Pemuas Nafsu Sang Mantan

Pemuas Nafsu Sang Mantan
Bab 67 #Akhirnya Bertemu#


__ADS_3

Semua anak panti terlihat sangat senang saat semua barang yang dipesan Rega pada anak buahnya ini. Semuanya kebagian mainan, makanan dan pakaian masing-masing tanpa harus berebut.


Dan Medina benar-benar bahagia melihat anak-anak yang begitu hahagia atas pemberian dari suaminya itu. Semua anak-anak disini senasib dengan dirinya. Tidak mempunyai orang tua dan keluarga, karena keluarga mereka yang sebenarnya adalah disini.


"Sayang, terima kasih ya karena sudah membuat anak-anak bahagia" Medina menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Betapa dia bersyukur mempunyai Rega dalam hidupnya.


"Aku juga bahagia melihat anak-anak yang bahagia"


"Medina, ayo masuk ke dalam Nak. Ada yang ingin Ibu bicarakan dengan kamu"


Medina menoleh pada Ibu Panti, lalu dia mengangguk dan segera masuk ke dalam Panti asuhan itu. Masuk ke dalam ruangan tempat menerima tamu penting. Seperti orang yang mau berdonasi atau mungkin yang ingin mengadopsi anak.


Medina dan Rega duduk brdampingan diatas sofa dengan Ibu Panti yag duduk i hadapan mereka saat ini.


"Jadi Me, apa kamu masih ingin mengetahui tentang orang tua kamu?"


Pertanyaan Ibu Panti  benar-benar membuat Medina bingung, untuk pertama kalinya Ibu Panti menanyakan soal itu pada Medina. "Memangnya kenapa Bu?"


Ibu Panti menghela nafas pelan,lalu dia mengambil sebuah buku.Dimana setiap anak yang dititipkan di Panti Asuhan ini atau yang sengaja di tinggalkan oleh orang tuanya, akan Ibu Panti  catat tanggal kedatangan mereka kesini. Untuk berjaga-jaga jika suatu saat kan ada yang mencari salah satu anak disini membuat, maka Ibu bisa menanyakan tanggal berapa anak itu ditinggalkan disini.


"Disini tertulis tanggal kamu di tinggalkan di panti ini. Dan kemarin ada seorang Ibu yang menanyakan seorang bayi yang dia tinggalkan di tempat ini di tanggal dan tahun ini. Ibu tidak langsung memberi tahu keberadaan kamu karena Ibu menghargai perasaan kamu. Takutnya jika kamu belum siap dengan semua ini"


Medinaterdiam dengan wajah menunduk, air mata tiba-tiba menggenang di pelupuk matanya. "Apa dai adalah Ibu kandung aku?"


"Ibu belum bisa memastikan Nak, tai sepertinya iya"


Medina mendongak, menatap Ibu  Panti dengan senyuman miris. "Jika benar, berarti memang benar jika Ibu aku sndiri yang membuang aku"

__ADS_1


Mendengar suara parau istrinya membuat Rega langsung merangkul bahu istrinya. 'Tenang Sayang, kamu harus tenang"


"Bu, aku ingin bertemu dengannya sekarang. Aku tetap ingin mengetahui siapa Ibu kandungku itu"


"Baiklah,kamu tunggu sebentar.Biar bu hubungi orang yang kemarin datang kesini"


Medina mengangguk dan membiarkan IBu Panti berlalu keluar dari ruangan itu. Medin memeluk suaminya dengan erat. Dia sedang bingung dan takut dan tidak bisa menahan tangisannya. Medina merasa sangat takut saat dia akan bertemu dengan Ibu kandungnya yang selama ini telah meninggalkan diriya di tempat ini.


"Aku tidak tahu apa yng harus aku lakukan saat aku bertemu dengannya"


Rega mengelus kepala istrinya dengan lembut."Tenang Sayang, kamu harus bisa menenangkan diri kamu saat ini.Mungkin Ibu kamu juga mempunyai alasan yang jelas kenapa dia meninggalkan kamu"


Mendengar ucapan suaminya, Medina lebih merasa tenang. Ya, dia memang kecewa pada Ibunya yang telah meninggalkan dirinya di tempat ini. Tapi mungkin saja jika Ibunya meninggalkan dia karena mempunyai alasan yang jelas. Yang membuat dia terpaksa meninggalkan Medina disini.


