PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #28


__ADS_3

Henrietta sudah bersiap untuk menemui Henry di cafe dekat perusahaan pria itu.


Dia akan mengemudikan sendiri mobilnya, karna setelah bertemu dengan Henry dia akan menemui Lucy.


"Della kau akan pergi kuliah?" tanya Henrietta kebetulan berpapasan dengan Della di ruang tamu.


Della juga sudah mengganti seragam pelayannya dengan pakaian baisa.


"Iya nyonya," jawab Della.


"Kalau begitu kau bisa ikut denganku, bukankah kampusmu satu arah dengan perusahaan Henry," ujar Henrietta.


"Tidak perlu nyonya, saya akan naik angkutan umum saja," tolak Della dengan sopan.


"Kalau kau naik angkutan umum, kau harus berjalan sampai di persimpangan jalan, dan itu terlalu jauh," pungkas Henrietta.


"Ayo! Ikut denganku saja," paksa Henrietta.


Seketika Henrietta langsung menarik tangan Della, karna terlalu banyak diam dan sangat lambat.


Henrietta membawa Della keluar mansion yang dimana sudah ada mobil milik Henrietta yang sebelumnya sudah di persiapkan oleh penjaga.


Sebenarnya mobil itu adalah hadiah dari Henry saat pernikahan mereka menginjak lima bulan.


"Masuklah," titah Henrietta.


Della tak bisa lagi menolak kemauan nyonya-nya itu, saat dia akan masuk kedalam mobil tiba-tiba dari arah gerbang ada sebuah mobil yang menghampiri mereka.


Mobil itu berhenti tepat di samping mobil Henrietta.


Henrietta dan Della terlihat memperhatikan pria yang keluar dari mobil sport itu.


Henrietta seketika memperhatikan raut wajah Della yang tampak terkejut.


"Leo! Ada urusan apa kesini?" tanya Henrietta.


"Saya kesini untuk menjemput Della," jawab Leo.


"Menjemput Della? Ah, kalau begitu kau bisa pergi bersamanya Della," pungkas Henrietta.


"Ti-tidak perlu, saya akan pergi dengan nyonya Rietta," tolak Della langsung.


"Tidak baik menolak ajakan seseorang Della, apalagi Leo sudah jauh-jauh datang kesini," ujar Henrietta menyembunyikan senyum senangnya dalam hati.


"Tapi nyonya--"


"Kau bisa terlambat ke kampus Della, bye ..." ujar Henrietta yang sudah masuk kedalam mobilnya dan melakukannya dengan cepat meninggalkan dua orang itu depan mansionnya.


Sementara itu Della hanya berdiam diri saja tanpa ada pergerakan sama sekali.


"Ayo! Aku akan mengantarmu," Leo hendak menarik tangan Della, tapi Della langsung mencegahnya.


"Kenapa kau kemari?" tanya Della.


"Aku hanya ingin," jawab Leo santai.

__ADS_1


"Sekarang masuklah," ujar Leo tidak sabaran.


Dia sudah membukakan pintu mobilnya, tapi Della kunjung masuk. Alhasil Leo mendorong punggung Della dan memasukkannya dengan sedikit paksaan.


Sementara itu di dalam mobil Henrietta tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya memikirkan dua pasang manusia yang berada di mansionnya.


"Leo terlalu kaku untuk Della yang pemalu, tapi mereka sangat manis," greget Henrietta.


Henrietta melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, untuk mengisi keheningan di dalam mobil Henrietta bahkan menyetel musik dan sesekali akan ikut bernyanyi.


Henrietta memarkirkan mobilnya tak jauh dari cafe yang akan dia datangi.


Dia keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke cafe tersebut.


Suasana cafe yang tidak begitu ramai membuat suasananya sedikit lebih tenang.


Henrietta memilih tempat duduk dekat jendela, agar Henry datang dia bisa melihatnya, dia juga mengirim pesan pada Henry untuk memberitahukan jika dia sudah sampai.


Dia juga akan memesan makanan jika Henry sudah datang.


*


*


Di perusahaan Henry terlihat sibuk dengan beberapa berkas yang ada di atas mejanya.


"Aku ingin membuat sebuah resort di pulau ini," tunjuk Henry pada sebuah denah lokasi sebuah pulau pada Owen.


"Untuk umum?" tanya Owen.


