
Henrietta membuka sedikit matanya guna menyesuaikan cahaya.
Henrietta terlihat meringis merasakan tubuhnya yang terasa remuk, dia memalingkan kepalanya dan melihat Henry yang masih tertidur sambil memeluknya.
Kini pandangan Henrietta jatuh pada dirinya sendiri, dia melihat tubuhnya yang sudah tidak memakai sehelai benangpun dan hanya di tutupi oleh selimut.
Dengan sangat perlahan Henrietta menyingkirkan tangan Henry yang memeluk perutnya.
Henry yang merasakan ada pergerakan dari Henrietta langsung mengeratkan pelukannya dan menelusupkan wajahnya di punggung telanjang Henrietta.
"Henry ... Lepas, aku mau ke kamar mandi," kata Henrietta sambil melepaskan tangan Henry.
Setelah tangan Henry terlepas, Henrietta hendak bangun dengan membawa selimut agar menutupi tubuh telanjangnya.
baru saja menginjakan satu kakinya di lantai, dia baru tersadar jika Henry juga sedang telanjang.
Dia mengurungkan diri dan berniat mengambil pakaiannya yang semalam. Tapi, pakaian itu sudah tidak berbentuk karna Henry merobeknya semalam.
Dia akhirnya mengambil kemeja Henry yang berada di kepala ranjang dan memakainya.
Baru saja berjalan satu langkah Henrietta sudah meringis merasakan perih di area sensitif-nya.
Dengan tertatih-tatih dia berjalan ke kamar mandi dan mengunci pintunya.
Henrietta memandangi dirinya sendiri di cermin kamar mandi.
Dia membuka kancing kemeja Henry dan melihat seluruh tubuhnya yang di penuhi tanda merah.
"Apa semalam kami baru saja melakukannya?" gumam Henrietta.
Dia menyentuh kedua pipinya yang memanas dan memerah karna malu mengingat kejadian semalam.
Henrietta mengisi bathtub dengan air hangat dan mencampurnya dengan wewangian kesukaannya, dan jangan lupakan lilin aromaterapi yang akan membuat Henrietta semakin rileks.
Sembari menunggu air penuh, Henrietta menggosok giginya terlebih dahulu.
Setelah air bathtub terisi penuh barulah Henrietta mamasukkan tubuhnya kesana.
Dia menyandarkan punggungnya di ujung bathtub dan memejamkan matanya.
Sementara itu di luar kamar mandi, tepatnya di atas ranjang, Henry membuka matanya.
Dia melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup, padahal istrinya sudah masuk dari tadi tapi belum juga keluar.
"Apa dia tertidur di kamar mandi," pikir Henry.
Dengan sangat terpaksa Henry bangun dari tidurnya, dia melihat jam yang menggantung di dinding kamarnya dan ternyata sudah jam 10, dan mereka sudah melewatkan sarapan.
Henry bangun dari ranjang dia berjalan kearah pintu kamar mandi tanpa memakai apapun.
Saat akan membukanya ternyata pintunya di kunci dari dalam.
Henry berjalan kearah walk in closet dan membuka sebuah laci dan mengambil salah satu kunci.
Dia kembali kearah pintu kamar mandi dan membukanya dengan mudah menggunakan kunci cadangan.
Henry masuk kedalam dan melihat istrinya yang sedang memejamkan matanya.
__ADS_1
Henrietta yang masih belum sadar pun masih menikmati waktu bersantainya.
Dia baru membuka matanya saat ada seseorang yang masuk kedalam bathtub.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Henrietta.
"Ikut berendam denganmu," jawab Henry santai
"Bagaimana kau bisa membuka pintunya," ujar Henrietta.
"Tentu saja dengan kunci cadangan," sahut Henry.
Henry menarik kaki jenjang Henrietta yang menyentuh pahanya agar lebih dekat dengannya.
"akhhhh ..." jerit Henrietta kaget karna Henry menarik kakinya.
Dan dengan seketika Henrietta sudah berada si dekat Henry.
Henry mengangkat Henrietta agar duduk di pangkuannya.
Henrietta seketika memelototkan matanya merasakan sesuatu yang tepat berada di bawahnya.
"Tu-turunkan aku," gugup Henrietta.
"Kenapa? Aku suka posisi seperti ini, biar aku menggosok tubuhmu," ujar Henry.
"Ti-tidak usah, aku bisa sendiri," tolak Henrietta.
"Bagaimana caranya kau bisa menggosok punggungmu," jawab Henry.
"Lalu, kenapa menggosok punggung harus seperti ini, lagi pula ini depan bukan punggung," balas Henrietta.
