PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #70 (revisi)


__ADS_3

Henry dan Henrietta berjalan keluar dari pusat perbelanjaan menuju ke basement sambil saling bergandengan tangan.


"Aku ingin membeli sesuatu untuk anak-anak, mommy dan daddy," kata Henrietta sambil mengayun-ayunkan tangannya yang di genggam Henry.


"Apa yang ingin kau beli?" tanya Henry.


"Aku akan memikirkannya di jalan," sahut Henry.


Setelah sampai di mobil Henry langsung membukakan pintu untuk sang istri.


"Thank you," kata Henrietta setelah duduk di dalam mobil.


Henry hanya tersenyum dan menutup pintu itu lagi, dia mengitari mobil dan membuka pintu lainnya, dan mendudukan dirinya di kursi kemudi.


Setelah memasang sabuk pengaman, Henry langsung menjalankan mobil itu dengan pelan.


Pandangan Henrietta terlihat fokus melihat toko-toko atau restoran yang mereka lewati.


"Honey, berhenti!" ujar Henrietta mendadak.


Dan sontak saja Henry langsung menginjak rem mobilnya dengan sangat mendadak.


"Honey! Apa yang baru saja kau lakukan?" kata Henry menatap sang istri.


"Sorry," ucap Henrietta.


"Aku hanya ingin membeli kue yang ada di toko itu," tunjuknya pada sebuah toko kue.

__ADS_1


"Tadi tokonya tak begitu terlihat jelas, maka dari itu aku memberhentikan-mu di depan tokonya langsung," ujarnya.


"Lain kali jangan seperti itu lagi, bagaimana kalau tadi di belakang kita ada mobil dan aku mengerem mendadak. Aku tak ingin sesuatu terjadi padamu," kata Henry.


"Oke honey, sorry," sahut Henrietta.


Cup ...


Henrietta mengecup bibir Henry sebagai permintaan maafnya.


"Kau tak perlu masuk, biar aku saja," kata Henrietta.


"Hmm ... Jangan terlalu lama," ujar Henry dan mendapat anggukkan dari Henrietta.


Herietta berjalan masuk kedalam toko kue itu, sementara Henry memperhatikannya dari dalam mobil.


Wanita dua anak itu terlihat sedang memilih beberapa kue yang di sukai oleh kedua anak dan juga mertuanya, Henrietta bahkan membeli beberapa camilan manis yang akan di makannya nanti di mobil.


Henry melihat kedatangan sang istri dan membuka pintu mobilnya.


"Aku ingin membeli kopi di sebrang jalan, kau tunggulah disini, honey," kata Henrietta.


Henrietta menyerahkan kue yang di belinya tadi pada Henry.


"Kita pergi bersama, aku akan mengantarmu," kata Henry yang hendak ke luar dari dalam mobil.


"Tak perlu, aku akan berjalan kaki saja kesana. Lagi pula hanya di sebrang jalan saja," sahut Henrietta.

__ADS_1


"Tapi kau harus menyebrang honey," ujar Henry.


"Aku akan hati-hati dan tunggulah disini" kata Henrietta.


Henry keluar dari mobil dan mengawasi Henrietta yang akan menyebrangi jalan raya.


Walau tak terlalu ramai, tapi tetap saja itu membuat Henry khawatir.


Henrietta memutuskan untuk menyebrang melalui zebra cross agar tak membuat suaminya khawatir.


Sembari menunggu, sesekali dia akan melihat kebelakang dan tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Henry yang sedang mengawasinya.


Setelah tak ada kendaraan yang lewat, Henrietta bersiap akan menyebrang jalan.


Dari jarak yang cukup jauh, Henry dapat melihat istrinya yang sedang menyebrang sambil menerima panggilan telepon.


Dari arah yang berlawanan muncul sebuh mobil yang melaju dengan sangat cepat menuju kearah Henrietta.


Henry membulatkan matanya dan berlari secepat yang dia bisa menuju kearah istrinya.


"RIETTA!" teriak Henry.


"Henrietta!!" panggilnya terus.


Karna mendengar namanya di panggil Henrietta memalingkan kepalanya dan seketika wajahnya menjadi pucat melihat mobil yang melaju cepat menuju kearahnya.


Tak ada waktu untuk menghindar, karna mobil itu melaju dengan sangat cepat, hingga ...

__ADS_1


"AWASSS!!!"


BRUKGGG ...


__ADS_2