Pemuas Nafsu Sang Mantan

Pemuas Nafsu Sang Mantan
Bab 79 #Menjadi Sebuah Keluarga?!#


__ADS_3

Gurat kesedihan yang jelas terlihat di wajah setiap orang. Suara tangisan yang terdengar dari pihak keluarga. Hilir mudik orang-orang bergantian masuk dan keluar dari rumah mewah ini. Mengucapkan duka cita yang mendalam.


Selvia, telah menyelesaikan hidupnya di dunia ini. Setelah sekian lama dia menjalani banyak pengobatan untuk kesembuhan dirinya. Namun ternyata waktunya hanya sampai disini. Tidak ada yang bisa menghalangi maut dan takdir Tuhan.


Perlahan Medina melangkah menghampiri Mommy yang terus menangis di atas sofa, Medina bisa mengerti bagaimana perasaan seorang Ibu yang kehilangan anaknya. Pasti sangat sakit sekali.


"Maaf Nyonya..." Medina benar-benar ragu dan takut ketika dia duduk di samping Mommy dengan mengelus bahunya. "...Yang sabar ya, tidak ada manusia yang akan hidup abadi di dunia ini"


Jauh dari dugaan, Mommy langsung memeluk Medina dan menangis dalam pelukannya. Tentu saja Medina sangat terkejut dengan ini.  Namun dia tetap berusaha untuk tetap tenang. Medina mengelus punggung Mommy yang bergetar.


"Maafkan semua kesalahan Selvia ya Me, jangan membencinya lagi karena sekarang Selvia sudah tidak ada di dunia ini"


"Saya tidak pernah membenci Selvia, Nyonya. Namun saya pernah marah dengan apa yang dilakukan olehnya, namun saya sudah melupakan semuanya"


Medina tidak pernah menyimpan dendam pada Selvia setelah apa yang dia lakukan pada Medina. Saat ini Medina sudah bisa bersama dengan Rega, jadi sudah tidak perlu lagi membenci seseorang atau menyimpan dendam atas apa yang sudah terjadi dan terlewati.


"Semuanya sudah berlalu dan Medina sudah memaafkan Selvia sejak lama. Apalagi setelah aku tahu jika dia adalah..."


Medina sengaja menghentikan ucapannya karena memang dia tidak bisa menganggap Selvia adiknya, takut jika Mommy tidak setuju dan malah marah mendengar Medina mengakui Selvia adalah adiknya. Mengingat hadirnya Medina ke dunia ini hanya karena sebuah kesalahan.


Mommy melerai pelukannya, dia memegang kedua tangan Medina dan menatapnya dengan lekat. "Me, kamu dan Selvia maupun Kendra adalah saudara. Mommy juga menjadi Mommy kamu sekarang. Bolehkah?"


Deg..


Jelas ini bukan sebuah mimpi, Medina mendengar dengan jelas ucapan Mommy barusan. Namun apa benar dia bisa menerima kehadiran Medina begitu saja? Setelah kehadiran Medina dan Ibu telah menghancurkan keluarganya.

__ADS_1


Ibu dan Rega yang berdiri di depan mereka juga merasa terkejut dengan ucapan Mommy barusan. Namun Ibu bisa melihat jika Mommy memang benar-benar tulus mengatakan itu pada putrinya.


"Medina, semuanya tergantung pada hati kamu. Ibu tahu jika kamu juga mengharapkan sosok seorang Ayah, maka terima saja Ayah kamu dan keadaan kita yang seperti ini" ucap Ibu Nia


Mommy berdiri dan menghampiri Ibu Nia yang berdiri tidak jauh darinya. "Mari menerima semua kenyataan ini dan kita berubah menjadi keluarga. Aku tahu jika tidak akan mudah, untuk kamu, aku dan juga anak-anak kita. Tapi, kita tidak bisa egois dan hanya memikirkan tentang kejadian masa lalu yang tidak akan pernah bisa di rubah sampai kapan pun"


Benar, kejadian masa lalu tidak akan pernah bisa di rubah, hanya saja kita bisa menerima masa lalu itu dengan lapang agar tidak terjadi lagi sebuah perselihan. Terima saja semua yang telah terjadi dalam hidup kita semua.


