmu yang terus berdering. Tadi Nyonya Sirena bilang jika Selvia sedang berada di rumah sakit dan keadaannya sangat drop. Selvia ingin bertemu denganmu katanya"
Rega langsung menyimpan ponselnya diatas nakas. Jelas dia tidak akan mau menemui wanita yang telah membuatnya berpisah dengan Medina, bahkan gara-gara Selvia juga Medina harus menderita saat dia sedang mengandung anaknya. Rega bena-benar sudah sangat kecewa pada Selvia.
__ADS_1
"Sayang, jangan dengarkan apa kata dia. Karena Selvia bisa melakukan berbagai cara hanya untuk membuatnya bisa mendapatkan apa yang dia inginkan"
Medina tidak menjawab apapun, dia tidak akan bisa membantah suaminya yang sedang kesal itu. Medina tidak akan menjadikan permasalahan ini sebagai pemicu pertengkaran diantara dirinya dan Rega.
"Yasudah, kalau gitu ayo sekarang kita tidur saja"
"Baiklah" Rega mengecup kening istrinya sebelum dia naik ke atas tempat tidur dan ikut berbaring di samping Medina. Memeluknya dengan lembut.
******
"Sayang, hari ini aku akan pulang sedikit terlambat"
Medina mengangguk mengerti, dia tidak akan menjadi istri yang egois hingga masalah pekerjaan saja menjadi sebuah petengkaran.
"Jangan lupa makan, kamu harus lebih menjaga kesehatan kamu ketika kamu banyak pekerjaan seperti ini"
Rega terssenyum, dia mengangguk dan mengecup kening Istrinya yang sedang memasangkan dasi di lehernya itu. "Kamu juga, susunya jangan lupa diminum dan dihabiskan"
Medina mengangguk, meski dia merasa tidak yakin. Karena sampai saat ini Medina masih merasa sedikit mual ketika mencium bau susu. "Aku akan mencobanya"
Rega terdiam saat dia baru saja keluar dari lift dan melihat Kendra yang berdiri didepan ruangannya. Rega melangkah mendekati pria itu, meski dia merasa enggan untuk menemuinya karena Rega sudah tahu apa yang akan dibicarakan Kendra padanya.
"Ada apa?"
Rega membuka pintu ruangannya dan mengajak Kendra untuk berbicara di dalam ruangannya. Duduk di atas sofa yang ada disana.
"Selvia sedang sangat drop Ga, apa kamu bisa menemuinya sebentar saja. Dia terus memanggil namamu, aku berjanji dan tidak akan membuat kamu terlibat lagi dengan dia. Tapi kali ini tolong sekali saja untuk menemui Selvia"
"Aku tidak bisa, aku tidak akan bisa pergi menemui Selvia tanpa pengetahuan Medina"
"Yasudah kau beri tahu Medina"
Bukannya Rega lemah dan tidak ingin menolak permintaan Kendra saat ini. Namun, Rega hanya ingin tahu apa yang akan dibicarakan oleh Selvia padanya. Apa benar dia dalam keadaan sakit yang parah atau semuanya hanya sebuah kebohongan saja.
__ADS_1
Sementara di rumah, Medina terdiam menatap wanita paruh baya di depannya. Seorang tamu yang baru saja datang ke rumah ini. Jelas Medina masih mengingat siapa perempuan di depannya ini.
Medina terkejut saat tiba-tiba tangannya dipegang olehnya. "Saya mohon, tolong izinkan suami kamu untuk menemui Selvia. Biarkan Selvia meminta maaf secara langsung pada dia"'
"Nyo-nyona, jangan seperti ini" Medina merasa tidak enak ketika Nyonya Sirena hampir berlutut di depannya dengan tangisan yang pecah.
"Tolong jangan larang suami kamu untuk bertemu dengan Selvia, dia sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja"
"Iya Tante, aku tidak akan melarang suamiku untuk bertemu dengan Selvia, tapi aku juga tidak akan memaksa suamiku juga jika dia tidak mau menemui Selvia"
******
Malam ini Rega kembali dari kantor, dia tersenyum saat melihat wajah istrinya yang sedang terlelap.Sepertinya Medina sangat kelelahan jadi dia sudah terlelap.Padahal biasanya setiap Rega pulang sedikit larut pun, dia selalu menunggunya pulang.
Rega duduk di pinggir tempat tidur, mengelus kepala istrinya lalu mencium keningnya.
Medina menggeliat pelan saat dia merasakan ciuman dari suaminya itu. Mengerjap pelan sebelum dia membuka kedua matanya. "Sayang, kamu sudah pulang ya. Maaf aku ketiduran"
"Tidak papa, tidur lagi saja" Rega menahan tubuh Medina yang siap untuk bangun.
"Aku mau mandi dulu, kamu tidur lagi saja"
Rega berlalu ke ruang ganti hanya untuk berganti baju dan bersih-bersih. Sebenarnya memang dia sudah mandi di kantor dan tidak perlu mandi lagi sekarangn. Sebenarnya Rega sedang memikirkan tentang bagaimana dia akan mengatakan pada Medina tentang permintaan Kendra tadi pagi di kantor.
Rega keluar dari ruang ganti dan melihat istrinya yang sedang duduk menyandar diatas tempat tidur.
"Sayang kenapa tidak tidur lagi?"
Medina menoleh pada Rega, dia menghela nafas pelan. "Sayang apa kamu tidak mau menemui Selvia sebentar saja?"
Rega terkejut dengan ucapan istrinya itu, dia berjalan mendekat pada Medina dan duduk di pinggir tempat tidur.
"Kenapa kau bertanya begitu?"
__ADS_1
"Tidak papa,aku hanya bertanya saja"
Bersambung