PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #25


__ADS_3

"Good morning," sapa Henrietta saat melihat Henry sudah duduk di depannya.


"Mm ..."


"Apa yang kau buat kali ini?" tanya Henry melihat makanan yang sudah ada di depannya.


"Hanya full english breakfast," jawab Henrietta memperlihatkan senyumannya.


Full English Breakfast adalah menu sarapan lengkap yang terdiri dari sosis, bacon, baked beans, telur mata sapi, hash brown, black pudding, jamur tumis dan tomat goreng. Lalu ada juga buah segar atau jus segar, sereal dan minuman hangat seperti teh atau kopi.


"Aku juga sudah membuatkan kopi untukmu," lanjutnya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi Henry langsung memasukan makanan itu kedalam mulutnya.


Henrietta terlihat tersenyum senang saat Henry memakan makanannya dengan lahap.


"Kau akan ke restoran hari ini?" tanya Henry di sela-sela sesi makannya.


"Iya, aku kasihan dengan Milly yang pasti sangat kerepotan selama aku tinggal," jawab Henrietta.


"Kalau begitu kita pergi bersama, jika kau ingin pulang hubungi aku," ucap Henry.


"Baik," patuh Henrietta tanpa protes sama sekali.


Henry yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tak habis pikir dengan perubahan mood wanita yang sangat cepat.


Semalam Henrietta marah-marah padanya hanya karna puding, dan sekarang wajahnya telihat berseri-seri.


"Kau akan makan siang di restoran?" tanya Henrietta memastikan.


"Tidak! Aku akan sedikit sibuk siang ini, aku harus menyelesaikan urusanku disini sebelum kita kembali ke New York,"


"Tapi, jika kau ingin pulang, kau bisa meneleponku," lanjutnya.


Dan Henrietta hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia mengerti.


Makan pagi pun berlanjut tanpa ada obrolan-obrolan lagi di antara mereka berdua.


Hingga makanan habis pun masih tidak ada pembicaraan lain.


Henrietta membawa bekas piring kotor ke wastafel dan mencucinya.


Henrietta mengelap tangannya dengan lap kering dan melihat kearah Henry yang masih berada di meja makan dan sedang melihat ponselnya.


"Aku akan mengambil tasku dulu," ujar Henrietta.


Henrietta bergegas masuk kedalam kamarnya dan mengambil tasnya.


Dia kembali menutup pintu kamar dan berjalan menghampiri Henry dan berdiri di belakangnya.


"Ayo," ujar Henrietta.


Henry berbalik dan melihat Henrietta sudah siap, dia berjalan lebih dulu keluar dari rumah dan di ikuti oleh Henrietta.


Henrietta mengunci pintu rumahnya dan melihat kearah Henry.


"Siapa yang akan membawanya? Kau atau aku?" tanya Henrietta sambil memperlihatkan kunci rumahnya.

__ADS_1


"Kau saja," ujar Henry.


Herietta memasukan kunci itu kedalam tasnya.


Dia masuk kedalam mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh Henry.


"Thank you," ucap Henrietta menampilkan senyum manisnya.


Dan tanpa di duga, Henry malah mengecup bibir Henrietta.


"Jangan pernah tersenyum seperti ini di depan orang lain," kata Henry seperti seorang suami yang posesif.


Henrietta memiringkan kepalanya dan menatap bingung pada perkataan Henry barusan.


Dan hal itu malah terlihat lucu di mata Henry, dia melihat wajah bingung dan polos Henrietta secara bersamaan.


'Sial,' runtuk Henry dalam hati.


Karna tidak ingin terlalu lama menatap wajah istrinya, Henry langsung mengitari mobil dan mendudukan dirinya di balik kemudi.


Henrietta mulai memasang seatbelt-nya saat Henry akan menghidupkan mesin mobilnya.


Henry melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hingga tiba di pertengahan jalan mobil Henry harus berhenti karna lampu merah.


Henrietta memfokuskan dirinya melihat orang-orang melalui jendela mobil yang ada disampingnya.


Hingga fokus Henrietta berpusat pada satu objek yang sedang berdiri si sebrang jalan sambil melihat kearah mobil Henry.


Henrietta tak mengatakan apapun dan hanya fokus pada orang tersebut, hingga akhirnya orang itu hilang diantara para pejalan kaki.


"Tidak ada! Aku hanya sedang melihat orang-orang yang berlalu-lalang," jawab Henrietta lugas.


