
Di sebuah rumah sakit yang terkenal di kota A , terlihat dua pasang suami istri yang sedang duduk mengantri menunggu panggilan yang akan memanggil nama mereka..
Bara dan Mario sama sama sudah tidak sabar ingin memeriksa kan kandungan istri istri mereka, sungguh seperti nya tuhan benar-benar baik dengan mereka berdua, karena telah menitipkan sang jabang bayi diwaktu bersamaan
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat perkembangan putra ku" ucap Bara yang membuat Mario merasa sangat terkejut,
Bukan kah seharusnya Bara menginginkan anak perempuan, tapi kenapa ini malah menginginkan anak laki laki sama seperti dirinya, lalu bagaimana dengan perjodohan, masak iya anak laki laki dinikahkan dengan laki laki juga,
Mario yang membayangkan hal tersebut pun langsung menggeleng gelengkan kepala nya, dan dia mulai menatap wajah Bara dari arah samping
"Apakah kau tidak salah Bara? bukan kah seharusnya anak mu adalah anak perempuan, tapi kenapa kau menginginkan anak laki laki sama seperti ku? "
"Memang nya kenapa kalau aku menginginkan anak laki laki, bukan kah tidak masalah? "
"Tentu saja masalah, kalau kedua anak kita adalah laki-laki, bagaimana mungkin kita bisa menjodohkan mereka Bara" ucap Mario yang langsung membuat Bara manggut manggut,
Benar juga apa yang dikatakan oleh Mario, jika kedua nya laki-laki, bagaimana mungkin mereka akan menjodohkan nya..
"Baiklah aku mengerti sekarang" Jawab Bara dengan tersenyum
"Benarkah, ya sudah, jika begitu mulai dari sekarang kita dil" Ucap Mario mengulurkan tangan nya kepada Bara
"Iya, kita dil, kau yang membuat anak perempuan, sedangkan aku yang membuat anak laki-laki"
"Apa....! teriak Mario terkejut...
Hingga akhirnya perdebatan itu harus berakhir karena Cinta dan Arimbi mulai berdiri didepan mereka berdua,
" Sekarang ayo ikut masuk kedalam, tidak usah memperdebatkan masalah yang tidak penting "ujar Cinta dengan perasaan kesal
Dan dia langsung mengarahkan tangan nya untuk menjewer kuping kiri sang suami yang sangat menyebalkan itu, untuk masuk kedalam ruangan pemeriksaan
Begitu juga dengan Arimbi, yang langsung mengajak Bara untuk masuk keruangan yang ada disamping ruangan cinta...
" Bagaimana kondisi kandungan istri saya dokter? " tanya Bara yang merasa sangat penasaran..
"Selamat ya pak, kandungan nya sangat sehat dan usia kandungan nya sudah memasuki 2 bulan"
"Benarkah dokter? tapi bukan nya saya baru hamil bulan ini dokter, kenapa sudah masuk usia dua bulan" tanya Arimbi yang merasa terkejut
__ADS_1
"Iya itu biasa terjadi nona, biasanya usia kehamilan di hitung dari awal mula pembuahan pertama dilakukan, "
"Apakah itu artinya sejak kita berada di Paris, aku sudah mengandung sayang, ? "
"Mungkin saja sayang ku, dan itu artinya juga jika bibit ku ternyata adalah bibit yang sangat unggul, sungguh aku merasa senang sekali sayang, Terimakasih ya karena kau sudah mau mengandung anak dari ku" ucap Bara langsung memeluk tubuh Arimbi dengan erat
Hingga akhirnya dokter tersebut menyuruh Arimbi untuk tidur di atas ranjang pemeriksaan,
Dan Dokter tersebut mulai menaikkan baju Arimbi untuk memberikan gel di kulit perut tersebut,
Seret alat detak jantung di letakkan di atas perut Arimbi, terdengar lah suara yang membuat hati mereka berdua menjadi berdetak dengan hebat..
Sungguh Bara merasa sangat bahagia, karena didalam rahim istri nya sudah tumbuh dengan subur darah daging dari keturunan nya sendiri.
Bara langsung meneteskan air mata karena merasa sangat terharu, begitu juga dengan Arimbi yang tak kuasa melihat bentuk kecil yang ada di komputer tersebut..