Pria itu mulai menggosok bagian depan Henrietta, sesekali Henrietta akan melotot kepada Henry karna tangan pria itu tidak bisa diam.
"Henry! Hentikan," kesal Henrietta.
"Kenapa?" jawab Henry yang meremas kedua gunung kembar milik istrinya.
"Apa yang kau lakukan?" kesal Henrietta menyingkirkan tangan suaminya.
"Memang kenapa? Aku sedang menggosok tubuhmu," jawab Henry.
"Itu bukan menggosok tapi kau memegangnya," ujar Henrietta.
"Kenapa kau jadi mesum sekarang," ucap Henrietta.
"Itu naluri laki-laki, baby ..." jawab Henry.
Dia membalik posisi Henrietta dengan paksa agar memunggunginya, tapi dengan Henrietta yang masih berada di atas pangkuannya.
Dia menggosok punggung telanjang istrinya dan sesekali akan mengecupnya.
Henrietta melenguh saat lagi-lagi Henry meremas gunung kembarnya.
Henrietta hendak menahan tangan Henry, tapi pria itu lebih dulu menahan tangan Henrietta dan memegangnya.
Henry mengecup leher dan punggung sang istri, dia menjelajahi setiap inci punggung, bahu dan leher jenjang istirnya.
__ADS_1
Sesekali Henrietta akan melenguh dan memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan Henry tubuhnya.
Saat tangan Henry akan menyentuh titik pusat sang istri, tiba-tiba terdengar suara perut Henrietta.
KruKkkk ... (anggap aja suara perut lapar ya ..)
Dengan malu dan kesadaran yang sudah kembali Henrietta bertanya pada suaminya.
"Jam berapa sekarang?"
"Mungkin setengah sebelas," jawab Henry.
Henry tahu pasti istrinya itu lapar, semalam dia menggempur Henrietta habis-habis di tambah semalam mereka memang belum makan, untungnya Henrietta semalam tidak pingsan dan hanya langsung tertidur setelah percintaan mereka, apa lagi semalam itu adalah pertama kalinya untuk Henrietta.
"Aku lapar ..." Henrietta berucap dengan pelan.
Henry keluar dari bathtub dan membawa tubuhnya dan Henrietta kebawah shower.
Dan sekarang mereka sedang berdiri di bawah shower dan saling melihat satu sama lain, Henry mati-matian menahan hasratnya melihat tubuh sang istri, dia tidak mau membuat Henrietta sakit karna kelaparan.
Setelah selesai dia segera menutup tubuh Henrietta dan dirinya dengan bathrobe.
Mereka berjalan keluar dari kamar mandi bersama-sama.
"Aku akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan kemari," ujar Henry yang akan mengambil telepon.
Henrietta mencegah Henry dengan memegang tangannya.
"Tidak perlu, aku ingin makan di taman belakang saja," ucap Henrietta.
"Kalau begitu pakai pakaian sedikit tebal," ujar Henry dan mendapat anggukkan senang dari Henrietta.
Mereka berdua berjalan kearah walk in closet berbarengan.
Henrietta mengikuti saran Henry, dia memakai hoodie berwarna pink dan celana jeans panjang.
Tak jauh berbeda dengan Henrietta, Henry juga memakai hoodie bewarna hitam dan celana jeans pendek.
"Kenapa kau memakai celana pendek? kau bilang di luar dingin, tapi kau memakai celana pendek ... Ganti!" titah Henrietta sambil melipat tangannya di depan dada.
Henry akhirnya mengganti celananya dengan celana panjang.
Setelah selesai mereka berdua berjalan keluar dari kamar dengan saling bergandengan.
"Siapkan makanan untuk kami dan taruh di taman belakang," perintah Henry pada salah satu pelayan.
"Baik tuan," pelayan itu pun dengan sigap melakukan tugasnya.
Dari kejauhan, tepatnya dari balik tembok seseorang sedang memperhatikan Henry dan Henrietta.
Dia mengeluarakn ponselnya dan mulai menghubungi seseorang secara diam-diam.
Henry membawa Henrietta ke taman belakang, dari kejauhan Henrietta dapat melihat pohon yang selama ini menjadi tempat berteduhnya kini sudah tak berdaun lagi.
"Musim dingin akan tiba," gumam Henrietta.
"Kita kesana," ajak Henrietta.
__ADS_1
"Tidak! Kita disini saja," tolak Henry.
Dan akhirnya Henrietta mengikuti kemauan Henry, mereka duduk di sebuah kursi kayu sambil menunggu makanan datang.