Satu jam kemudian,seseorang masuk ke alam ruangan ini. Medina mulai tegang, membayangkan sosok Ibu yang akan dia temui hari ini, yang ternyata adalah Ibu kandungnya.


"Medina?"


"Ibu Nia?"


Takdirmacam apa ini? Medina yang tidak sengaja bertemu dengan Ibu Nia di dalam kereta saat dirinya sedang pergi meninggalkan Rega. Medina menganggap Ibu NIa adalah penolong dalam hidupnya ini. Namun, ternyata semuanya memang telah diatur oleh Tuhan.


Ibu Nia berlutut di depan Medina, menangisa dengan terisak dengan wajah yang menunduk. "Maafkan Ibu Nak, Ibu benar-benar terpaksa meninggalkan kamu disini sewaktu bayi. Karena..."


"Karena Ibu hamil dari pria yang sudah menikah, dan pria itu tidak mau bertanggung jawab pada Ibu. Ya,  Medina mengerti kenapa Ibu meninggalkan Medina disini"


Medina jelas ingat jika Ibu Nia pernah menceritakan tentang masa lalunya itu. Medina mengerti posisi Ibu Nia saat itu, karena dirinya juga pernah berada di posisi seperti itu. Bersyukurnya karena pria yang menghamili Medina sangat bertanggung jawab dan mau menikahinya sampai sekarang Medina benar-benar bahagia hidup besamanya.

__ADS_1


"Maafkan Ibu, Nak"


Medina turun dari duduknya diatas sofa, memeluk Ibu Nia dengan tangisan yang pecah. "Medina memaafkan Ibu, karena Medina juga pernah berada di posisi itu. Hampir putus asa ketika tahu Medina hamil dengan pria yang mempunyai istri. Medina tahu kesulitan yang Ibu alami saat itu"


IBu Nia memeluk Medina dengan tangisannya yang benar-benar pecah. Ibu dan anak yang baru mengetahui kenyataan yang ada, saling memeluk dengan tangisan yang pecah.


Pada akhirnya Medina menerima Ibu Nia sebagai Ibunya karena dia juga mengerti bagaimana perasaan dan kesulitan Ibunya saat itu. Bagaimana Medina yang juga mengalami hal yang sama.


"Terima kasih Me, terima kasih karena sudah menerima Ibu dan memaafkan Ibu atas semua kesalahan Ibu dimasa lalu"


"Iya Bu, mulai saat ini kita bisa hidup bersama dengan kasih sayang dalam keluarga ini"


******


Akhirnya takdir Tuhan telah mempertemukan Medina dan Ibu kandungnya dengan caranya sendiri. Dan Medina sangat senang ketika dia bisa bertemu kembali dengan orang tua yang dulu meninggalkannya di panti asuhan.


"Sayang, mungkin memang takdir TUhan yang telah mempertemukan akun dengan Ibu Nia disaat aku mencoba pergi dri kehidupanmu"


Rega mengecup puncak kepala istrinya, dia senang ketika melihat Medina yang bisa menerima kenyataan yang ada. Istrinya ini benar-benar menerima kenyataan dengan lapang.


"Semuanya memang sudah diatur oleh Tuhan, jadi kamu hanya tinggal menerima takdir yang diberikan Tuhan padamu. Dan aku senang karena kamu bisa menerima Ibu Nia sebagai Ibu kandungmu"'


"Iya Sayag, semuanya berkat kamu juga. Kamu yang menyadarkan aku jika menerima kenyataan adalah hal yang lebih indah daripada harus terus meratapi segala penyesalan dan dendam yang tidak akan ada ujungnya"


Rega tersenyum mendengar itu, istrinya ini memang benar-benar berbeda dari kebanyakan orang. Medina bisa menerima semuanya ini. Dia begitu tegar, meski Rega tahu jika di dalamhatinya tetap ada kerapuhan dalam dirinya.


"Aku akan selalu bersamamu apapun yn terjadi. Aku akan menemani kamu melewati semua ini Sayang"

__ADS_1


Medina tersenyum mendengarnya.


Bersambung


__ADS_2