
Setelah mendapat kabar dari salah satu anak buahnya jika Dorothy datang ke rumahnya, langsung saja membuat Henry menghentikan Meeting-nya dan pergi begitu saja.
Pria itu bahkan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar sampai di rumah.
Dan setelah sampai di mansionnya, Henry memarkirkan asal mobilnya dan berlari masuk kedam mansion.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Henry saat melihat istrinya muncul dari arah samping mansion.
"Aku baik-baik saja," sahut Henrietta.
Henry langsung saja menghampiri sang istri dan memeluknya.
"Aku dengar wanita tua itu kesini," ucap Henry yang masih memeluk Henrietta.
"Ya ... Kami hanya bicara saja," sahut Henrietta santai.
"Dia tak melukaimu kan? Atau anak-anak? Dimana mereka," ucap Henry panik.
"Tenanglah, oke? Kami baik-baik saja dan aku juga tidak apa-apa. Dan anak-anak sedang di kolam berenang," ucap Henrietta dengan wajah teduh yang mampu menangkan Henry.
"Aku hanya takut dia akan melukaimu dan anak-anak," ujar Henry.
"Dia tidak akan berani. Lagipula aku juga berbicara dengannya di gerbang utama," pungkas Henrietta.
"Aku akan mengambil pakaian renang untuk Maisie dan Alice, mereka ada di kolam renang jika kau ingin melihatnya," tutur Henrietta.
Sebelum pergi Henrietta mengecup bibir suaminya.
Cup ...
"Makan siang lah dulu, kau pasti meninggalkan pekerjaanmu tiba-tiba," ujar Henrietta.
Henrietta berjalan menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar putrinya.
Sedangkan Henry berjalan kearah kolam renang dimana putrinya yang sedang melihat Crystal dan Alice yang mencoba dekat dengan Asher.
"DADDY!" teriak Maisie cukup nyaring saat melihat keberadaan sang ayah.
"Ohh, baby ... Kecilkan suaramu itu, atau Crystal akan menangis karna terkejut," ujar Henry pada putrinya.
"Sorry, aunty," ucap Maisie meminta maaf pada Edith sambil memperlihatkan giginya yang putih.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang," sahut Edith.
Maisie beranjak dari tempatnya dan menghampiri ayahnya.
"Mommy bilang daddy akan pulang sore," ucap Maisie.
"Daddy rindu dengan kalian. Jadi, daddy pulang lebih cepat," kata Henry.
"Sepertinya Alice menyukai Asher," bisik Henry tepat di telinga sang putri.
Dan Maisie malah cekikikan karna merasa geli.
"Semua orang menyukai kakak," bisik balik Maisie.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Henrietta yang baru saja datang.
"Tidak ada, hanya urusan ayah dan anak perempuannya ... Iya kan baby?" ujar Henry.
"Iya mom," sahut Maisie dengan terkekeh pelan.
Henrietta berdecak kearah Henry dan menatap pria itu.
"Kau tidak sedang mengotori otak putriku kan?" selidik Henrietta.
Sementara Edith hanya tersenyum saja melihat kedua pasangan itu.
"Ini, berikan pada Alice," Henrietta memberikan pakaian renang itu pada putrinya.
"Ayo, temani aku makan siang," ucap Henry dan memegang tangan Henrietta.
"Kau sendiri saja, ada Edith disini, aku tak enak meninggalkannya sendirian," cegah Henrietta.
"Edith, boleh aku pinjam istriku sebentar?" tanya Henry pada Edith.
"Tentu saja boleh, tuan Henry," sahut Edith sambil tersenyum.
"See?" ujar Henry pada istrinya.
Dan Henrietta pun mengikuti Henry ke ruang makan.
"Dimana mommy?" tanya Henry karna tidak melihat keberadaan sang ibu.
__ADS_1
"Pergi dengan temannya untuk melihat hotelmu yang akan di jadikan sebagai tempat pesta," jawab Henrietta.
"Kapan anak-anak mulai bersekolah?" tanya Henry lagi.
"Dua hari lagi, mengingat besok weekend," jawab Henrietta.
"Duduklah, aku akan menyiapkan makananmu," ucap Henrietta.
Henry mendudukan dirinya di kursi ruang makan dan menunggu Henrietta yang menyiapkan makan siangnya.
"Kau ingin jalan-jalan besok?" tanya Henry.
"Tidak, aku akan membantu mommy menyiapkan pestanya. Tapi, kau bisa bicara pada anak-anak, siapa tahu mereka mau jalan-jalan," sahut Henrietta dari arah dapur.
"Oh, ya ... Kau tak pulang bersama daddy?" tanya Henrietta.
"Tidak, daddy pergi bermain golf dengan temannya setelah dari perusahaan," jawab Henry.
Setelah selesai Henrietta menaruh makanan itu di depan Henry.
Sedangkan dirinya duduk di samping Henry sambil menunggu pria itu menyelesaikan makanannya.
"Kau tak makan?" tanya Henry.
"Aku sudah makan tadi," jawab Henrietta.
*
*
*
Setelah selesai bertemu dengan Henrietta, Dorothy langsung pulang ke rumahnya dengan perasaan marah.
"Dari mana saja kau semalam? Kau bahkan tak pulang kerumah," ujar Dorothy pada putrinya.
"Aku menginap di rumah teman," kilah Julia dan langsung berjalan masuk menuju kamarnya.
"Anak itu semakin lama semakin pembangkang," gumam Dorothy.
Dorothy mengambil ponselnya yang berbunyi dan mendapat pesan dari seseorang
__ADS_1
Setelah membacanya, wanita itu langsung menghubungi seseorang.
"Habisi wanita itu beserta anaknya," ucapnya dingin setelah panggilan itu tersambung.