PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #30


__ADS_3

Dari kejauhan Henry melihat Henrietta yang sedang berbicara dengan seorang pria yang dia kenal, mereka terlihat sangat serius dalam mengobrol.


Lantas Henry menghampiri dua orang tersebut dan berdiri di samping Henrietta.


"Sepertinya kalian sangat serius mengobrol," ujar Henry yang seperti sindiran.


"Tidak juga, kami hanya kebetulan bertemu," timpal Henrietta.


"Apa kabar tuan Henry," sapa pria yang tadi mengobrol dengan Henrietta.


"Kabar saya sangat baik tuan Aiden," balas Henry.


"Semoga anda bisa menikmati pestanya," ujar Aiden.


"Tentu saja! Adik anda sangat tahu cara membuat pesta," ucap Henry menyunggingkan senyum miringnya.


Sedangkan Henrietta hanya melihat tingkah laku dua pria yang ada di depan dan di sampingnya dengan pandangan bingung.


"Kapan anda akan menikah tuan Aiden?" tanya Henry.


Pria yang di panggil Aiden itu pun hanya bisa terkekeh dan menjawab pertanyaan Henry.


"Aku masih mencari wanita yang cocok untukku," ujar Aiden dengan sorot mata seolah tertarik pada Henrietta dan tersenyum pada wanita itu.


Henry yang melihat pandangan Aiden terarah pada istrinya pun langsung membawa wanita kedalam rengkuhannya.


"Oh ya ... Apakah nona cantik ini datang bersama anda?" tanya Aiden dan lagi-lagi memandang Henrietta.


"Ya ... Dia istriku," kata Henry dengan menekan kata istri di akhir kalimatnya.


"Benarkah? Kupikir nona ini belum ada yang punya, maka dari itu saya mendekatinya," ujar Aiden seolah sengaja memanas-manasi Henry.


Henrietta yang sadar situasi sudah tak kondusif pun berniat untuk membawa Henry pergi dari hadapan Aiden.


"Ayo kita kesana, aku lapar ..." ujar Henrietta menunjuk deretan meja yang penuh dengan aneka makanan.


"Kalau begitu kami permisi tuan Aiden," ujar Henrietta memberikan senyum manisnya.


"Ya ... Sampai bertemu lagi," sahut Aiden.


"Sudah kubilang jangan tersenyum seperti itu di hadapan orang lain," pungkas Henry yang kentara tak suka.


"Lalu aku harus apa? Memasang wajah masam?" ujar Henrietta yang kesal sendiri.


Saat mereka akan berjalan kearah area makanan dan minuman tiba-tiba ada yang memanggil Henrietta.


"Rietta ..." panggil suara pria yang tak jauh dari hadapan mereka.


"Dia lagi," cibir Henry.


Henrietta menyikut lengan suaminya agar berhenti bicara.


"Aku merindukanmu," ujar pria yang ternyata Luke dengan riang, dia hampir memeluk Henrietta tapi langsung di cegah oleh Henry.

__ADS_1


" Kau tidak boleh memeluknya! Kau tidak lihat wanita yang ada di belakangmu," kata Henry.


"Pacar baru lagi, heh ..." ujar Henrietta yang juga ikut mencibir Luke.


"Sudah berapa kali untuk bulan ini kau mengganti pacar?" tanya Henrietta.


"Dia yang paling lama, tiga bulan," balas Luke dan memperkenalkan kekasih barunya.


Saat mereka sedang sibuk mengobrol tiba-tiba suasana pesta berubah, musik klasik mengalun indah mengisi pesta tersebut.


Lampu-lampu berubah menjadi lebih temaram dan terkesan lebih romantis.


"Benar-benar selera Lucy,"


Henrietta tersenyum menatap setiap pasangan yang mulai memasuki lantai dansa.


Henry mengalihkan perhatiannya pada sang istri yang sedang melihat para pasangan yang berdansa.


"Mau berdansa denganku?" bisik Henry tepat di dekat telinga Henrietta.


Henrietta melihat kearah Henry yang sedang menatapnya.


"Tentu," jawab Henrietta.


Henry mengulurkan tangannya pada Henrietta, dengan senang hati Henrietta pun membalas uluran tangan Henry.


Mereka berjalan beriringan menuju lantai dansa dan bergabung dengan yang lain.


Mereka berdansa mengikuti alunan musik yang terdengar indah di pendengaran Henrietta.


