
Saat William baru saja tiba di perusahaan, Jo langsung menghampirinya. Karena mereka memang berangkat sendiri-sendiri. Jo ingin melaporkan bahwa ada kendala pada proyek yang akan mereka jalankan, dan itu artinya William harus pergi ke luar kota hari ini juga.
"Tuan, proses pengembangan proyek mengalami masalah, sepertinya ada yang ingin menyabotase," ujar Jo sesuai dengan informasi yang baru saja ia dapatkan. Dan tentu saja William harus segera menyelesaikannya, atau perusahaan mereka akan mengalami kerugian.
William mengangkat satu alisnya ke atas, berbeda dengan reaksi Jo, pria itu justru terlihat lebih tenang. Karena William menebak bahwa ini semua ada sangkut pautnya dengan orang yang ingin menyelekai Bella. Mereka pasti sedang membuat rencana.
"Lalu aku harus apa?" tanya William seperti orang bodoh, sambil menyanggah dagunya dengan kepalan tangan.
"Kita harus secepatnya meninjau masalah ini, Tuan, kita harus pergi ke luar kota," jawab Jo, dia tidak tahu apakah William akan menyetujuinya atau tidak. Karena pria itu pasti berat untuk meninggalkan Bella.
William menghela nafas kecil, kemudian kembali berdiri untuk berjalan ke arah jendela. Di sana dia bisa melihat suasana jalanan ibu kota yang sedang padat-padatnya.
"Aku sudah bisa menduga, bahwa semua ini akan terjadi. Karena sepertinya mereka ingin aku meninggalkan ibu kota, supaya mereka bisa menyentuh Bella dengan mudah," ujar William, membuat Jo langsung paham ke mana arah pembicaraan mereka. Ternyata William memang bisa berpikir sejauh itu. "Bagaimana menurutmu? Haruskah aku membawa Bella ke luar kota juga? Aku tidak ingin dia kenapa-kenapa." Sambung William, sementara Jo terlihat bingung. Karena jika Bella ikut, tentunya akan terjadi masalah di sana.
__ADS_1
"Tapi, Tuan, kalau Nona Bella ikut bersama kita, tentunya itu semua akan menjadi masalah. Nyawa salah satu di antara kalian bisa terancam," ujar Jo yang tak ingin William terluka. Namun, di sisi lain dia juga ingin Bella tetap berada di samping sang tuan.
"Ya sudah, siapkan saja pesawat untuk keberangkatan kita berdua, aku mau kita pergi siang ini juga," ucap William dengan tampang yang seolah tak ada takutnya. Sementara Jo malah ketar-ketir sendiri, padahal dia pun tahu bahwa sang tuan tidak selemah itu.
Akhirnya Jo mengangguk patuh, sementara William kembali terdiam. Otaknya sedang bergelut sekarang, memikirkan cara untuk melindungi Bella. Hingga akhirnya bibir William tertarik ke atas, dia segera merogoh ponselnya untuk menghubungi seseorang. Setelah itu baru ia mengabarkan Leo bahwa ia akan pergi ke luar kota.
"Aku harus pergi ke luar kota, jadi sebagai orang yang menumpang, kau harus gantikan aku untuk menjaga Bella!" ucap William dengan tegas dalam sambungan teleponnya bersama Leo. Saat ini Leo sedang berada di rumah sakit Puri Medika, untuk melakukan beberapa praktek bersama pamannya.
"Kamu ini sedang minta tolong lho, yang sopan sedikit kenapa!" balas Leo, karena dia ingin William memintanya dengan cara baik-baik. Akan tetapi William bukanlah orang yang bisa diharapkan.
Cih, bisanya hanya mengancam! Batin Leo dengan penuh kekesalan. Namun, pada akhirnya dia menurut juga, karena tak ingin menambah masalah.
"Iya-iya, aku pasti menjaganya. Kamu tenang saja, Bella pasti—"
__ADS_1
Tut ... Tut ... Tut ...
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, panggilan sudah terputus secara sepihak. Membuat Leo langsung mengumpat. "Shitt! Dasar pencabullll! Benar-benar tidak ada rasa terima kasihnya. Ingin sekali aku bedah jantungnya, dan kuganti dengan jantung kucing, supaya bisa lembut sedikit!"
***
Jo langsung menyiapkan semuanya untuk keberangkatan ia dan William. Tepat siang ini mereka akan pergi ke bandara. William yang sudah rapih tampak berjalan melewati lobby, saat ia keluar dari pintu utama, salah satu staff langsung membukakan pintu mobil, dan William langsung masuk ke dalam sana.
Tak berselang lama mobil yang dikendarai oleh Jo melandas ke jalan raya, dan ada sepasang mata yang senantiasa mengawasi mereka. Dia adalah salah satu anak buah Derry yang menjadi mata-mata.
"Halo, Tuan, saya ingin melapor kalau sepertinya Tuan William dan asistennya sedang berangkat menuju bandara, sebentar lagi mereka akan pergi dari ibu kota," ujar pria itu sambil terus memperhatikan mobil yang dikendarai oleh Jo dan William.
"Kalau begitu ikuti mereka terus, pastikan kalau mereka memang benar-benar pergi, jangan sampai kita tertipu lagi!" balas Derry dengan kepercayaan diri yang begitu tinggi. Sebab dia yakin rencana kali ini akan berhasil, dan Dimitri akan semakin bangga padanya.
__ADS_1
"Baik, Tuan." Tanpa ba bi bu pria tersebut langsung menyalakan mesin dan mengejar mobil yang dikemudikan oleh Jo. Hingga saat di pertengahan jalan, Jo kembali melirik ke arah spion, dan masih melihat mobil yang sama terus mengikutinya.
"Mereka benar-benar memakai taktik murahan ini!" gumam Jo sambil menaikkan kecepatan.