PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #17


__ADS_3

Henrietta masuk berjalan masuk kedalam rumah sakit, saat di Lobby sebenarnya Henry melihat Henrietta, tapi dia tak menyapanya.


Dia masuk dalam lift dan menekan angka tujuh.


Tujuannya datang kerumah sakit karna ingin menemui Julia, karna sejak kemarin ibu Julia selalu menghubunginya dan menyuruhnya untuk melihat Julia, padahal akhir-akhir ini Henry sedang sibuk dan sedang menyelesaikan proyek hotelnya di Swiss.


TING ...


Pintu lift terbuka, Henry berjalan keluar dari sana dan menuju kamar rawat inap Julia.


Dia memegang knop pintu dan membuka pintunya.


Terlihat disana ada Dorothy yang sedang duduk di sofa dan sedang melihat ponselnya dengan serius.


Dorothy yang sadar ada yang membuka pintu pun mengalihkan pandangannya dan dia melihat Henry yang berada di ambang pintu.


"Akhirnya kau datang juga," ucap Dorothy yang langsung berdiri.


"Maaf, saya baru bisa sekarang," ujar Henry dengan sopan dan jangan lupakan wajah datar serta dinginnya.


"Tidak apa-apa, aku tahu kau pasti sangat sibuk," balas Dorothy sambil menampilkan senyumannya.


Padahal dirinya sendiri yang memberondongi Henry dengan beberapa panggilan dan pesan-pesan agar melihat anaknya.


Henry mendekat kearah ranjang Julia dan menatapnya.


Tubuh yang semakin kurus, pipi yang semakin tirus dan pucat, seperti tak ada cahaya kehidupan disana.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Henry.


"Tidak ada perkembangan yang berarti, semuanya masih sama, entah sampai kapan dia akan seperti ini," lirih Dorothy.


Henry melihat arloji yang terpasang di pergelangan tangannya.


"Saya harus pergi, akan ada meeting satu jam lagi," ujar Henry.


Dorothy sedikit kecewa mendengar perkataan Henry, padahal dia belum satu jam berada disana, tapi dia seperti ingin buru-buru cepat pergi.


"Bagaimana hubunganmu dengan Rietta?" Dorothy memberanikan dirinya bertanya pada Henry mengenai Rietta.


"Tak ada yang istimewa," balas Henry datar.


"Kalau begitu saya permisi," ucap Henry dan keluar dari ruang rawat inap Julia sebelum Dorothy melontarkan pertanyaan yang lain.


Sambil berjalan kearah lobby, Henry mengeluarkan ponselnya dan menghubungi asistennya.


"Siapkan penerbanganku besok ke Swiss," ujar Henry.


"Baik tuan," balas seorang pria di sebrang telpon yang tak lain adalah Owen, asisten Henry.

__ADS_1


Henry berjalan dengan gagahnya, semua mata wanita yang berada di sana tak mengalihkan sedikit pun pandangannya dari Henry.


Tiba-tiba datang seorang wanita yang sedang membawa kopi dan dengan sengaja menabrakan dirinya pada Henry.


Bruk ...


Kopi itu tumpah dan mengenai jas mahal milik Henry.


"Oh God! Maafkan aku tuan aku tak sengaja," ujar wanita tersebut dengan suara yang mendayu.


Henry tak mengatakan apapun dia hanya diam sambil menatap wanita itu dengan mata tajamnya, tapi wanita tersebut tampak tak menyadarinya.


"Dia cari mati," bisik seorang wanita pada temannya yang melihat adegan itu.


"Dia pikir dengan menabrakan dirinya pada tuan Henry, tuan Henry akan berbaik hati dan memaafkannya," ujar wanita yang satunya.


"Dia terlalu banyak menonton film," mereka terkekeh melihat tindakan konyol wanita tersebut.


"Biar saya bersihkan tuan," ujar wanita itu yang akan menyentuh jas Henry di bagian dada.


Henry menghentikan tangan wanita itu dengan mencengkram pergelangan tangan wanita itu.


"Jangan menyentuhku," ujar Henry tajam.


Tapi wanita tersebut seolah tuli dan bersikeras untuk membersihkan jas Henry.


