Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Arimbi sakit demam


__ADS_3

Tepat pukul 6 Sore, akhirnya Bara, Cinta dan juga Mario telah tiba di villa yang mereka tempati untuk beberapa bulan ini,


Bara langsung masuk kedalam villa tersebut karena merasa panik dengan keadaan Arimbi yang sudah dia tinggalkan begitu saja, tadi saat Bara akan pergi, Arimbi masih dalam keadaan tidur nyenyak,


Jadi Bara berinisiatif untuk menulis pesan disebuah lembar kertas agar istri nya itu tidak panik dan mencari keberadaan dirinya.


Dan Bara berharap agar Arimbi tidak marah, karena sudah ditinggalkan sendirian untuk beberapa jam y lalu..


"Semoga Arimbi tidak marah dengan ku, karena aku tidak membangunkan nya disaat akan mencari keberadaan Cinta, "


Gumam Bara merasa panik dan langsung melangkah menuju kedalam ruang TV yang mereka duduki tadi..


Hingga detik kemudian, setiba nya disana, Bara malah dikejutkan dengan keadaan Arimbi yang masih tertidur dengan sangat lelap,


Tapi Arimbi terlihat. menekuk kedua tangan nya seperti orang yang sedang kedinginan, Bara merasa sangat panik


Bagaimana mungkin istri nya tertidur sampai tidak bangun bangun hingga beberapa jam lamanya,


Bara mulai menyentuh bahu Arimbi dan memanggil nama itu dengan lembut


"Sayang.... apakah kau tidak mau bangun! aku rasa kau sudah tertidur sangat lama sayang"


Panggil Bara sambil memeriksa tubuh istri nya hingga detik kemudian..


Bara dikejutkan dengan keadaan Arimbi yang ternyata sedang demam sangat tinggi..


"Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan istri ku, kenapa tubuh nya terasa panas seperti api, aku rasa Arimbi telah sakit saat ini, aku harus segera memanggil dokter"


Ucap Bara panik, dan langsung mengangkat tubuh Arimbi didalam gendongan nya.


Dan saat akan menaiki tangga, ternyata bertepatan dengan Cinta dan Juga Mario yang baru saja masuk kedalam villa tersebut.


Cinta dibuat kaget dengan keadaan Arimbi yang di gendong oleh Bara , apakah Arimbi sedang baik baik saja saat ini


"Bara... ada apa dengan Arimbi? kenapa kau menggendong nya Bara? "


Tanya Cinta memasang wajah khawatir..


"Cinta, Arimbi mengalami demam yang tinggi, dan aku harus membawa nya ke atas, Tolong untuk kalian berdua, segera hubungi dokter yang ada di kota ini, aku tidak mau jika istri ku kenapa kenapa"


"Baiklah.. jika begitu aku akan menghubungi dokter terbaik di kota ini Bara"


"Iya cepat lah Mario"

__ADS_1


Jawab Bara dan langsung melanjutkan langkah nya kembali untuk naik keatas tangga tersebut..


Sesampainya di dalam kamar, Bara membaringkan tubuh Arimbi secara perlahan, dia mengelus wajah Arimbi yang tampak pucat tidak seperti tadi pagi,


Sungguh hari Bara benar-benar hancur melihat keadaan tersebut, dihari kelima nya menjadi seorang suami untuk Arimbi, dia surat gagal dalam menjaga kesehatan istri nya tersebut..


"Sayang... aku mohon, jangan sakit seperti ini, aku sungguh tidak bisa melihat mu begini Sayang"


Ucap Bara sambil mencium kedua tangan Arimbi, hingga detik kemudian wanita itu mulai membuka kedua mata nya secara perlahan dan menatap wajah Bara dengan tersenyum..


"Sayang... maaf ya, jika aku ketiduran terlalu lama, tapi seperti nya tubuh ku terasa tidak sehat saat ini ,panas dan juga pegal"


"Iya, tidak apa apa sayang, maaf jika terlambat mengetahui keadaan mu, tadi aku keluar dari villa ini disaat kau sedang tidur, dan aku telah meninggal lumayan lama , maaf ya sayang"


Ucap Bara dengan perasaan menyesal, Arimbi tersenyum melihat kepanikan dari suami nya tersebut,


Bukan kah dia hanya sakit demam biasa, tapi.. kenapa juga Bara terlihat sangat ketakutan..


