
Masih berada di spffie shop Medina masih sangat menikmati suasana disini. Dia tidak pernah merasakan hal ini saat masih sekolah dulu. Nongkrong bareng teman-temannya di sebuah kafe. Dan hari ini dia merasakan semua ini, meski tidak bersama teman-temannya tapi dia bahagia dengan itu. Dia bisa berada disini dengan suaminya.
"Sayang, apa kamu begitu senang berada disini?"
Medina mengangguk dengan cepat, tentu saja dia merasa bahagia ketika dia bisa merasakan hal yang saat dirinya masih sekolah dulu tidak dia rasakan. "Aku senang karena akhirnya bisa juga masuk ke tempat ini"
Rega tersenyum sambil menggelengkan kepala, keinginan istrinya yang selalu sederhana. Meski dirinya tahu jika suaminya yang sekarang tidak seperti Rega yang dulu, suaminya telah sukses dan bisa mewujudkan apapun keinginan Medina saat ini. Namun nyatanya yang diinginkan Medina hanya hal sederhana seperti ini saja. Masuk ke dalam coffie shop yang sederhana menurut Rega, tapi bisa membuat Medina begitu senang.
"Medina.."
Panggilan itu membuat Medina menoleh dan terdiam seketika saat dia melihat seorang perempuan yang berjalan ke arahnya. Rega yang melihat itu, langsung berdiri. Berjaga-jaga jika wanita itu akan melukai Medina, atau melakukan hal yang tidak diinginkan pada Medina.
"Mom-mommy Sonya?"
"Halo Sayang, apa kabar?"
Medina tidak bisa menghindar ketika Mommy Sonya mencium ppii kiri dan pipi kanannya. "Ada apa Mommy disini?"
"Tidak ada, Mommy hanya sedang bertemu dengan klien baru Mommy"
Medina menatap pria tua yang sedang duduk di meja yang dulu ditempati oleh Mommy Sonya. Dan Medina mengerti apa yang sedang di lakukan Mommy Sonya ditempat ini.
"Wahh, kamu sedang hamil ya"
Mommy Sonya menatap ke arah Rega yang sejak tadi begitu siap siaga untuk menjaga istrinyaini.Takut jika akan ada hal yang tidak diinginkan yang dilakukan Mommy Sonya pada Medina. "TUan Rega bisa juga ya menghamili anak Mommy ini. Padahal dulu saja dia lebih memilih jadi waiters yang gajinya tidak seberapa itu, daripada menerima dari beberapa pria yang menginginkannya dan menjamin dirinya dengan bayaran yang mahal"
"Maaf Mommy, kami harus pergi. Permisi" Medina langsung menarik tangan suaminya un tuk segera keluar dari tempat itu.
__ADS_1
"Sayang, kamu jangan cepat-cepat begitu jalannya"
Rega menahan Medin yang berjalan cepat dengan menarik tanganya itu. Memeluk tubuh istrinya itu dari belakang. "Kamu kenapa harus panik begitu, hmm?"
Medina menghela nafas pelan, dia hanya tidak mau mengingat masa lalunya yang tidak baik itu. Apalagi ketika melihat Mommy Sonya, pikiran Medina langsung takut jika Mommy Sonya akan membawanya kembali ke dunia malam.
"Aku hanya takut jika Mommy Sonya akan membawa aku kembali ke tempat itu"
Mendengar hal itu membuat Rega mengerti kenapa istrinya bersikap seperti ini. Rega mengecup puncak kepala istrinya dengan lembut. "Sayang, dia tidak aan berani mengambil dirimu dariku. Karena aku sudah memberinya ancaman dengan uang yang banyak. Jika dia berani mengambilmu dariku, maka aku bisa melaporkannya pada pihak berwajib. Dan usaha ilegal dia itu akan hancur"
Medina menghembuskan nafas pelan mendengar ucapan suaminya itu. Dia melepaskan lingkaran tangan Rega ditubuhnya, lalu dia berbalik dan menatap suaminya dengan lekat.
