
...***...
Kesuksesan album 'My Love', milik Delfin membuat penggemarnya tidak sabar menantikan video klip lagu tersebut. Beberapa kolom komentar positif netizen di salah satu situs mengabarkan, bahwa dalam waktu dekat Delfin akan melakukan proses syuting video klip yang sempat tertunda beberapa waktu yang lalu karena sesuatu dan lain hal, sehingga pemutaran video tidak bersamaan dengan lounching album yang dirilis.
‘Ini adalah kabar yang mengejutkan. Omo … aku tidak sabar menantikan acting Delfin. Pasti dia sangat keren dan selalu tampan.’
‘Seperti yang diharapkan, Delfin akan menjadi raja video klipnya nanti.’
‘Aku menantikan wajah tampan, Delfin. Tatapan matanya seolah menghunus jantungku.’
‘Video klip, Delfin nanti akan merajai trending youtube.’
‘Siap-siap streaming non stop nanti, demi Delfin tercinta.’
‘Penasaran dengan model yang akan diajak kolaborasi nanti. Apakah kecantikannya sebanding dengan istrinya? Aku sangat penasaran.’
‘Mari kita nantikan video klipnya. Sungguh, aku tidak sabar menunggu lama lagi.’
Begitulah antusiasisme fans Delfin menantikan video klip terbarunya. Berita yang baru saja dirilis satu jam yang lalu, kini telah dibanjiri ribuan komentar netizen.
Sementara itu, Delfin yang berada di ruangan direktur tengah berdiskusi dengan produser dan sutradara mengenai konsep yang akan mereka pakai nanti saat proses syuting.
“Jadi, gimana? Apa kamu setuju memakai konsep fairy tale kali ini?” tanya sutradara yang duduk berhadapan dengannya di meja kayu panjang yang bisa memuat sepuluh orang berhadapan.
“Aku ingin konsep ini simple dan kuat. Kalo fairy tale terlalu kekanakan. Ini bukan video klip lagu anak-anak,” sela Delfin mengutarakan pendapatnya. Walau sutradara sudah memberi gambaran konsep fairy tale yang berbeda dari yang lain. Di mana akan menggunakan peralatan yang serba canggih di video musiknya, tetapi menurutnya itu tidak masuk akal. Delfin menganggap konsep yang diutarakan sutradara akan memakan biaya yang tinggi dan hanya membuang-buang uang saja.
Produser Tomi yang duduk di samping Delfin pun angkat suara. Ia sangat tahu artisnya itu sangat sensitif soal biaya yang digelontorkan untuk pembuatan musik video klip. “Bagaimana kalau konsepnya tentang perjalanan asmaramu dengan istrimu. Kau bisa mengajaknya kolaborasi di video klip kali ini. kita akan menggabungkan tema retro atau kekinian?”
__ADS_1
“Boleh juga. Aku usahakan akan membujuk Cia. Namun, aku tidak bisa jamin dia akan setuju atau tidak dalam proyek ini. Untuk mewaspadai, kita juga perlu menyiapkan model yang akan bersedia dipakai,” tukas Delfin usai menyesap kopi kemasan star*books.
Sutradara dan produser pun setuju. Mereka pun mengatur jadwal proses syuting yang akan segera berlangsung minggu depan.
Akhirnya meeting berjalan lancar. Delfin keluar dari ruangan tersebut menemui Ziya yang sejak tadi menunggu Delfin di ruang tunggu.
Baru saja membuka pintu kaca berwarna bening itu, Ziya lekas berdiri menyambut artisnya dan langsung melontarkan pertanyaan. “Gimana meeting-nya? Sukses? Kapan kamu mulai syuting?” Beberapa pertanyaan Ziya lontarkan dengan antusias. Sebagai manajer, ia tidak sabar menunggu proses syuting berjalan. Karena menurutnya, selama bekerja dengan Delfin ini adalah kali pertamanya ia akan mendampingi Delfin syuting video klip.
Selama ini Ziya hanya melihat video musik Delfin yang keren di youtube setiap rilis tanpa tahu bagaimana proses pembuatannya. Oleh sebab itu, ia tidak mau melewatkan momen yang paling berkesan dalam karirnya yang terjun langsung mendampingi Delfin saat syuting. Padahal, dirinya tidak tahu saja, kalau nanti ia yang akan terpilih menjadi model video beradu akting dengan Delfin mengalahkan artis yang tengah naik daun, Dea.
Delfin menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa putih single yang ada di dalam ruangan tunggu berukuran 4x4 meter saja.
“Minggu depan,” jawab Delfin.
“Kamu tahu, sejak perilisan berita di salah satu portal media mengenai perilisan video klipmu, para fans-mu berbondong-bondong memenuhi kolom komentar positif. Mereka seolah tak sabar menantikan itu,” terang Ziya seraya memperlihatkan tabletnya kepada Delfin.
Delfin tersenyum menanggapi komentar para netizen. Bibirnya melengkung menampilkan senyuman tulus di sana. Dalam hati dia berkata, “Aku pasti akan memberikan video klip terbaik buat mereka.”
...*** ...
“Ya, sudah. Aku mengerti.” Delfin tidak membantah omongan istrinya karena ia sangat tahu betul bagaimana Cia selalu sibuk dalam persiapan fashion week nantinya. Ini bukan satu kali istrinya mengikuti acara yang sama, hampir tiap tahun Cia diundang ke berbagai event fashion di berbagai negara yang ada di dunia. Bakat dan pengetahuan yang Cia miliki tentang dunia fashion membuat ia selalu diundang ke berbagai acara.
