
Tidak banyak yang tahu kalau Dimitri adalah kakak kandung Lena. Dan kini Lena adalah dalang dibalik semua kekacauan yang terjadi, dia menginginkan kematian Bella, sebab ada harta warisan yang ingin dia kuasai.
Tak tanggung-tanggung dia juga yang membunuh suaminya sendiri dan memanipulasi perusahaan seolah-olah telah bangkrut. Padahal perusahaan tersebut dikelola oleh Dimitri hingga sekarang.
Namun, dia belum bisa sepenuhnya tenang, karena semua peninggalan memiliki hak waris penuh. Dan nama Bella jelas tercantum paling atas. Satu syarat yang membuat warisan itu gugur, yakni setelah Bella meninggal. Untuk itu, Lena berencana untuk melenyapkan anak tirinya.
Akan tetapi entah ada angin dari mana, rencananya belum terlaksana, Freya justru membawa Bella keluar dari rumahnya. Membuat ia geram dan harus memutar otak, bagaimana membuat Bella kembali dan lenyap tanpa ada yang tahu.
Hingga ia berfikir untuk menarik anak kandungnya dalam masalah ini. Ya, dia adalah mantan istri Ervin. Dia diceraikan oleh pria itu, karena Ervin sudah tahu kebusukannya. Sehingga hak asuh Deborah diambil sepenuhnya oleh Ervin, karena ia tak mau sang anak mengikuti jejak ibunya yang haus akan harta, dan selalu terobsesi untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.
Bahkan setelah Deborah ada di tangannya, Ervin tak memberikan izin pada Lena untuk menemui anak mereka. Sesekali Ervin hanya membiarkan Deborah berkomunikasi dengan Lena, itu pun masih dalam pengawasannya.
Namun, bukannya sadar. Lena malah semakin menjadi-jadi. Tanpa sepengetahuan Ervin, Lena menyarankan pada Deborah untuk mendekati William, berharap dengan begitu William bisa melepaskan Bella. Dan entah sebuah keajaiban dari mana, ternyata ayah Deborah mengenal betul keluarga William, sehingga dengan mudah mereka bertemu dan berkenalan. Bahkan perlu Deborah akui, bahwa dia menyukai William pada pandangan pertama.
Akan tetapi sepertinya langkah Lena salah, karena William tak tertarik sama sekali pada Deborah. Pria itu hanya menjadikan Deborah sebagai pion, karena setelah William telusuri ternyata Lena adalah ibu dari tunangannya. Namun, ia pura-pura tidak tahu apa-apa.
Makanya saat itu William mengirim racun kepada Deborah. Ingin melihat apa reaksi orang-orang di sekitar wanita itu. Tak disangka, Dimitri datang ke rumah sakit dan sempat berpapasan dengannya. Saat itu William menoleh, dia sudah curiga tapi ia masih terus menggali fakta tentang keluarga Deborah.
"Ternyata benar, kau adalah orangnya," ujar William dengan seringai, sudah tidak kaget dengan fakta yang ada. Sementara Bella hanya bisa membelalakkan mata, dia sungguh tak percaya, kalau orang yang selama ini ia sayangi adalah orang yang tega menusuknya dari belakang.
__ADS_1
"Kau sudah tahu? Baguslah, bahkan perlu aku perjelas, bahwa aku juga yang membunuh ayahmu, Bel, aku sengaja meracuninya setiap hari, hingga dia mati!" ujar Lena sambil terkekeh seperti orang gila. Dia yakin, semenjak William datang ke rumahnya, pria itu sudah mencurigainya.
William menarik sudut bibirnya ke atas, Lena benar-benar wanita berhati iblis. Namun, untuk membuka kedok wanita itu memang tidak mudah. "Kau benar-benar wujud iblis sesungguhnya, dan kau adalah ibu Deborah, ku yakin kau juga yang membuat dia mendekatiku," jawab William, mengeluarkan sebuah fakta yang membuat Lena ikut terkejut. Padahal ia sudah berusaha untuk menyembunyikan itu semua, supaya nama Deborah tetap bersih, tetapi kenapa William bisa tahu semuanya?