"Sayang, terima kasih ya karena sudah membuat aku bahagia dan merelakan banyak uangmu hilang hanya demi memiliki aku"
"Sayang, semuanya akan aku lakukan hanya agar aku bisa memiliki kamu selamanya. Aku hanya ingin menebus semua kesalahan aku di masa lalu yang pernah membuat kamu sakit dan terluka. Membuat hidupmu susah"
Medina tersenyum mendengar itu, dia tidak pernah menyangka jika pada akhirnya hanya Rega yang akan menjadi pendamping hidupnya. Meski sempat berpisah dengan kesalah fahaman yang ada. Sejak saat itu Medina tidak pernah berfikir jika Rega akan kembali lagi pada pelukannya. Tapi ternyata takdir berkata lain. Karena memang hanya Rega yang akan menjadi jodohnya Medina sampai kapan pun.
Medina terdiam dengan segala fikiran di dalam kepalanya. Pertemuannya dengan Mommy Sonya membuat Medina berfikir tentang kejadian di masa lalu. Medina tidak mengerti kenapa bayangan-bayangan masa lalunya kembali melintas di pikirannya.
"Sayang,ada apa?"
Rega duduk dipinggir tempat tidur dan mengelus perut buncit istrinya itu. Merasa jika istrinya sedang tidak baik-baik saja, Medina seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Sayang, aku tidak papa. Hanya kefikiran tentang Mommy Sonya"
"Kenapa memangnya dengan Mommy Sonya?"
__ADS_1
Medina menggeleng pelan, dia kembali mengingat kejadian saat berada di Apartemen Giant. "Saat aku ke apartemen GIant, aku tidak sengaja bertemu dengan Sinta"
"Sinta? Siapa dia?"
"Dia adalah anak buah Mommy Sonya, namun aku tahu jika dia melakukan pekerjaan ini karena memang dia tidak mempunyai pilihan lain. Aku kasihan padanya, rasanya aku ingin membebaskan Sinta dari Mommy Sonya"
Rega meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan lembut. "Kamu tidak bisa melakukan apapun jika tidak dianya saja tidak mau lepas dari Mommy Sonya"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Karena waktu itu dirinya langsung pergi begitu saja"
Rega naik ke atas tempat tidur dab memeluk istrinya itu dengan mengecup puncak kepalanya. "Sudahlah, kau tidak perlu terlalu memikirkan hal itu. Kau tidak boleh stres"
Medina mengangguk, dia memang tidak seharusnya terlalu memikirkan hal ini. Meski dia memang tahu jika Sinta melakukan semua ini karena terpaksa.
"Yasudah, kau tidur sekarang. Jangan memikirkan apapun lagi" Rega merebahkan tubuh Medina dan langsung memeluknya dengan lembut. Membiarkan bibirnya menempel di kening istrinya.
Medina menurut saja, dia memeluk suaminya dengan nyaman dan terlelap dalam pelukan suaminya yang nyaman.
Ditempat yang berbeda, tepatnya di sebuah rumah sakit. Kedua orang tua Selvia sedang khawatir dengan keadaan Selvia yang sedang dalam keadaan drop. Penyakit Selvia semakin parah dari hari ke hari. Sudah berbagai cara yang di lakukan keluarga untuk kesembuhannya. Tapi sampai saat ini keadaannya malah semakin parah. Mommy yang malam ini sedang menunggu Selvia, harus menatap gadisnya yang sedang terbaring lemah dengan selang medis dan oksigen yang terpasang di tubuhnya.
"Mom, ak-aku ingin bertemu dengan Rega"
Mommy terdiam, dia bingung bagaimana caranya dia bisa membawa Rega datang kesini dan menemui Selvia. Jelas dia sudah sangat membenci Selvia. Tapi melihat keadaannya yang sudah seperti ini membuat Mommy tidak tega.
"Ak-aku hanya ingin meminta maaf padanya Mom. Aku tidak akan melakukan apapun. Tolong pertemukan aku dengan dia"
"Iya Sayang, Mommy akan mencobanya" Meski Mommy tidak tahu apa Mommy bisa membuat Rega datang kesini dan menemui kamu. Tapi Mommy akan tetap mencobanya.
__ADS_1
Hanya seorang Ibu yang mengerti keadaan dan perasaan anaknya. Sampai saat ini Selvia masih menjadi putrinya yang manja.
Bersambung