"Tapi jas mahal anda kotor tuan, biar saya yang membersihkannya," kekeh wanita tersebut.


Wanita itupun mendongakkan kepalanya dan menatap mata Henry yang melihatnya tajam, seolah merasakan ada hawa dingin di pundaknya wanita itu pun dengan sendirinya menyingkir dan memberi jalan pada Henry.


Henry berjalan sambil membuka jas-nya dan melemparkan ke tempat sampah yang ada di luar rumah sakit.


Dia berjalan kearah parkiran dan masuk kedalam mobil mahalnya, mobil yang hanya ada sepuluh unit di dunia.


Dia melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh dan kembali ke perusahaannya.


Tidak sampai 15 menit Henry sudah sampai di perusahaannya, dia memarkirkan mobilnya di basemen.


Henry menuju lift yang ada di basemen dan menekan angka dimana ruangannya berada.


TING ...


Pintu lift terbuka, Henry berjalan kearah ruangannya, sebelum masuk kedalam ke dalam ruangannya dia menatap ke sekretarisnya yang sedang berdiri karna melihat kedatangan Henry.


"Buatkan aku kopi," ucap Henry.


"Baik tuan," balas Sekretaris tersebut.


Setelah mengatakan itu Henry masuk kedalam ruangannya, sebelum dia mendudukkan bokongnya di kursi pintu ruangan Henry sudah lebih dulu terbuka dan menampilkan Sam, sahabat Henry.

__ADS_1


"Aku menunggumu dari tadi di kantin perusahaan, Owen bilang kau sudah kembali, jadi aku kesini," kata Henry.


"Ada apa?" tanya Henry setelah mendudukkan dirinya.


"Tidak ada, aku hanya ingin mampir saja," jawab Sam.


"Kau tak ada pekerjaan? Ini perusahaan bukan tempat bermain," ujar Henry.


"Tidak, aku sedang senggang hari ini," seru Sam.


Seketika Henry mendapatkan ide, dia mengambil sebuah map di dalam laci dan menaruhnya di depan Sam.


"Apa ini?" tanya Sam.


"Aku ingin kau mendapatkan tanah itu, pemiliknya tidak mau menjualnya padaku, dia ingin membangun sebuah kasino disana, pemiliknya adalah seorang pengedar narkoba," jelas Henry dengan serius.


Sam melihat map itu, dan disana terdapat keterangan tentang sebuah tanah yang cukup luas dan juga identitas dari sang pemilik tanah beserta foto-nya.


"Di Las Vegas? Kau yakin dia hanya seorang pengedar?" tanya Sam.


"Mm ... Aku sudah menyelidiki-nya," tungkas Henry.


"Baiklah," ujar Sam.


"Jika aku bisa mendapatkannya kau harus memberikan komisi untuk-ku," Sam menyeringai santai menatap Henry.


"Tak masalah," ujar Henry.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang," Sam keluar dari ruangan Henry tanpa mendengar perkataan Henry.


Henry kembali menyibukkan dirinya di perusahaan, sebelum besok dia pergi ke Swiss.


*


*


Pukul sepuluh malam Henry baru kembali ke mansionnya, dia masuk kedalam kamarnya dan melihat Henrietta sudah tertidur dengan lelap.


Henry memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, dia masuk kedalam kamar mandi dan melepas semua pakaiannya.


Dia mengguyur dirinya di bawah air shower dan membilas seluruh tubuhnya.


Tak memerlukan waktu lama Henry keluar dari kamar mandi, dia berjalan kearah walk-in closet dan memakai pakaian santainya, celana pendek dan kaos, dia jarang sekali memakai baju tidur, karna dia lebih sering tak memakai baju saat tidur. Tapi, karna sekarang ada Henrietta dia jadi lebih sering memakai kaos.


Henry tak langsung menuju ranjangnya, dia berjalan keluar dari kamar dan pergi menuju ruang kerjanya.


Dia akan menyelesaikan sedikit pekerjaannya sebelum tidur.


Sebelum pulang Owen sudah mengirim beberapa email ke laptop Henry.

__ADS_1


Hingga waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam pun Henry masih terjaga dan masih fokus dengan pekerjaannya.


Hingga tidak lama setelah itu dia sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal dan kaku.


__ADS_2