
"Halo mom," kata Henry yang mengangkat telepon dari sang ibu.
"Kalian jadi kemari? Kenapa lama sekali," sahut Emma.
"Aku tak bisa kesana mom, aku ada di rumah sakit sekarang," ujar Henry.
"Rumah sakit? Apa yang terjadi?" sahut Emma yang merasa terkejut.
"Ada apa Henry? Kenapa kalian bisa ada di rumah sakit," kata Elijah, yang mengambil alih telepon itu dari istrinya.
"Rumah sakit mana? daddy dan mommy akan kesana, dimana Rietta?" tanya Elijah
"Dokter sedang mengobati lukanya," jawab Henry.
"Luka? Oh God, daddy akan kesana sekarang," kata Elijah dan langsung mengakhiri panggilan teleponnya.
Henry mengirim lokasi rumah sakit pada sang ayah dan menyusul Henrietta yang sedang di obati oleh dokter.
"Apakah lukanya parah?" tanya Henry pada dokter yang menangani Henrietta.
"Tidak, istri anda hanya lecet dan sedikit memar saja, mungkin karna benturan pada aspal jalan," sahut dokter tersebut.
"Apa ada yang sakit, honey?" tanya Henry pada istrinya.
"Tidak, hanya sedikit perih saja," sahut Henrietta.
"Sudah selesai, nanti saya hanya akan memberikan resep salep saja untuk menghilangkan bekasnya," kata dokter tersebut dan di angguki oleh Henry.
"Kalau begitu saya permisi dulu," pamit dokter tersebut dan meninggalkan Henrietta bersama Henry,.
"Kau yakin tak merasakan sakit apapun? Atau kita harus memeriksa bagian dalam tubuhmu," kata Henry yang begitu khawatir dan memastikan lagi setiap jengkal tubuh Henrietta.
"Aku tidak apa-apa, sungguh!! Aku hanya merasa perih saja," sahut Henrietta.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Henrietta.
__ADS_1
"Dokter masih memeriksanya dan mereka masih belum keluar dari UGD," kata Henry.
"Oh God ... Semoga dia baik-baik saja," ucap Henrietta dengan penuh harap.
"Kita akan bertanggung jawab atas dirinya sampai dia sembuh total," kata Henry.
Henrietta menganggukkan kepalanya dan setuju dengan ucapan suaminya.
"Dan anak buahku sedang mencari tahu siapa pengemudi mobil itu," kata Henry.
"Apa kau juga sudah mencaritahu identitas gadis itu?" tanya Henrietta.
"Anak buahku sedang menyelidikinya, kemungkinan gadis itu bukan berasal dari Amerika, dan kita juga akan bertanya langsung padanya nanti," jawab Henry.
"Dia sudah menyelamatkanmu, jadi untuk saat ini dia adalah prioritas kita sampai keluarganya di temukan," kata Henry.
Henrietta menganggukkan kepalanya dan memeluk pinggang Henry, kepalanya di sandarkan di dada bidang Henry.
"Aku berharap dia baik-baik saja," gumam Henrietta yang masih bisa di dengar oleh Henry.
"Ayo kita keluar, aku ingin menunggu dan melihatnya," kata Henrietta.
"Kau disini saja, dokter akan memberitahu kita jika pemeriksaannya sudah selesai," sahut Henry.
"Aku sudah baik-baik saja, aku hanya akan duduk dan tidak akan berlarian," ujar Henrietta bersikeras.
"Baiklah," pasrah Henry yang memang tidak pernah isa menolak kemauan sang istri.
Henry membantu Henrietta untuk berdiri.
"Apa aku perlu menyuruh perawat untuk mengambil kursi roda untukmu," kata Henry.
"Honey, aku bisa berjalan sendiri, dan kaki-ku baik-baik saja," ujar Henrietta.
"Aku hanya takut jika kakimu ada yang terkilir," sahut Henry.
__ADS_1
"Kau tidak dengar apa kata dokter tadi? Aku hanya lecet dan memar," kata Henrietta.
"Ayo, kita keluar," Henrietta menarik tangan Henry dan membawanya keluar.
Mereka berjalan menuju ruang UGD yang memang tidak jauh dari ruang perawatan Henrietta.
"Duduklah," perintah Henry.
Henrietta pun langsung menuruti perintah suaminya dan mendudukan dirinya di kuris tunggu yang ada di ruang UGD.
Lampu ruang UGD masih berwarna hijau, dan itu tandanya masih belum ada yang keluar dari sana.
Hingga tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruang UGD dan menghampiri Henrietta dan Henry, karna hanya ada mereka yang berada di sana.
Henry dan Henrietta langsung berdiri saat dokter itu menghampiri mereka.
"Dengan keluarga pasien?" tanya dokter tersebut.
"Iya," sahut Henry.
"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Henrietta.
"Begini, gadis itu kehilangan banyak darah karna kecelakaan yang di alaminya, dan kami sudah memakai stok darah yang tersisa padanya, tapi itu masih kurang dan dia memerlukan donor darah secepatnya. Karna kami akan segera mengoperasinya," kata dokter tersebut.
"Apa golongan darahnya?" tanya Henry.
"AB rhesus positif," jawab dokter tersebut.
"Golongan darah kami sama, aku akan mendonorkan darahku," ujar Henry.
"Baiklah, mari ikut saya. Anda harus di periksa terlebih dahulu," kata dokter tersebut.
Henry melihat kearah istrinya.
"Tunggulah disini," kata Henry dan di angguki oleh Henrietta.
__ADS_1
Henry pun mengikuti dokter tersebut, dan Henrietta tetap menunggu di depan ruang UGD.