Terlebih Bella, kenapa hari ini dia mendapatkan banyak fakta yang jauh dari pikirannya. Mengenai Deborah? Dimitri? Sumpah demi apa pun dia tidak tahu kalau keduanya memiliki hubungan dengan ibu tirinya.
Apalagi mengenai kematian sang ayah. Di tempat duduknya Bella semakin menangis dengan tubuh yang semakin lemah, jika ia tahu hidupnya akan seperti ini, lebih baik dia ikut dengan ayah dan ibunya. Sebab di sini ia hanya tersiksa. Hatinya benar-benar sakit sekarang, karena ia tak tahu mana orang yang harus ia percaya selain dirinya sendiri.
"Kau terkejut?" lanjut William dengan tatapan mengejek. "Hah, bisa-bisanya orang bodoh sepertimu berakting menjadi ibu peri. Itu sama sekali tak pantas, Bella akan tetap hidup, dan aku akan melindunginya sampai titik darah penghabisan!"
Mendengar itu, ada dua reaksi yang tercipta, yakni setitik harapan di hati Bella. Serta kebencian yang mendalam di dada Deborah, sejak tadi wanita itu bersembunyi, dan ia melihat serta mendengarkan apa yang terjadi di luar sana. Sumpah demi apapun, rasanya ia tak terima jika William memihak Bella, bahkan sampai rela mengorbankan nyawa.
Sementara itu, Lena berubah emosi, dia semakin mengunci leher Bella dan menekan ujung pisau hingga darah segar mulai keluar. William langsung menggeram kesal, ditambah Bella yang meringis kesakitan.
"Lepaskan!" teriak William dengan begitu lantang sambil menarik pelatuknya.
DOR!
Namun, bukannya Lena yang mendapat peluru, justru dia sendiri yang terluka. Karena Dimitri berhasil mengambil kembali pistolnya, dan menembak William. Setelah bunyi letusan itu, Bella membuka matanya, dia membelalakkan mata begitu William ambruk dan mengerang menahan sakit.
__ADS_1
"Tuan!" Kini Bella yang berteriak, karena ia tak rela jika William terluka. Sementara Dimitri dan Lena saling pandang, mereka melempar senyum satu sama lain. Mumpung ada kesempatan untuk menghabisi William, Lena memberi kode pada Dimitri agar pria itu kembali menembaki William.
Dengan seringai penuh, Dimitri kembali mengangkat senjatanya dengan satu tangan. Bella kembali berteriak dan menggelengkan kepala, tanpa memedulikan darah yang mulai mengalir ke kakinya. "Jangan!!!!"
"Tidak!!!"
"Jangan!!!"
DOR! DOR! DOR!
Tiga tembakan sekaligus. Seharusnya William sudah bisa mati. Namun, kali ini tiga-tiganya tak mengenai tubuh William, karena tiba-tiba Deborah keluar dan melindungi pria itu, hingga kini Deborah yang menerima peluru tersebut sambil memeluk tubuh William dari belakang.
William menoleh dan matanya langsung bersitatap dengan netra Deborah yang sudah terlihat sayu. Nafas wanita itu terengah-engah, meski ia sakit hati kepada William karena pria itu selalu memihak Bella. Namun, nyatanya melihat William terluka di tangan keluarganya, dia tidak rela.
Jika William saja bisa menyerahkan nyawanya pada Bella. Maka dia juga bisa. Dengan tangan yang lemah, Deborah mengusap rahang William. "Aku salah, Will, aku akui aku salah. Tapi kamu harus ingat, bahwa aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, Will." Ujar wanita itu dengan terbata-bata.
Sementara William hanya bisa terdiam, karena ia juga sudah kehilangan banyak darah. Detik selanjutnya Deborah seperti tengah merenggang nyawa, William langsung menggenggam erat tangan wanita itu dan Deborah tersenyum kecil. Satu tangannya, mengayun dan menancapkan pisau kecil di perut William.
"Kita akan mati bersama, Will, aku tidak akan membiarkanmu sendirian," ucap Deborah dengan seringai, sementara William langsung meringis dan mendorong tubuh Deborah dengan sisa tenaganya.
__ADS_1
Tidak, dia tidak mau mati!
Melihat itu, mata Dimitri dan Lena terbelalak lebar. Detik selanjutnya Lena berteriak histeris karena melihat putrinya bersimbah darah. "DEBORAH!!!"