PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #72


__ADS_3

"Rietta!!" panggil Emma sambil berjalan cepat menuju menantunya.


Di belakang Emma ada Elijah yang menggendong Maisie dan Asher yang berada di samping sang kakek.


Henrietta memalingkan tubuhnya dan melihat mertua serta kedua ananya sedang berjalan kearahnya.


"Kau baik-baik saja? Henry bilang kalian ada di rumah sakit dan kami langsung kemari," kata Emma setelah tiba di depan menantunya itu.


"Aku baik-baik saja, mom," sahut Henrietta.


"Dimana Henry?" tanya Elijah karna tak mendapati putranya itu bersama Henrietta.


"Dia sedang di bersama dokter untuk melakukan pendonoran darah," jawab Henrietta.


"Mommy, tangan mommy luka?" tanya Asher yang khawatir dengan tangan sang ibu yang di perban.


"Hanya luka kecil, dan akan sembuh dengan cepat," sahut Henrietta dan tersenyum agar putranya tidak terlalu khawatir pada dirinya.


"Henry melakukan donor darah untuk siapa?" tanya Emma.


"Untuk seorang gadis yang sudah menyelamatkanku," jawab Henrietta.


"Oh God!! Apakah dia baik-baik saja?" tanya Emma yang mulai khawatir.


"Kami belum tahu pasti, dokter hanya bilang dia kekurangan banyak darah dan akan di operasi," sahut Henrietta.


"Semoga dia baik-baik saja," ucap Emma.


Emma duduk di kursi tunggu dan begitu pun dengan Henrietta yang ikut duduk di samping ibu mertuanya.

__ADS_1


"Apa kalian sudah mencaritahu siapa yang melakukan ini? Daddy rasa ini di lakukan dengan sengaja," kata Elijah.


"Henry sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya," sahut Henrietta.


"Kalau begitu masalah ini biar daddy yang urus, kalian fokuslah pada gadis itu," kata Elijah.


"Terima kasih, dad," ujar Henrietta.


"Tak perlu berterima kasih, daddy akan melakukan apapun untuk keselamatan keluarga daddy," kata Elijah.


Asher duduk di samping sang ibu dan memegang tangan ibunya.


Henrietta melihat kearah putranya dan tersenyum padanya.


"Setelah ini pulanglah dan ganti bajumu, biar mommy dan daddy yang menunggu disini," kata Emma.


"Yang di katakan mommy benar, bawa juga anak-anak bersama kalian, tak baik jika mereka terlalu lama di rumah sakit," timpal Elijah.


"Tentu saja tidak apa-apa. Sekarang dia juga tanggung jawab kami karna sudah menyelamatkanmu," sahut Emma.


Dan tak lama kemudian Henry datang.


"Mom, dad? Kapan kalian datang?" tanya Henry.


"Baru saja," jawab Elijah yang masih menggendong Maisie.


"Sayang kemarilah, kakek pasti lelah menggendong mu terus," ujar Henry dan mengambil alih Maisie dari gendongan ayahnya.


"Apa yang dokter katakan padamu?" tanya Henrietta.

__ADS_1


"Gadis itu mengalami pendarahan karna pecahnya pembuluh darah yang ada di otaknya akibat kecelakan itu, dan kemungkinan beberapa tulang kaki dan tangannya ada yang patah, dokter akan memeriksa lagi kondisinya setelah dia sadar, dan untuk sekarang mereka akan mengoperasinya," tutur Henry.


"Berapa usianya?" tanya Emma.


"Mungkin sekitar tujuh belasan," jawab Henry yang hanya bisa menebak-nebak.


"Oh ya ampun kasihan sekali dia," ujar Emma yang mulai mengeluarkan air matanya.


"Kau sudah memberitahu keluarganya?" tanya Elijah.


"Aku masih mencarinya, karna dia bukan berasal dari Amerika," sahut Henry.


"Kita juga akan bertanya langsung padanya setelah dia sadar nanti," ucap Henry.


"Sekarang bawa pulang Rietta dan juga anak-anakmu, dia harus mengganti bajunya dan kalian bisa kembali kemari," kata Emma.


"Biar daddy dan mommy yang menunggu disini, daddy akan mengabari-mu jika operasinya sudah selesai," ujar Elijah.


"Baiklah," kata Henry.


"Ayo, Honey!! Kau harus menganti pakaianmu dulu," kata Henry.


"Aku pulang dulu, mom," ucap Herietta dan memeluk ibu mertuanya.


"Hmm ... Hati-hati," sahut Emma.


"Jangan mengebut Henry," ujar Elijah.


"Iya dad," sahut Henry.

__ADS_1


Henry pun membawa anak dan istrinya untuk pulan terlebih dahulu, dan akan kembali lagi nanti.


__ADS_2