Henry kembali melajukan mobilnya saat lampu lalu lintas kembali hijau.


Hingga tak lama kemudian mobil yang di kendarai Henry sampai di restoran milik Henrietta.


Henrietta membuka seatbelt-nya dan melihat kearah Henry.


"Kau tidak ingin mampir dulu?" tawar Henrietta berbasa-basi.


"Tidak, aku akan ada meeting sebentar lagi," jawab Henry.


"Kalau begitu ... Terima kasih karna sudah mengantarku," ujar Henrietta dan lagi-lagi memperlihatkan senyumannya.


"Hati-hati di jalan," lanjutnya.


Henry tidak mengatakan apapun dan hanya melihat kearah Henrietta.


Henrietta keluar dari mobil dan melambaikan tangannya pada Henry.


Setelah dirasa mobil milik Henry sudah pergi, Henrietta langsung masuk kedalam restoran miliknya.


Dan saat Henrietta sudah masuk ternyata didalam juga sudah lumayan ramai oleh pengunjung. Kebanyakan dari mereka adalah para pegawai kantoran, pelajar, dan mahasiswa.


Mengingat sekarang memang waktu yang cocok untuk sarapan sebelum melakukan aktivitas.

__ADS_1


Dan lagi konsep dan harga yang di tawarkan oleh Henrietta di restorannya dapat mencakup berbagai kalangan, tak heran jika di restoran Henrietta akan sering menemukan para pelajar.


"Apa Milly belum datang?" tanya Henrietta kepada salah satu pegawainya.


"Nona Milly bilang, dia akan sedikit terlambat karna mobilnya mogok," jelas pegawai tersebut.


"Kau boleh melanjutkan pekerjaanmu," ucap Henrietta.


Dan pegawai itu pun pamit pada Henrietta untuk kembali bekerja.


Saat Henrietta akan berbalik menuju arah ruangannya, disaat itu pula dia melihat kedatangan Milly.


"Kalian datang bersama?" tanya Henrietta pada Milly yang datang bersama Luke.


Henrietta melihat kearah Luke dengan pandangan tak percaya.


"Aku melihatnya sendirian di jalan, jadi aku menawarinya tumpangan," jelas Luke.


"kalau tidak percaya tanya saja padanya," lanjutnya dan beralih pada Milly.


"Tuan Luke benar nona, kami hanya tak sengaja bertemu," ujar Milly yang membuka suaranya.


"Kalau begitu saya permisi," pamit Milly.


Milly dengan segera pergi meninggalkan dua orang tersebut.


Henry mendudukan dirinya di kursi yang ada di belakangnya.


"Kalau kau ingin mendekatinya lagi, segera putuskan pacarmu itu," tegur Henrietta.


"Aku sedang tidak mengejarnya, lagi pula dia tidak suka denganku, jadi untuk apa aku terus mengejar wanita yang tidak menyukaiku," ucap Luke.


"Milly berbeda, dia wanita yang baik. Dia berbeda dengan para wanita yang pernah menjadi pacarmu," balas Henrietta.


"Aku malas memperumit suatu hubungan Rietta," pungkas Luke.


Hingga seorang pelayan datang menghampiri meja mereka dan mencatat pesanan milik Luke.


"Kau tidak sarapan?" tanya Luke.


"Tidak, aku sudah sarapan dirumah sebelum kemari," jawab Henrietta.


"Dimana suami-mu?" tanya Luke.


"Pergi untuk melihat pembangunan hotelnya," jawab Luke.


"Aku punya ide! Bagaimana kalau besok kita berkemah di pinggir danau? Aku juga akan menyewa satu caravan," usul Luke.


"Dan kau? Bawa suami-mu itu," lanjutnya.


"Tidak masalah, nanti malam aku akan bicara padanya," kata Henrietta.


"Aku juga akan membawa Milly ikut dengan kita," ujar Henrietta.


Luke tertawa mendengar perkataan Henrietta.


"Tak masalah, jika kau ingin dia hanya untuk menjadi nyamuk di antara orang-orang yang berpasangan," ujar Luke.

__ADS_1


"Aku juga akan meminta Henry untuk membawa satu pegawainya untuk menemani Milly," tantang Henrietta.


'Dasar pria tua lamban,' cibir Henrietta dalam hatinya dan tertawa puas.


__ADS_2