Pemuas Sang Cassanova

Pemuas Sang Cassanova
Bab 62. Dunia Bella Runtuh


__ADS_3

Sejak hari itu Leo berusaha untuk menemui Alea. Namun, wanita itu selalu menghindar, hingga sulit sekali untuk mengajak Alea bicara. Sekalinya ada kesempatan Alea malah keluar bersama suaminya. Alhasil Leo tak bisa mendekat dan menanyakan perihal peristiwa malam itu. Peristiwa yang ia yakini nyata, meski ia belum tahu pasti, karena kuncinya hanya pada Alea.


Satu minggu berlalu.


Kini Leo, William dan Bella sedang sarapan. Karena tak kunjung mendapat jawaban, Leo sudah memutuskan untuk kembali ke luar negeri, dan hal tersebut langsung disetujui oleh William. Sebab William tidak mau sang sepupu terlalu lama menumpang di apartemennya.


"Kalau bisa secepatnya," ucap William dengan nada mengusir. Membuat Leo langsung memicingkan mata.


"Kau tidak sedih aku akan pergi?" tanya Leo, dan harusnya dia sudah tahu apa jawabannya. Karena William adalah orang yang lebih suka dengan ketenangan.


"Tidak sama sekali. Bahkan jika kau pergi hari ini, aku tidak akan masalah. Jadi, segeralah berkemas dan angkat kaki dari tempat ini!" jawab William tanpa perasaan. Sungguh pria yang ada di hadapan Bella ini tak bisa diharapkan. "Cih, menyusahkan." Sambungnya yang lebih terdengar seperti gumaman.


Leo mengangkat garpu seperti ingin melemparkannya pada William. Namun, William justru bersikap tenang dan terus melanjutkan sarapan. Membuat Leo mengurungkan niatnya.


"Haish, dari dulu kau memang menyebalkan. Aku tidak tahu Ibumu mengidam apa dulu, sampai melahirkan anak sejahat dirimu!" cibir Leo sambil menghembuskan nafas kasar. Mendadak nafsuu makannya jadi hilang.


Bella yang melihat perdebatan itu pun akhirnya mencoba untuk menengahi. Agar suasana di meja makan kembali tenang. "Kak Leo sudah, lebih baik habiskan sarapanmu. Nanti aku bantu packing."


"Jangan mengajaknya bicara!" tukas William sebelum Leo membalas ucapan Bella. Membuat Leo langsung mengepalkan tangan, ingin sekali menabok mulut William satu kali saja, tetapi ia tidak memiliki keberanian sebanyak itu.


Akhirnya drama pagi ini diakhiri oleh Leo yang masuk ke kamar lebih dulu, sementara William yang sudah menghabiskan sarapannya segera bergegas untuk berangkat ke perusahaan.


"Aku akan mengantarmu," ucap William pada Bella yang sedang membereskan sisa sarapan.

__ADS_1


Mendengar itu, Bella pun langsung terlihat sumringah. Tidak biasanya William berinisiatif seperti ini. Gadis itu mengangguk dan segera menyelesaikan pekerjaannya.


Kemudian mengambil tas sambil menenteng beberapa buku, khas seperti anak kuliahan pada umumnya.


Selama di perjalanan mereka hanya saling diam. William yang fokus pada iPad di tangannya, sementara Bella sibuk memperhatikan pria itu. Sumpah demi apapun, ketika sedang berkonsentrasi seperti ini, William jadi terlihat semakin tampan. Hingga Bella menggigit bibirnya sendiri untuk menahan senyum.


Dan pemandangan manis itu hanya bisa dilihat oleh Jo yang duduk dibalik kemudi. Dia tahu, meski tuannya tidak romantis, tetapi pria itu mampu memporak-porandakan hati Bella.


Hingga tak terasa mereka sudah tiba di tempat Bella menimba ilmu. Saat Bella hendak turun, William menahan lengan gadis cantik itu. "Kau harus bayar!" Katanya dengan satu alis yang terangkat. Membuat Bella nampak kebingungan.


"Bayar?" ulang Bella yang tak paham dengan arah pembicaraan William. Akhirnya dia pikir pria itu menginginkan uang, sehingga Bella mengambil dompet dalam tasnya. Padahal uang yang dia pegang adalah uang William.


"Segini cukup?" tanya Bella dengan tatapan polos sambil mengulurkan satu lembar uang dengan nominal seratus ribu. William langsung tersenyum remeh, dia menarik tangan Bella hingga bibir gadis itu nyaris mencium pipinya.


"Bayar sekarang!" titah William dengan nada yang seperti biasanya. Membuat Bella langsung paham apa yang harus ia lakukan.


"Pembayaran selesai, kau boleh keluar," ucap William setelah mereka selesai berciuman. Bella menghembuskan nafas kecil, meski pun William kembali cuek, tetapi ia tak menyesali apa yang baru saja terjadi pada mereka berdua.


Dan dari sudut yang berbeda, ada Deborah yang senantiasa memperhatikan mobil William, hingga ia bisa melihat Bella keluar dari sana. Dan semua itu sudah cukup membuktikan bahwa Bella memang memiliki hubungan dengan tunangannya.


"Kau mengkhianatiku dengan bocah ingusan itu?" gumam Deborah dengan perasaan marah. Rasanya ia masih tak percaya.


.

__ADS_1


.


.


Selesai dengan mata kuliahnya, Bella langsung bergegas untuk pulang ke apartemen. Tidak ada kata mampir atau pun keluyuran, sebab William sudah memperingatinya.


Dia tidak mau ada kejadian seperti sebelumnya. Rasanya sudah cukup melihat William yang terluka, sebab setiap ada orang yang ingin menjahatinya William menjadi sosok pahlawan yang selalu menolongnya.


Bella keluar dari mobil saat sudah tiba di basemen. Namun, ketika lift membawanya naik ke lantai di mana ia dan William tinggal, dia dibuat terperangah, karena ada sosok wanita yang sedang berdiri seolah menunggu kedatangan seseorang.


Dan yang membuatnya lebih terkejut, wanita itu adalah sosok yang begitu ia kenal.


"Miss De," panggil Bella masih bersikap biasa, membuat wanita yang memiliki tubuh semampai itu langsung menoleh ke arahnya.


Deborah menatap Bella dengan lekat, seolah sedang membandingkan dirinya dengan gadis itu. Seorang gadis mungil, yang tentunya memiliki perbedaan yang sangat jauh, dari segi fisik mau pun segalanya. Namun, mengapa William lebih memilih gadis ini ketimbang dirinya?


"Ada keperluan apa Miss datang ke sini?" tanya Bella lagi, karena Deborah hanya diam saja.


Mendengar itu, Deborah langsung tersadar dan melemparkan senyum remeh. "Harusnya aku yang tanya, untuk apa kamu di sini? Ini apartemen calon suamiku. Sebentar lagi dia akan pulang."


Deg!


Jantung Bella seperti ditikam dari belakang. Namun, ia masih berusaha untuk percaya diri, bahwa yang dimaksud Deborah bukanlah William. Orang yang selama ini tinggal, bahkan bercinta dengannya.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Bella dengan terbata.


"William, William adalah calon suamiku," tegas Deborah yang membuat dunia Bella runtuh seketika.


__ADS_2