"Jangan panik seperti itu sayang, aku hanya terkena demam biasa, nanti setelah minum obat juga akan sembuh, Oya... kalau boleh tahu, kau pergi kemana sayang? kenapa wajah mu terlihat sangat lusuh dan juga baju mu terdapat banyak noda darah berwarna merah, apakah kau habis membunuh orang Bara? "


Tanya Arimbi menatap dengan intens, membuat Bara langsung menggaruk rambut nya yang terasa tidak gatal,


Apakah Bara harus menceritakan kejadian yang menimpa Cinta? tapi Bara takut jika hal itu akan membuat istri nya menjadi bertambah panik.


Cklekkk.......


Terdengar suara pintu yang dibuka dari arah luar, membuat Arimbi dan Bara memutar mata mereka untuk melihat kearah pintu tersebut..


" Bara, dokter nya sudah datang, sekarang dia akan melakukan pemeriksaan kepada istri mu"


Ucap Mario yang telah masuk kedalam kamar milik mereka berdua


Cinta yang mendengar pertanyaan dari Arimbi kepada suaminya itu pun, langsung melangkah kan kaki nya mendekati mereka berdua


"Bara, sekarang lebih baik kau pergi lah untuk membersihkan diri, jangan sampai Arimbi menghirup darah binatang yang telah kau buru tadi Bara"


"Hah.....! "


"Iya, sebenarnya tadi mereka berdua pergi berburu didalam hutan, dan sekarang mereka berdua belum membersihkan diri karena merasa panik dengan keadaan mu Arimbi, jadi lebih baik mereka membersihkan diri terlebih dahulu , sedangkan aku akan menjaga mu disini"


"Iya, yang dikatakan Cinta benar sayang, lagian kau tidak mengajak ku untuk pergi berburu, jika. kau mengajak ku pasti aku tidak akan sakit seperti ini"


"Hehe.... baiklah kapan kapan kita akan pergi berburu lagi, sekarang aku akan membersihkan diri terlebih dahulu, "

__ADS_1


"Iya.. cepat kembali ya sayang"


"Pasti, dokter tolong periksa kesehatan istri ku ya, aku permisi sebentar"


"Iya, silahkan tuan"


Jawab dokter tersebut yang bernama dokter Ana,


Setelah melihat kepergian Bara dan juga Mario, Dokter Ana mulai memeriksa kesehatan Arimbi


Cinta melihat betapa pucatnya wajah Arimbi saat ini, dan dia mulai duduk tepat disamping tubuh Arimbi...


"Bagaimana keadaan sahabat saya dokter? Arimbi baik baik saja kan dok? "


Tanya Cinta menatap wajah Dokter dengan lama


"Iya, menurut pemeriksaan saya, nona Arimbi mengalami kelelahan dan kurang beristirahat, jadi alangkah baik nya jika Nona Arimbi melakukan istirahat total untuk beberapa hari ini"


"Baiklah... jika begitu kami akan melakukan apa yang dokter sarankan, "


"Iya , dan ini saya sudah menulis repes untuk obat nya, tolong diminum ya vitamin nya untuk membantu kesembuhan nona Arimbi"


"Iya, terimakasih ya dokter"


Ucap Arimbi tersenyum,


Hingga tak lama kemudian, Bara dan juga Mario mulai masuk kembali ke dalam kamar tersebut dengan penampilan yang sudah bersih dan juga wangi


"Bagaimana....! tidak ada yang serius kan dengan istri ku? "


Tanya Bara panik


"Tentu saja tidak, karena Arimbi hanya mengalami kelelahan saja, dan itu semua pasti karena kamu Bara , kamu sudah membuat Arimbi kelelahan disetiap malam"


"Apa... apa maksud mu Cinta, jangan asal menuduh ku ya"


"Cih... begitu memang tidak mau mengaku, dan kau Mario, lihat jangan sampai aku kelelahan seperti Arimbi, kita harus beristirahat agar bisa mendapatkan seorang anak dengan cepat"


Ucap Cinta didepan mereka semua, membuat Dokter Ana yang mendegar nya pun ikut tersenyum lucu..


"Ada ada saja muda mu di ini, kalua ngomong tidak bisa di filter dengan baik"


Gumam nya tertawa...

__ADS_1


__ADS_2