Pemuas Sang Cassanova

Pemuas Sang Cassanova
Bab 56. Jadi, Kau Orangnya?


__ADS_3

Bella tak mengerti kenapa Leo tiba-tiba memaksanya untuk pulang ke apartemen. Padahal pria itu sendiri yang bersikeras mengajak dia makan di luar. Saat sudah di dalam mobil, Bella hanya bisa melihat Leo yang beberapa kali mengibaskan tangan, layaknya orang yang sedang kegerahan.


Padahal AC di mobil menyala dengan baik. Sementara yang Leo rasakan adalah tubuhnya yang terasa panas, dan gairahnya mendadak naik. Apalagi saat Bella tiba-tiba menyentuh pergelangan tangannya. Leo merasa over sensitif.


"Kak Leo kenapa sih?" tanya Bella, karena melihat Leo yang tak seperti biasanya. Dan ia yakin, ada sesuatu yang terjadi pada pria itu.


"Lepas, Bel! Jangan sentuh aku!" sentak Leo, karena dia sedang berusaha untuk menahan sesuatu yang ada dalam dirinya. Jangan sampai ia meledakkan semuanya kepada Bella, yang ada dia akan menyesal untuk seumur hidup.


Bella menyingkirkan tangannya pada lengan Leo, ia jadi terlihat kesal karena Leo berubah dengan begitu cepat. Ya, sebelumnya pria ini tak pernah membentaknya seperti itu. "Ya kamu kenapa? Jangan buat aku takut dong, Kak!" jawab Bella tak kalah menggebu.


Dengan deru nafas yang terasa semakin cepat, Leo menatap Bella dengan tajam. "Pokoknya jangan sentuh aku! Jangan sentuh aku!" Teriak pria itu, semakin tak fokus untuk menyetir. Sementara Bella mulai ketakutan, dia beringsut dan berusaha menjauh dari Leo.


Namun, tak lama dari itu Leo tiba-tiba menepikan kendaraannya di jalanan yang tak begitu ramai. Pria itu sudah tak sanggup untuk menahan, dia melirik ke samping di mana ada Bella yang terlihat panik. Gadis itu hanya bisa menyilangkan kedua tangan di depan dada sambil berkata. "Kakak mau apa? Kenapa mobilnya berhenti?"


Mata Leo sudah nyaris menggelap karena tertutup kabut hasrat. Sebanyak apa pun dia berusaha untuk menyadarkan otaknya, ternyata pengaruh obat itu jauh lebih besar.


"Bel, aku—" ucap Leo terengah sambil berusaha meraih anggota tubuh Bella, tetapi dengan cepat Bella menepis tangan Leo. Karena perasaannya sudah tak enak.


Tak menyerah begitu saja Leo kembali berusaha untuk menaklukkan Bella. Hingga mereka terlibat pertengkaran kecil. Dan akhirnya berhasil membuat seseorang yang mengikuti mereka tersenyum lebar. Anak buah Derry langsung mengangkat kamera untuk mengabadikan momen tersebut. Agar William tahu, apa yang dilakukan Bella di belakangnya, sehingga William akan membenci gadis itu.

__ADS_1


Saat pria itu berusaha untuk merekam, tiba-tiba sebuah tendangan membuatnya tersungkur di tanah dan ponselnya jatuh entah ke mana. Tentu saja hal tersebut membuatnya terkejut, ia segera bangkit dan melihat siapa orang yang melakukan ini semua.


Dan dia langsung terbelalak lebar. "Tuan William? Bukankah dia sudah pergi ke luar kota?" Gumamnya, tak menyangka kalau William berada di hadapannya, padahal ia sendiri yang memastikan bahwa William sudah pergi dari ibu kota.


"Kenapa? Kau terkejut?" tanya William sambil menyeringai penuh. Karena sebenarnya yang pergi dengan Jo adalah Zack. Ya, setelah mendengar kabar bahwa perusahaan mendapat masalah dan ia harus pergi ke luar kota. Dia memutar otak, memikirkan cara untuk membuat Derry merasa menang. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk meminta bantuan pada saudara kembarnya. Supaya ia bisa mengelabuhi Derry dan anak buahnya.


Bahkan karenanya ia tak memberikan ultimatum apa pun pada Leo, supaya semuanya berjalan dengan natural, dan ia bisa memancing mereka keluar. Tepat seperti dugaannya, Derry sudah menyiapkan ini semua.


"Tidak mungkin, anda itu—" Belum sempat melanjutkan ucapannya, William sudah menendang wajahnya hingga menyisakan goresan luka.


"Argh!" teriak pria itu sambil berguling. Sementara yang ada di dalam mobil, sudah dikendalikan oleh dua orang suruhan William. Yang satu membawa Bella pergi, dan yang satu bersama Leo. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab Leo benar-benar menelan obat perangsaang itu.


Karena tak ingin membuat curiga, akhirnya Leo tetap memakan makanan yang dipesannya. Tak peduli ia dan Bella yang akan menelan obat itu, ia harus tetap melanjutkan drama. Dan pada akhirnya dia yang harus menanggung ini semua.


Kembali kepada William dan anak buah Derry yang kini sedang bertarung. Anak buah Derry berusaha untuk melawan serangan yang diberikan William, tak peduli ia akan menang atau tidak, yang jelas ia akan melindungi dirinya sekuat tenaga.


Namun, ia juga harus tahu, bahwa William bukanlah orang yang pandai mengampuni. William terus melakukan serangan membabi buta, tak peduli pada beberapa bagian tubuhnya yang terkena balok kayu. Karena anak buah Derry memanfaatkan beberapa benda yang ada di sekitar.


Suara erangan dan teriakan keduanya memenuhi udara, William mundur beberapa langkah saat punggungnya menerima lemparan batu. Namun, sedikit pun hal tersebut membuatnya goyah.

__ADS_1


Kyaaa!!!


Anak buah Derry berlari ke arah William dan memeluk perut pria itu. Ingin mendorong William ke jalanan. Akan tetapi tenaga William tak bisa diremehkan. Dengan mengeratkan gigi depannya dia menahan kaki, agar tidak berpindah posisi.


Dan detik selanjutnya, justru tubuh anak buah Derry yang melayang ke udara, karena William yang mengangkatnya. Dia memutar tubuh itu dan menabrakannya ke pohon beberapa kali, hingga pria itu muntah darah.


Karena sudah tak sanggup untuk melawan, akhirnya tubuh anak buah Derry jatuh terkapar di tanah. Sementara William menatapnya dengan seringai dan juga nafas yang tersengal-sengal.


Tak sampai di sana, William membawa anak buah Derry yang sudah tidak sadarkan diri itu masuk ke dalam mobil. Dia membawa kendaraan roda empat itu dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat.


Hingga saat tiba di sana, semua orang langsung menyambutnya dengan senjata. Karena ia menyeret anak buah Derry dengan begitu kasar.


"Mana Tuan kalian?" tanya William dengan tatapan nyalang. Ini untuk pertama kalinya dia menginjakan kaki di rumah besar milik Dimitri.


Dan Dimitri yang mendengar itu pun langsung terlonjak kaget. Dia berjalan dengan tergesa menuju teras rumah. Dan di sana, ia bisa melihat William yang tengah menyeringai penuh. William melepaskan anak buah Derry dengan hentakan yang cukup keras.


Dia maju satu langkah.


"Jadi, kau orangnya? Salam kenal, Tuan," ucap William dengan tatapan remeh.

__ADS_1


__ADS_2