PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #75


__ADS_3

Sudah tiga hari berlalu sejak insiden tabrakan itu terjadi, pesta pernikahan Henrietta dan Henry yang harusnya berlangsung tiga hari lagi juga terpaksa di tunda.


Dan kondisi gadis yang di ketahui bernama Olivia itu juga masih dan tak menemukan tanda-tanda akan kesadarannya.


Akan tetapi, Henry dan Henrietta beserta kedua orang tuanya terus memantau dan menjaga kondisi gadis itu.


Keluarga Henrietta yang ada di Spanyol juga sudah tahu mengenai kejadian itu, apalagi target awalnya adalah Henrietta, dan tentu saja Jared dan Stev selaku kakek dan paman Henrietta sangat marah.


Dan siang ini Henrietta sedang bersantai di ruang keluarga sembari menonton televisi dan mengawasi kedua anaknya yang sedang berenang.


"Mom, Asher selalu menarik kakiku di dalam air," teriak Maisie mengadu pada sang ibu.


"Panggil aku kakak, Maisie," ralat Asher membenarkan panggilan untuknya.


"Ash, jangan ganggu adikmu," ucap Henrietta.


"Dasar pengadu," kata Asher dengan wajah datarnya.


Sementara Maisie hanya mencebik dan menjulurkan lidahnya mengejek saudara kembarnya.


Lalu, Henry muncul dan berjalan menghampiri kedua anak kembarnya.


"Kapan kalian akan naik dan selesai berenang? Kalian sudah terlalu lama berada di dalam air," kata Henry pada kedua anaknya.


"Sebentar lagi, dad," sahut Maisie.


"Daddy mau berenang bersama kita?" tanya Asher.


"Tidak, son. Daddy akan bersama mommy-mu saja," sahut Henry.


"Daddy tak seru," kata Maisie.


Henry hanya mengedikan bahunya saja dan berjalan mendekati sang istri yan sedang duduk di sofa ruang keluarga yang tak jauh dari kolam, bahkan dari arah ruang keluarga mereka bisa melihat area kolam yang hanya di batasi oleh kaca jendela besar.


Cup ...


Henry mengecup pucuk kepala sang istri dan duduk di sampingnya.


"Mereka sudah terlalu lama di dalam air," kata Henry.


"Sebentar lagi mereka juga akan naik," sahut Henrietta yang masih pada acara di televisi.


Namun tiba-tiba acara televisi yang dia tonton berganti menjadi acara berita, dan di dalam berita itu menampilkan sebuah kecelakaan mobil, hingga mobil tersebut hampir terperosok kedalam jurang.


Dan yang membuat Henrietta terkejut adalah, orang yang berada dalam kecelakaan tersebut.


Henrietta langsung menatap suaminya.

__ADS_1


"Henry," kata Henrietta.


"Mungkin itu adalah balasan untuknya," ujar Henry.


"Kau yang melakukannya?" selidik Henrietta.


Henry terkekeh dan menatap dalam mata istrinya.


"Tentu saja bukan aku, mungkin itu memang benar-benar kecelakaan, kau tidak dengar beritanya, honey?" elak Henry.


Di dalam berita tersebut jika kecelakaan itu terjadi pada malam hari, dan di jalan tersebut memang sedang ada perbaikan jalan, dan mobil yang Dorothy kemudikan tak sengaja menabrak truk yang lewat.


"Kau ingin melihatnya?" tanya Henry.


"Untuk apa aku melihatnya? Untuk melihat tatapan tajam ayahku dan juga anak mantan tunanganmu," kata Henrietta yang di akhir kalimatnya ada sedikit sindiran pada suaminya.


"Oh honey, kau masih saja membahas masalah ini? Itu bahkan sudah berlalu lama," ucap Henry.


"Tetap saja aku kesal jika mengingat kau pernah menjalin hubungan dengannya," pungkas Henrietta.


"Kau sepertinya sedang datang bulan, honey. Suasana hatimu sering berubah-ubah," kata Henry.


"Aku memang sedang datang bulan," sahut Henrietta.


"Oh God ... Jadi, aku tak akan mendapat jatahku malam ini?" tutur Henry.


"Kau tega pada suamimu ini, hmm?" ucap Henry dan mencium wajah Henrietta bertubi-tubi.


Henry tak melepaskan ciumannya dari wajah Henrietta hingga membuatnya tertawa geli.


"Stop Henry," ujar Henrietta menahan tawanya.


"Ini hukuman untukmu," sahut Henry yang terus menciumi wajah sang istri.


Hingga ....


"Mom, dad," ujar Maisie yang seketika membuat Henry menghentikan aksinya pada Henrietta.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Maisie dengan wajah polosnya.


Henrietta dan Henry menatap keduanya anaknya yang sudah selesai berenang.


"Daddy sedang menghukum mommy," jawan Henry


"Apa mommy nakal sehingga daddy menghukumnya?" tanya Maisie lagi.


"Hmm, maka dari itu Maisie tak boleh nakal," sahut Henry dan di angguki oleh Maisie.

__ADS_1


Lalu, pandangan Henrietta jatuh pada lantai yang basah karna putrinya tidak memakai handuknya.


"Oh God, baby. Kenapa kau tidak memakai handuk mu?" ujar Henrietta yang lantas langsung beranjak dari duduknya dan mengambil handuk untuk putrinya.


Henrietta memakaikan handuk itu pada tubuh Maisie dan menggosok-gosok rambutnya yang basah.


"Ayo, cepatlah ke kamar dan bersihkan tubuhmu," ujar Henrietta.


"Dimana Asher?" tanya Henry.


"Ash, sudah lebih dulu ke kamarnya, dad," sahut Maisie.


"Dan kau juga harus ke kamarmu, atau kau akan masuk angin nanti," ujar Henrietta.


"Aku akan ke kamar Maisie dulu," kata Henrietta pada Henry dan di angguki oleh pria itu.


Setelah istrinya pergi, Henry langsung mengubungi anak buahnya.


"Aku ingin dia mati, aku ingin dia benar-benar lenyap dari pandangan istriku," kata Henry pada orang di ujung telepon.


"Baik tuan," sahut orang tersebut.


Henry langsung mengakhiri panggilannya dan kembali menatap kearah televisi yang masih memberitakan kecelakaan yang di alami Dorothy.


"Semakin sedikit orang yang membenci istriku, maka semakin bagus," gumamnya dengan mata tajam mengarah pada televisi.


*


*


Sementara itu di dalam kamar, Henrietta tengah membantu putrinya yang berada di kamar mandi.


"Mom, apa kalian akan ke rumah sakit lagi?" tanya Maisie.


"Hmm," sahut Henrietta.


"Bolehkan aku ikut? Aku ingin melihat kakak yang tidur itu," ujar Maisie.


"Tak bisa, rumah sakit tak baik untuk anak-anak. Bukankah kakek dan nenek akan kemari? Alice dan Crystal juga akan kemari," kata Henrietta.


"Tapi, apa nanti aku boleh melihatnya?" tanya Maisie lagi.


"Ya, tapi setelah kakak itu bangun," jawab Henrietta.


"Dan sekarang bersiaplah," kata Henrietta setelah Maisie selesai mandi.


Henrietta memilihkan pakaian yang akan di kenakan oleh putrinya di dalam walk in closet miliknya.

__ADS_1


Henrietta menunggu sang putri bersiap dan setelah itu mereka turun ke bawah dan ternyata disana sudah ada Asher yang juga sudah membersihkan dirinya dan mengganti bajunya.


__ADS_2