"Aku menerima semuanya, tentang aku yang lahir tanpa di harapkan dan dari hubungan terlarang. Tapi semua yang telah terjadi, sudah biarkan berlalu. Yang kita jalani adalah hidup saat ini"


Semua orang benar-benar terharu dengan Medina yang begitu dewasa menyikapi masalah yang menghampiri dirinya itu. Bagaimana Medina yang begitu bijak mengambil sebuah keputusan. Meski pada awalnya Medina telah sangat salah karena pernah menjalani hubungan terlarang bersama dengan Rega.


"Aku juga seorang pendosa, aku bukan gadis yang baik. Aku pernah menjadi pemuas naf*su mantan. Tapi saat ini aku benar-benar ingin merubah segalanya. Aku ingin bahagia bersama dengan suami dan anakku"


"Sayang.."


"Jangan pernah berbicara seperti itu lagi. Aku mencintai kamu"


Medina hanya tersenyum sambil mengelus perutnya yang buncit. Akhirnya semuanya terselesaika. Ketika semua orang bisa menerima keadaan dan yang paling penting adalah ketika kita tidak menyimpan dendam pada siapapun, maka hati kita akan tenang.


#######


Kelahiran Medina sudah di depan mata, hanya tinggal menghitung hari saja. Rega sudah mengambil cuti kerja hanya untuk menemani istrinya di dalam rumah. Rega takut istrinya akan melahirkan di saat dia sedang tidak berada di sampingnya.


Kelahiran anak pertama Rega dan Medina ini begitu di nantikan. Bahkan Mommy dan Kendra pun ikut antusias dengan kelahiran anak pertama mereka. Semuanya karena mereka yang sudah menerima keadaan ini, dan Mommy juga sudah menganggap Medina sebagai putrinya sendiri. Pengganti Selvia yang sudah tiada.

__ADS_1


Malam ini Medina baru saja selesai minum susu, dia berjalan ke arah ruang tengah dan menghampiri Ibunya yang masih berada disana. Duduk di samping Ibu dengan menyandarkan kepalanya di bahu Ibunya. Medina sedang ingin bermanja pada Ibu.


"Ibu ingat tidak bagaimana perjuangan Ibu melahirkan Medina pada saat itu?"


Ibu Nia mengelus tangan anaknya yang memeluknya itu. Tentu dia masih mengingat semuanya. Perasaannya dan rasa sakit yang dia rasakan pada saat dia melahirkan Medina.


"Ibu bahagia ketika melihat kamu yang lahir ke dunia ini. Namun ada penyesalan terbesar dalam diri Ibu saat itu, ketika Ibu yang memutuskan untuk meninggalkan kamu di depan sebuah pasnti asuhan. Maaf ya Me, Ibu hanya belum siap merawat kamu tanpa seorang suami yang menemani. Maafkan kesalahan Ibu itu"


"Tidak papa Bu, semuanya sudah berlalu dan tidak perlu kita ingat-ingat lagi tentang masa lalu yang menyakitkan. Sekarang Medina telah bersama Ibu, dan kita akan hidup bahagia selamanya"


"Iya Nak, terima kasih karena sudah menjadi anak yang kuat dan sabar selama ini"


Medina hanya mengangguk menjawab ucapan Ibu barusan. Dia mengelus perut besarnya yang terasa sangat kencang. Ibu Nia juga ikut mengelus perut besar anaknya itu.


"Loh itu air apa Bu?" Tanya Medina saat dia melihat cairan yang mengalir di kakinya.


"Ya ampun.."


Ibu Nia terlihat sangat terkejut melihat apa yang di alami oleh Medina saat ini. "Dimana suamimu? Ini air ketuban kamu sudah pecah duluan, kita harus ke rumah sakit sekarang"


Medina terkejut mendengar itu, dia mengelus perutnya yang semakin terasa kencang dan mulai muncul rasa sakit yang beraturan.


"Sebentar, Ibu panggilkan suami kamu dulu"


Ibu Nia berlalu ke kamar Medina dan memberi tahu Rega tentang apa yang telah terjadi. Tentu saja Rega sangat terkejut dan panik mendengar itu. Dia langsung membawa Medina ke rumah sakit bersama dengan Ibu mertuanya ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2