"Aku ingin proses pembangunannya di lakukan setelah musim dingin," lanjutnya.


"Baik tuan," balas Owen.


Karna tidak ada yang ingin di katakan lagi akhirnya Owen pamit undur diri dan keluar dari ruangan Henry.


Sesaat setelah Owen keluar, ponsel Henry berbunyi dia membuka ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari istrinya.


Setelah membalas pesan itu, Henry merapikan dokumennya dan juga merapikan pakaiannya.


Dia berjalan meninggalkan ruangnya.


"Jika ada yang mencariku bilang bahwa aku sedang sibuk dan bertemu orang penting," ujar Henry pada sekretaris barunya.


"Baik tuan," jawab sekretaris wanita itu dengan patuh dan sopan.


Henry kembali melanjutkan jalannya menuju kearah lift khusus CEO, dia menekan lantai satu yang di mana adalah lobby.


Ting ...


Pintu lift terbuka, Henry keluar dari dalam lift dan berjalan dengan gagahnya meninggalkan perusahaannya dengan berjalan kaki.


Karna letak cafe yang akan dia datangi tepat berada di sebrang perusahaannya.


Dari kejauhan Henrietta dapat melihat kedatangan suaminya yang semakin dekat dengan cafe.

__ADS_1


Dia menyunggingkan senyum senangnya saat melihat Henry masuk kedalam cafe.


"Kau sudah dari tadi?" tanya Henry setelah sampai di depan Henrietta.


"Tidak, aku baru saja sampai," jawab Henrietta.


Henry melihat pakaian yang di kenakan oleh istrinya.


"Sudah kubilang jangan memakai pakaian tipis, udara di luar semakin dingin," ujar Henry.


Dia melepaskan jas yang melekat di tubuhnya dan memakaikannya di bahu sang istri.


Henrietta hanya dapat menahan senyumnya saat melihat perhatian yang di berikan Henry padanya.


"Duduklah, aku sudah lapar," rengek Henrietta.


Lantas Henry mendudukkan dirinya di depan sang istri dan mereka pun mulai memesan makanan.


Dari kejauhan terlihat beberapa pegawai Henry yang juga makan disana dan melihat itu semua, mereka mulai menggosipkan bos mereka yang sedang makan siang dengan wanita cantik.


"Setelah dari sini kau akan kemana lagi?" tanya Henry di sela-sela makannya.


"Menemui Lucy," jawab Henrietta dengan mulut yang masih mengunyah makanannya.


"Kunyah dan telan dulu sebelum menjawab pertanyaanku," tegur Henry.


"Sorry," balas Henrietta setelah menelan makanannya.


"Jangan pulang terlalu malam," Henry memberi peringatan pada istrinya.


"Aku tahu," jawab Henrietta.


Henrietta terlihat menikmati waktu makan siangnya dengan suasana hati yang senang.


Henry melihat ada sedikit noda di ujung bibir Henrietta.


"Kau seperi anak kecil ... Sangat tidak cocok dengan gaya berpakaian mu, makan dengan perlahan saja," pungkas Henry setelah mengusap noda di bibir sang istri.


Bibir Henrietta terlihat menggerutu setelah mendengar Henry yang mengejek caranya makan.


Dan itu malah terlihat lucu di mata Henry.


Dia malah mendekatkan tubuhnya kedepan dan mengecup bibir Henrietta agar berhenti menggerutu.


"Berhentilah menggerutu dan lanjutkan makanmu," ujar Henry menyunggingkan senyumannya.


Henrietta kembali melanjutkan sesi makannya yang sempat tertunda karna Henry menciumnya di depan umum.


Dan itu juga di lihat oleh pegawai Henry yang masih berada disana.


Dan momen itu juga di manfaatkan oleh seseorang yang berada di kejauhan, dia memotret saat Henry mencium Henrietta dan mengirimkannya pada orang yang menyuruhnya.


Setelan acara makan siang usai Henry pamit untuk kembali ke perusahaannya.


"Aku pergi, jangan terlalu lama berada di rumah temanmu ... Mungkin aku akan pulang sedikit malam. Jadi, jangan menunggu dan tidurlah lebih dulu," ucap Henry sambil mengecup pucuk kepala Henrietta.

__ADS_1


Sedangkan Henrietta hanya menganggukkan kepalanya dan menyunggingkan senyum manisnya.


__ADS_2