Pemuas Sang Cassanova

Pemuas Sang Cassanova
Bab 38. Lawanmu Adalah Aku!


__ADS_3

"Jadi kau orangnya?" tanya William.


Satu tawanan yang tersisa langsung berlari ke belakang tubuh Derry untuk berlindung. Karena dengan begitu mudahnya, sang rekan tewas. Sementara William sudah menyeringai penuh, bagai singa yang mendapati mangsanya masuk ke dalam perangkap.


"Apa maksudmu?" Derry balik bertanya dan berpura-pura bodoh. Kemudian satu tangannya menarik pria yang berdiri ketakutan di belakangnya. "Kau pikir aku ada sangkut pautnya dengan dia?" Sambung Derry, tanpa diduga ia menendang pria itu hingga tersungkur di tanah.


"Tuan," lirih pria itu sambil menahan sakit, berharap kesalahannya diampuni, tetapi Derry malah memukul kepalanya hingga ia tak sadarkan diri. Itulah akibatnya membocorkan sesuatu pada musuh.


Derry mengibaskan tangannya, lalu kembali menatap ke arah William. Hingga netra mereka saling bertabrakan, dan menciptakan api permusuhan.


"Asyik sekali rasanya melihat drama. Tangkap dia!" seru William pada anak buah yang ia bawa, tetapi ketika penyerangan akan dilakukan tiba-tiba beberapa orang bermunculan dari belakang tubuh Derry. Semua orang terperangah, termasuk William yang langsung membelalakkan mata, sementara kini Derry sudah menunjukkan senyum remeh.


Karena dia sudah mengira, bahwa William akan menjebaknya. Dia tak datang sendiri, melainkan membawa anak buah tak kalah banyak.


"Kau pikir aku bodoh?" tanya Derry dengan seringai licik. Membuat William langsung mengepalkan tangannya dengan kuat. Namun, karena sudah terlanjur basah, ia tidak mungkin menarik kembali anak buahnya.


Akhirnya William menggerakkan tangan, memberi sebuah isyarat agar mereka melanjutkan serangan. Tak ingin kalah, Derry pun menyuruh anak buahnya untuk meladeni serangan itu. Hingga pergulatan antara anak buah William dan Derry pun terjadi dengan begitu sengit.


Awalnya mereka menggunakan tangan kosong, tetapi beberapa anak buah Derry justru mengeluarkan senjata tajam. Hingga dengan mudah untuk melukai lawan.

__ADS_1


"Cih, dia benar-benar menyiapkan semua ini!" gumam William, dia hendak mengeluarkan pistol dari balik saku jasnya. Namun, dengan cepat Derry berlari dan menendang benda itu, hingga William terbelalak.


"Lawanmu adalah aku!" cetus Derry, kemudian memasang kuda-kuda, siap untuk menerima serangan William.


William meludah ke samping, dengan senang hati dia meladeni Derry. Dia pun langsung menggulung lengan kemejanya dan mengepalkan tangan dengan kuat.


Kyaaa!


Perkelahian di antara keduanya dimulai, mereka saling serang dan berusaha untuk tidak terluka. Namun, kepiawaian William dalam berkelahi tak bisa dianggap remeh, karena beberapa menit selanjutnya Derry terpental setelah mendapat tendangan di perutnya.


Dia tak menyerah, Derry kembali bangkit meski dengan meringis. Dia mengatupkan rahang dan berusaha melakukan serangan balik. Beberapa pukulannya ditangkis oleh William, tetapi dengan gerakan cepat dia mencengkram dada pria itu.


William melirik tangan Derry, dan dengan sekali tepis tangan itu terlepas, hingga kancing kemejanya ikut berhamburan di tanah.


Dengan nafas terengah-engah Derry menyeringai, karena berhasil juga untuk membuat William terluka. Belum sempat William memasang pertahanan, dia mengangkat kaki dan menendang tubuh William hingga pria itu mundur beberapa langkah.


William mengangkat mengangkat kepala, dia sempat memperhatikan sekitar di mana anak buahnya sudah terluka parah. Dengan kemarahan yang memuncak, William mengepalkan tangan dan berjalan cepat ke arah Derry.


Bugh!

__ADS_1


Pukulan kerasnya langsung ditahan, mereka saling tatap dengan sengit, hingga percikan api permusuhan itu semakin berkobar hebat. Derry mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menepis tangan William.


Namun, William tak kunjung menyerah, dia kembali berlari melayangkan tendangan beberapa kali ke arah perut Derry. Hingga pria itu muntah darah.


Melihat sang bos yang sudah memprihatinkan. Anak buah Derry langsung menghampirinya. Karena William yang sudah seperti kesetanan, akan kembali melakukan serangan.


Dua orang menyerang William dengan pisau di tangan masing-masing. Sementara satu orang menolong Derry, dan membawa pria itu masuk ke dalam mobil.


"Apakah bos kalian adalah pecundang?" tanya William dengan tatapan remeh. Namun, keduanya tak mengindahkan ucapan William, karena detik selanjutnya mereka langsung menyabetkan pisau di tubuh pria itu.


Namun, sayangnya William malah menepis, hingga kini telapak tangannya yang tergores. Darah sudah keluar sana-sini, tetapi William masih bersikeras melawan.


Hingga saat William hendak terkena tusukan, beberapa peluru melesat, hingga membuat pria itu langsung ambruk, karena tepat mengenai organ vitalnya.


Satu orang yang menyerang William pun membelalakkan mata, melihat rekannya tewas seketika. Tanpa pikir panjang, dia langsung berlari menuju kendaraannya.


Sementara Jo, orang yang menembakkan peluru tersebut menghampiri William yang hendak mengejar. Dia menahan lengan pria itu. "Tuan, stop!"


William langsung melirik ke arah Jo, ternyata pira itu yang mengambil pistol miliknya. Tanpa banyak kata, William langsung merebut benda itu dan menembakkannya ke arah mobil Derry. Hingga mengenai kaca spion.

__ADS_1


DOR!


"Kau berhasil melakukannya?" tanya William, dan Jo hanya menganggukkan kepala. Entah apa yang keduanya rencanakan.


__ADS_2