PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #73


__ADS_3

"Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Henrietta.


Saat ini mereka semua sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah.


"Semoga saja," sahut Henry.


Henry membuka ponselnya karna ada pesan masuk dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk menyelidiki kecelakaan tadi.


"Brengsek!!" umpat Henry setelah membaca isi pesan itu.


"Honey, ada anak-anak disini," tegur Henrietta, karna Henry mengumpat di depan kedua anaknya.


"Sorry, honey," ucap Henry.


"Ada apa?" tanya Henrietta.


Henry melihat kedua anaknya yang sedang duduk di kursi belakang mobilnya.


"Akan aku ceritakan di rumah nanti," sahut Henry.


Henry sedikit mempercepat laju mobilnya agar mereka cepat sampai di mansion.


Henrietta tak bertanya lagi adan akan menunggu Henry untuk menjelaskannya nanti.


*


*


Setelah tiba di mansion, Henry langsung menyuruh kedua anaknya untuk masuk ke kamar mereka masing-masing.


Sementara Henry membawa istrinya masuk ke kamar mereka berdua.


"Apa yang terjadi?" tanya Henrietta saat Henry menutup pintu kamar.


"Apakah pesan dari daddy atau mommy?" tanya Henrietta lagi.


"Bukan," sahut Henry.


"Lalu? Jangan membuat aku untuk menebaknya," kata Henrietta tidak sabaran.

__ADS_1


Henry terlihat menghembuskan napasnya dengan berat.


"Kecelakan itu adalah ulah Dorothy," kata Henry langsung pada inti masalahnya.


Henrietta menutup mulutnya karna saking terkejutnya.


Dia tahu jika Dorothy memang tidak pernah menyukainya dan juga mendiang ibunya. Tapi, Henrietta tak menyangka jika Dorothy akan seberani itu untuk membunuhnya.


"Aku akan memberikannya pelajaran," kata Henry dengan geram.


Tindakan Dorothy itu sangat salah dan dia sedang membangunkan jiwa iblis Henry karna sudah berani mengusik miliknya.


"Aku tahu jika dia memang tidak menyukaiku, tapi aku tak menyangka jika dia akan seberani itu untuk membunuhku," kata Henrietta.


"Dia bisa melakukan apapun, apalagi ini menyangkut dengan anaknya," ujar Henry.


"Anak dan ibu pasti memiliki sifat yang tak berbeda jauh," ucapnya yang menebak jika Julia juga akan melakukan hal yang sama.


"Aku khawatir dengan anak-anak," kata Henrietta.


"Aku pasti akan menjaga dan melindungi kalian, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada anak-anak seujung rambut pun," janji Henry.


Henry membawa Henrietta kedalam pelukannya dan menenangkan istrinya itu.


"Anak-anak akan baik-baik saja, mereka anak yang pintar, dan aku akan melindungi mereka," kata Henry.


Henry mengelus surai halus istrinya dan mengecup pucuk kepalanya.


Henrietta membalas pelukan Henry dengan tak kalah eratnya.


"Berjanjilah padaku bahwa kau akan melindungi mereka apapun yang terjadi, mereka adalah prioritas utamamu," kata Henrietta.


"Tidak!! Kalian bertiga adalah prioritas utamaku," ralat Henry.


Henrietta melepaskan pelukan mereka berdua dan menatap sendu wajah Henry.


Cup ...


Henry mengecup bibir sang istri dan menghapus air mata yang mengalir di pipi putih sang istri.

__ADS_1


"Jangan menangis, aku tak suka jika kau menangis," kata Henry.


"Anak-anak akan memarahiku karna membuat ibunya menangis," ucap Henry.


Henrietta tersenyum dan menghapus air matanya.


"Aku akan melihat anak-anak dulu," kata Henrietta.


Henry mengangguk dan mencium bibir Henrietta, sebelum wanita itu keluar dari kamar mereka.


Setelah memastikan Henrietta keluar, Henry menghubungi Owen.


"Aku ingin kau menghancurkan perusahaan milik Marco Sergei, buat perusahaan itu sehancur-hancurnya dan ancam semua perusahaan yang berani membantunya," kata Henry dengan dingin.


"Baik tuan," sahut Owen tanpa banyak bertanya lagi.


Setelah menghubungi asisten, Henry kemudian menghubungi anak buahnya.


"Buat wanita tua itu merasakan apa yang di lakukannya pada istriku," kata Henry.


"Baik tuan," sahut anak buah Henry dari sebrang telepon.


Setelah Henry mematikan panggilannya, bertepatan dengan itu Henrietta masuk kedalam kamar.


"Kau menghubungi siapa?" tanya Henrietta.


"Owen," jawab Henry.


"Aku ingin mandi," kata Henrietta berjalan kearah kamar mandi.


"Perlu ku temani?" goda Henry.


"Kita akan lama berada di kamar mandi jika kau ikut," sahut Henrietta.


"Anak-anak sedang apa?" tanya Henry.


"Mereka tidur, mungkin terlalu lelah karna seharian ini berada di luar," jawab Henrietta.


Henry tak bertanya lagi, dan Henrietta masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2