PENGGANTI ADIK TIRIKU

PENGGANTI ADIK TIRIKU
Chapter #79


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti tepat di depan sekolah kedua anak Henrietta.


Kedua orang yang berada di dalam mobil tak langsung keluar, mereka masih memperhatikan area sekitar dan juga anak anak yang belum keluar dari sekolah.


Hingga setengah jam kemudian barulah bell sekolah berbunyi dan anak anak langsung berhamburan keluar dari sekolah.


Tampak Maisie dan Asher juga keluar dari gedung sekolah.


"Temui mereka," titah Dante pada Julia.


Julia mengangguk dan keluar dari dalam mobil.


Wanita itu tersenyum pada Asher dan juga Maisie.


"Apakah dia tersenyum pada kita?" tanya Maisie pada Asher dengan suara pelannya.


Asher hanya mengedikkan bahunya pertanda dia juga tidak tahu.


Sedangkan Julia tersenyum sebaik mungkin agar kedua anak kecil yang berjalan kearahnya tidak merasa takut.


"Hai," sapa Julia dengan suara lembutnya.


Asher dan Maisie tidak membalas dan hanya melihat Julia saja.


"Kalian pasti Asher dan Maisie," ujar Julia yang masih tak di tanggapi oleh keduanya.


"Aku aunty kalian, aku adik dari mommy kalian," ucap Julia yang masih mempertahankan senyumnya.


Asher memicingkan matanya dan melihat Julia.


"Mommy tidak pernah bilang jika dia memiliki adik," ujar Asher dengan nada suara yang terkesan dingin.


"Kau pasti bohong," timpal Maisie.


"Mana mungkin aunty bohong. Aunty benar benar adik mommy kalian, mommy kalian sendiri yang menyuruh aunty untuk menjemput kalian," kata Julia.


"Tadi pagi mommy tidak bilang begitu," ujar Maisie.


Dan nampaknya Asher dan Maisie tidak mempercayai perkataan Julia, meski Julia memang adik Henrietta walau berbeda ibu.


"Apakah aunty harus menelpon mommy kalian?" ucap Julia.


"Silahkan," balas Asher.


"Masuklah dulu ke mobil, aunty akan menelpon mommy atau daddy kalian karena ponsel aunty ada di dalam mobil," kata Julia.


"Dia sangat lama," gumam Dante dari dalam mobil.


Dante keluar dari mobil dan langsung menghampiri Julia yang masih membujuk Asher dan Maisie.

__ADS_1


"Kau sangat lama," bisik Dante.


"Ayo, ikut dengan paman. Paman akan membelikan kalian ice cream," bujuk Dante yang berjalan kearah belakang kedua bocah itu.


Namun, Asher mengikuti setiap pergerakan Dante yang kini ada di belakangnya.


Dante memberikan aba aba pada Julia agar segera bertindak.


Dengan sigap Julia membekap mulut Asher dari belakang dan begitu pun dengan Maisie yang di bekap dari belakang oleh Dante.


Karena sapu tangan yang di gunakan keduanya terdapat obat bius, maka sedetik kemudian kedua bocah itu pingsan.


Dante dan Julia memasukkan Asher dan Maisie kedalam mobil dengan sangat hati hati agar tak di curigai oleh orang lain.


Mengingat di sekolah itu masih banyak orang tua yang menjemput anak mereka.


Setelah semuanya sudah masuk Dante menancapkan gasnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan area sekolah.


*


"Tuan, kedua anak anda meninggalkan area sekolah," kata Owen yang melihat sebuh pergerakan dari layar tablet miliknya.


"Istriku menjemput mereka?" tanya Henry.


"Tidak, nyonya ada di mansion setelah pulang dari rumah sakit," jawab Owen.


"Dan pergerakannya juga bukan kembali ke mansion. Tapi arahnya berlawanan," jelas Owen.


"Kita ikuti jejaknya, perhatikan terus pergerakan kedua anakku," kata Henry.


"Baik, tuan," jawab Owen.


Dengan aura kemarahan Henry keluar dari ruang kerjanya dan diikuti oleh Owen di belakangnya.


Dengan langkah lebar Henry masuk kedalam lift.


"Jangan sampai istriku tahu sebelum aku tahu dimana keberadaan anakku dan siapa yang membawa mereka," ujar Henry.


"Putuskan sambungan ponsel istriku jangan sampai ada yang menelponnya," kata Henry.


"Baik, tuan," ucap Owen dengan patuh.


TING


Pintu lift terbuka, Henry dan Owen langsung keluar dari lift yang berhenti di basemen.


Henry dan Owen melangkahkan kaki lebar mereka menuju mobil yang terparkir di basemen.


Kedua pria itu masuk kedalam mobil dengan Owen yang akan menyetir.

__ADS_1


Owen menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya keluar dari basemen meninggalkan perusahaan.


Mata tajam Henry masih berfokus pada titik merah di layar ipad-nya yang dimana itu adalah pergerakan dari kedua anaknya.


"Lebih cepat, Owen!!" perintah Henry.


Owen menancapkan gass-nya dan melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.


"Siapapun yang berani bermain main denganku, akan aku habisi mereka!!" geram Henry yang amarahnya sudah menumpuk.


"Apa kita harus lapor polisi, tuan?" tanya Owen yang masih mengemudikan mobilnya.


"Tidak perlu! Biar aku yang akan membereskannya sendiri," tegas Henry.


Owen semakin kencang melajukan mobilnya dan menerobos jalan yang cukup ramai.


Mereka bahkan tidak perduli jika nanti polisi mengejar mereka karena menerobos lampu lalu lintas dengan kecepatan di atas rata rata.


Henry melihat titik merah itu berhenti dan tidak ada pergerakan lagi.


*


*


Julia dan Dante membawa kedua anak kembar Henrietta kesebuah gedung tua yang sudah lama tak terpakai karena proyek yang gagal.


Gedung tua itu berada di pinggiran kota yang lumayan jauh dari perkotaan dan tidak akan ada seorang pun yang tahu jika mereka menculik anak kecil.


Julia dan Dante keluar bersamaan dari mobil dan membuka pintu penumpang dimana ada Asher dan Maisie.


Dante menggendong Asher dan Julia menggendong Maisie.


"Ohh my God! Anak ini sungguh berat. Sebenarnya apa yang di berikan Henrietta pada kedua anaknya," gumam Julia karena sedikit kesulitan saat menggendong Maisie.


Kedua orang itu membawa Asher dan Maisie masuk kedalam gedung tua tersebut.


Dante membuka salah satu ruangan yang satu satunya memiliki pintu.


Dan membawa keduanya masuk, Julia dan Dante menaruh kedua bocah itu begitu saja di atas lantai dingin.


"Ambilkan tali di dalam mobil," perintah Dante.


Julia berdecak karena Dante berani memerintahnya.


Tapi wanita itu tetap pergi melaksanakan tugasnya.


"Bisa bisanya dia memerintah ku. Padahal aku yang membayarnya," kesal Julia.


Setelah mengambil tali, wanita itu kembali lagi masuk kedalam.

__ADS_1


"Ini," ketus Julia dan memberikan tali itu pada Dante.


Dante mengambil kasar tali tersebut dan mulai mengikat tangan dan kaki Asher serta Maisie.


__ADS_2