Cia menoleh ke belakang menatap suaminya yang tengah bersandar pada headboard ranjang. “Kamu, ‘kan, selalu memakai model untuk lawan mainmu. Kenapa malah memilih aku?” tanya Cia yang masih sibuk memberi krim perawatan mahal pada wajah dan bibirnya.
Ya ... sudah dua minggu ini, hubungan Cia dan Delfin membaik. Sehingga setiap hari Delfin pulang ke rumah setelah beraktivitas di luar menemui sang istri tercintanya.
Delfin yang duduk di ranjang dengan pakaian tidur menatap istrinya, “Ini saran dari sutradara. Karena lagu ini, ‘kan, terinspirasi dari kamu, Sayang.”
Cia yang menyisir rambut hitamnya mendadak merona. Betapa romantisnya suaminya, bahkan di hari annivesary pernikahan mereka yang kedua mereka dulu, Delfin membuat lagu untuk istri tercintanya.
__ADS_1
Melihat istrinya merona, Delfin tersenyum. Kemudian berangsur bangkit dari ranjang dan menghampiri Cia di meja rias. Tanpa bicara, ia menangkat tubuh istrinya ke ranjang ala bridal style. Mendapat perlakuan yang romantis, Cia mengalungkan tangannya ke leher Delfin. Dengan hati-hati Delfin merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang mereka. Malam panjang romatis yang akan menerbangkan mereka ke nirwana pun dimulai. Melupakan segala keegoisan mereka beberapa waktu yang lalu.
...*** ...
“Jadi, istrimu tidak bisa. Begitupun dengan model yang biasa diajak kerja sama tidak bisa. Mereka juga mempunyai jadwal yang padat. Bagaimana kalau, Dea saja yang diajak berkolaborasi? Bukankah kalian satu manajemen juga?” tanya Mavi sang sutradara. Saat ini mereka berada di studio Mavi mengadakan meeting sekaligus memeriksa kesiapan proses syuting.
“Aku pertimbangkan dulu. Apakah ia bisa atau tidak.”
“Hei, kita tidak punya banyak waktu. Sisa tiga hari proses syuting dimulai. Coba kamu tanyakan pada Dea. Dan suruh dia kemari!”
Delfin pun langsung menghubungi Dea. Dengan senang, Dea langsung menyanggupi tawaran Delfin. Ia yang berada di seberang telepon sangat gembira ajakan Delfin untuk syuting video klip. Dengan senyuman yang sejak tadi tidak luntur, ia menunda jadwal syuting iklannya. Karena menurutnya, tawaran Delfin tidak datang dua kali. Sebelumnya, ia sudah berdiskusi dengan para kru dan mereka setuju.
Sementara itu, Tomi–sang produser sejak tadi diam-diam memperhatikan penampilan Ziya. Ziya yang cantik dan memiliki body languange yang bagus membuat Tomi yakin kalau Ziya bisa diajak bekerja sama. Menurutnya, tidak buruk juga kalau Ziya–sang manajer Delfin beradu akting dengannya.
Dea yang sudah tiba di lokasi sangat senang bertemu dengan Delfin dan sutradara.
“Saya senang sekaligus terharu saat, Delfin menawarkan projek ini,” ujar Dea tersenyum menampilkan gigi putihnya yang rapi.
“Baiklah, Dea ini skrip yang kamu pelajari. Disini sudah sangat jelas apa yang harus kamu lakukan,” ucap Mavi sang sutradara.
Masih dengan wajah yang berbinar, Dea pun membaca skrip dengan antusias sembari berdiskusi dengan sang sutradara. Namun, ditengah-tengah pembicaraan mereka, Tomi sang produser datang membawa Ziya.
“Sepertinya, manajer Delfin sangat cocok menjadi model video klip ini. Bukankah kita menginginkan hal yang baru dalam proses syuting kali ini? Makanya, saya berpendapat kalau Nona Ziya saja yang tampil. Bukankah, Nona Dea, saat ini sedang disibukkan syuting iklan dan film? Jadi, saya berpendapat saja, alangkah lebih bagusnya jika Nona Ziya saja yang menjadi model Delfin sekarang."
Sejenak terdiam. Mavi mempertimbangkan pendapat Tomi. “Baiklah. Kita ambil saja nona Ziya.” Mavi kemudian beralih menatap Dea. “Maafkan aku, Nona Dea. Kami ingin melakukan syutingnya hanya sehari saja. Mengingat jadwal nona yang padat, jadi kami pertimbangan pendapat sang produser.
Dea seperti baru saja terbang tinggi di awan merasa mendadak dihempaskan oleh angin hingga tersungkur ke bawah. Baru ia bermimpi menjadi model video klip Delfin, namun harus digantikan oleh si manajer Delfin. Ia pun murka dang langsung meninggalkan tempat tersebut. Tanpa pikir panjang, ia menghubungi Pak Lukman pimpinan agency yang menaungi dirinya. Merasa harga dirinya terinjak-injak, ia pun memilih hengkang dari agency tersebut.
Sementara itu, Ziya yang sejak tadi berdiri mematung di samping Ray mendadak bisu. Mulutnya menganga karena saking terkejutnya atas pernyataan bahwa ia yang secara langsung akan beradu akting dengan Delfin di pembuatan model klip kali ini.
__ADS_1
...***...