"Sepertinya kau sangat menyukai musik klasik," ujar Henry.


"Mm ... Aku sangat menyukainya," sahut Henrietta.


Pandangan mereka saling beradu, Henry menyelami mata biru Henrietta yang seperi menghipnotis dirinya.


"Seperti apa pernikahan impianmu?" tanya Henry.


Entah mengapa Henry sangat ingin bertanya seperti itu pada Henrietta.


Henrietta menatap dalam mata hitam Henry. "Pernikahan sederhana, hanya ada keluarga dan sahabat dekatku saja, dan di tepi pantai saat matahari akan tenggelam," jawab Henrietta.


Henry mendengar dengan jelas perkataan Henrietta dan menyimpannya di dalam otaknya.


' kalau begitu tunggulah sebentar lagi,' batin Henry menatap dalam mata Henrietta.


Dia menyatukan keningnya dengan kening Henrietta dan semakin mendekatkan dirinya pada sang istri, bahkan tubuh mereka sudah hampir saling memeluk.


"Haruskah kita pulang sekarang?" bisik Henry tepat di bibir Henrietta.


"Mm ..." gumam Henrietta dan menganggukkan kepalanya.


Seolah mendapat lampu hijau dia langsung membawa Henrietta pergi dari pesta itu.

__ADS_1


Lucy yang berpapasan dan akan menghentikan Henrietta pun, di abaikan oleh Henry.


"Ada apa dengan pria itu," gumam Lucu kesal pada Henry yang membawa pergi sahabatnya.


Sementara itu Henry sudah menghubungi sopir nya untuk segera bersiap.


Dan saat mereka sudah berada di depan hotel mobil Henry sudah siap mengantar mereka pulang.


Henrietta langsung masuk kedalam setelah pintunya di bukakan oleh Henry, dan di susul oleh Henry dari pintu yang sama.


Henry langsung menekan tombol dan seketika sekat muncul dan memisahkan antara kursi penumpang dan kursi depan mobil.


Henry langsung mengangkat Henrietta dan mendudukkannya di atas pangkuannya.


Otomatis gaun Henrietta yang terdapat belahan semakin terbuka lebar dan memperlihatkan pahanya.


Henry mengelus paha terbuka Henrietta, mengusapnya naik turun.


"Ki-kita lakukan dirumah saja," ujar Henrietta gugup.


Dia malu jika nanti suaranya akan terdengar oleh sopir yang mengemudikan mobil mereka.


"Terlalu lama," jawab Henry dengan suara beratnya.


Henry mulai mencium bibir Henrietta dengan rakus, Henrietta yang mendapat serangan mendadak itu pun terkesiap.


Tapi pada akhirnya dia dapat membalas ciuman panas Henry.


Henry menurunkan tali gaun istrinya yang tipis, dia mengecup bahu mulus sang istri, tangannya terus saja mengusap paha Henrietta yang terbuka.


Sedangkan tangan kedua tangan Henrietta memeluk bahu dan leher Henry, sesekali Henrietta akan meremas rambut Henry jika pria itu mengecup leher jenjangnya.


Sesekali Henrietta akan melenguh merasakan usapan dan kecupan Henry di tubuhnya.


Bahkan gaun atas Henrietta sudah hampir lepas dan semakin turun memperlihatkan dadanya.


Sementara sang sopir hanya memfokuskan pandangannya kejalanan, dia bahkan menyetel musik untuk berjaga-jaga agar tak mendengar suara dari kedua majikannya.


Dia seolah-olah menulikan pendengarannya dari kursi belakang.


Tidak lama kemudian mobil yang membawa Henry dan Henrietta memasuki halaman mansion Henry.


mobil berhenti tepat di depan pintu masuk mansion.


Henry melihat penampilan istirnya yang sudah acak acakan, gaun yang sudah turun kebawah memperlihatkan si kembar yang menonjol kearahnya.


Henry tersenyum menatap istrinya, dia mengecup bibir Henrietta sekali lagi.


Henry melepaskan jas yang masih melakat di tubuhnya dan memakaikannya pada Henrietta guna menutupi tubuh wanita itu.


Henry juga membenarkan rambut Henrietta yang sedikit berantakan.


Henry keluar lebih dulu, dia menggendong Henrietta ala bridal style dan membawanya masuk kedalam mansion.

__ADS_1


__ADS_2