PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #69


__ADS_3

"Kau ingin kemana setelah ini?" tanya Henry setelah keluar dari hotel milik keluarga Henry.


"Aku tidak tahu. Mungkin menyusul anak-anak?" jawab Henrietta yang sempat bingung.


"Kita pergi berdua saja, kita belum pernah berkencan setelah menikah," kata Henry memberikan usulannya.


Henrietta terlihat menimbang-nimbang dengan ajakan suaminya.


"Baiklah, tapi setelah itu kita susul anak-anak," kata Henrietta.


"Sepertinya kau tidak bisa jauh dari mereka walau sebentar saja," ujar Henry.


Henrietta tertawa pelan melihat perubahan wajah suaminya.


"Baiklah, aku milikmu untuk hari ini," ucap Henrietta akhirnya.


Cup ...


Henrietta mengecup pipi suaminya.


"Kenapa hanya disini, disini juga," ujar Henry dengan wajah datarnya sambil menunjuk kearah bibirnya.


"Ini di luar dan banyak orang yang melihat kemari," ucap Henrietta yang terlihat malu.


"Biarkan saja, jangan di pedulikan," sahut Henry.


Cup ...


Dan akhirnya Henry mengecup bibir Henrietta.


"Henry!" tegur Henrietta.


"Ayo ..." ajak Henry sambil mengandeng tangan sang istri.


"Kau ingin membeli sesuatu, honey?" tanya Henry.


"Tidak. Tapi, aku akan memikirkannya setelah kita sampai di mobil," jawab Henrietta.


"Baiklah," sahut Henry.


Seorang petugas valet memberhentikan mobil milik Henry di depan sang pemilik hotel.


Henry memang sengaja menyediakan petugas valet parking di hotelnya, agar memudahkan dan membuat pelanggan hotelnya nyaman dengan fasilitas yang di berikan.


Henry membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya.


"Thank you," kata Henrietta tersenyum manis.


Henry mendekatkan dirinya pada sang istri yang sudah duduk di kursi mobil.


"Honey, bisakah jangan tersenyum seperti itu jika di tempat umum," kata Henry.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Henrietta bingung.


"Karna aku tak suka, dan itu akan membuat orang-orang apa lagi pria melihat senyumanmu itu," sahut Henry.


"Kau berlebihan," ujar Henrietta.


"Dan cepatlah masuk ke mobil," ujarnya.


Henry segera menutup pintu mobil itu dan berjalan mengitari mobilnya, dia membuka pintu mobil dan duduk di kursi kemudi.


"Kita akan kemana?" tanya Henry untuk yang kesekian kalinya.


"Terserah kau saja, Honey," sahut Henrietta yang memang tidak ada tujuan yang terlintas di benaknya..


"Bagaimana kalau kita nonton," usul Henry asal.


"Honey, are serious?" tanya Henrietta.


Pasalnya dengan sikap dan sifat Henry yang seperti itu dia mana mau pergi ke bioskop yang banyak orang dan harus mengantri untuk membeli tiket.


"Yeah, why not?" sahut Henry acuh tak acuh.


"Kita belum pernah melakukannya," kata Henry.


"Kau seperti remaja yang sedang jatuh cinta, padahal kau sudah memiliki dua anak," ujar Henrietta di sertai dengan tawanya.


"Yah, aku memang sedang jatuh cinta," sahut Henry.


"Jatuh cinta pada istriku," lanjut Henry dan lagi-lagi Henrietta di buat tertawa olehnya.


"Honey, kenapa kau jadi pintar menggombal seperti ini? Siapa yang mengajarimu?" ujar Henrietta.


"Tidak ada," sahut Henry.


"Dan berhentilah tertawa honey," kata Henry.


"Oke ... Oke," sahut Henrietta.


"Film apa yang ingin kau tonton?" tanya Henry sembari menyalakan mesin mobilnya.


"Aku tidak tahu, karna aku sudah menonton semua film dan semua genre di bioskop mini kita yang ada di mansion," jawab Henrietta.


"Ohh, come on, honey," kata Henry melihat kearah Henrietta.


Henrietta menahan senyumnya saat melihat wajah pasrah Henry.


"Kita jalan-jalan saja," kata Herietta.


"Hanya berjalan-jalan? Tak ada yang lain?" tanya Henry.


Henrietta menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Henry langsung menjalankan mobilnya sembari menunggu istrinya yang sedang berfikir.


"Kita ke Mall saja," kata Henrietta akhirnya.


"Tadi kau bilang tak ingin ke sana," sahut Henry.


"Aku berubah pikiran," ujar Henrietta.


"Baiklah," sahut Henry.


Henry pun mempercepat laju mobilnya menuju pusat perbelanjaan terbesar yang ada di New York.


*


*


Henry memarkirkan mobilnya di basement Mall setelah mereka sampai.


"Thanks," kata Henrietta saat Henry membukakan pintu mobilnya.


Setelah memastikan mobilnya terkunci mereka berjalan keluar dari basement menuju lobby Mall dengan saling bergandengan tangan.


"Kau ingin membeli apa?" tanya Henry.


"Nanti kau juga akan tahu sendiri," sahut Henrietta.


Henrietta membawa Henry masuk kedalam toko pakaian dengan merek terkenal.


Henrietta terlihat memilih beberapa pakaian dengan Henry yang hanya memperhatikan apa saja yang di beli istrinya.


Hingga akhirnya pilihan Henrietta jatuh pada enam potong pakaian setelah mencobanya terlebih dahulu.


"Kirimkan saja ke alamat ini," kata Henry memberikan alamat mansionnya pada pegawai toko tersebut.


"Baik tuan," sahut pegawai toko itu dengan ramah.


Setelah membayar belanjaan sang istri Henry membawa Henrietta keluar dari toko itu.


"Kau sudah berkeliling toko itu hampir satu jam, dan sebentar lagi makan siang ... Ayo kita cari restoran," ujar Henry.


"Kau ingin makan apa?" tanyanya pada sang istri.


"Apa saja," jawab Henrietta.


Henry memutuskan untuk membawa istrinya ke restoran Prancis yang memang ada di Mall tersebut.


Tentu saja restoran yang Henry pilih adalah restoran mewah dan mahal.


"Setelah makan siang, ayo kita susul anak-anak," ucap Henrietta.


"Baiklah, nanti aku akan telepon daddy," sahut Henry.

__ADS_1


__ADS_2