"Apakah itu anak ku Dokter? " tanya Arimbi menatap dengan nanar
"Iya nona, bintik sebesar kacang hijau itu adalah anak anda yang akan semakin berkembang dengan sempurna, dan beberapa bulan lagi perut nona akan tampak membesar, jadi tolong dijaga asupan makanan nya ya, agar bayi didalam kandungan anda akan sehat sempurna" ucap dokter tersebut memberikan nasehat
"Pasti dokter, saya akan menjaga anak saya dengan baik," Jawab Arimbi meneteskan air matanya..
Begitu juga dengan Mario dan Cinta, ternyata kecurigaan nya selama ini benar adanya, jika Cinta telah mengandung karena wanita itu menjadi sangat berbeda terhadap Mario suaminya..
"Bagaimana? apakah benar jika kau hamil Arimbi? " tanya Cinta kepada Arimbi..
"Iya Cinta, aku hamil dan usia kehamilan ku sudah menginjak 2 bulan, Bagaimana dengan mu Cinta? ".tanya Arimbi merasa sangat penasaran
"Iya, aku juga hamil Arimbi , dan usia kehamilan nya juga sudah menginjak 2 bulan akhirnya kita bisa membuat mimpi kita menjadi kenyataan, aku sangat senang Arimbi, "
"Aku juga Cinta, semoga anak kita adalah seorang wanita dan juga pria, agar kita bisa menjodohkan mereka seperti yang kita rencanakan"
Ucap kedua wanita itu langsung berpelukan dengan erat, sedangkan Bara dan Mario hanya diam menatap kearah dua wanita tersebut
"Bagaimana jika hasil nya, sama sama seorang pria, itu artinya perjodohan akan gagal bukan" ujar Bara kepada Mario
"Tentu Saja tidak, jika anak pertama mu pria maka, kau harus membuat anak kedua, aku yakin anak kedua mu pasti seorang wanita"
"Cih... dasar sok tahu, Bagaimana jika anak mu yang wanita, apakah kau tidak mau menerima nya? " tanya Bara dengan intens
__ADS_1
"Tentu saja aku mau menerimanya, sekarang ayo kita pulang"
Ajak Mario kepada Bara, membuat Bara berdecih dengan kesal
"Untuk apa kau mengajak ku pulang, kau pulang saja duluan, karena aku ingin membawa istri ku pergi berjalan jalan"
"Benarkah.... jika begitu aku ingin ikut" ucap Cinta yang menimpali pembicaraan Bara,
Sungguh Bara merasa kesal dengan pasangan suami istri tersebut, bisa bisa nya mereka mengganggu kegiatan Bara bersama istri nya disetiap saat
"Apakah kalian tidak bisa berjalan jalan sendiri, kenapa harus selalu mengikuti kami? " tanya Bara jengkel
"Aku tidak mau sayang, aku ingin ikut bersama Arimbi" ucap Cinta memohon kepada Mario,
Arimbi yang mendengar permintaan Cinta pun mulai merasa tidak tega, dia sangat mengerti bagaimana perasaan Cinta saat ini, dengan perlahan Arimbi mulai memegang tangan Bara dan meminta izin kepada suaminya tersebut agar memperbolehkan mereka berdua untuk ikut bersama mereka..
"Sayang... boleh ya? " tanya Arimbi memohon
"Tapi.., aku ingin hanya berduaan saja dengan mu sayang"
"Ya, besok kita bisa pergi jalan jalan lagi, tapi untuk hari ini aku mohon, biarkan Cinta dan Mario ikut bersama kita ya"
Mohon Arimbi kepada suaminya, dan Bara mulai menatap kedua wajah penbuat onar itu,
Bara bisa melihat senyuman mengejek yang keluar dari bibir merah berdua
"Lihat itu senyuman nya Mario, pasti saat ini dia sedang mengejek ku, huh .... suami istri sama saja, suka sekali menyusahkan aku"
Ucap Bara didalam hatinya,
Dan detik kemudian, Bara mulai menyetujui permintaan dari istri nya tersebut ,membuat ketiga orang itu langsung berteriak kegirangan..
"Yea.... akhirnya kita bisa jalan jalan bersama, ayo Arimbi kita pergi sekarang" Ajak Cinta menggandeng tangan wanita tersebut,
Meninggal kan Bara dan Juga Mario yang hanya diam menatap kearah mereka berdua
"Apa apaan ini , kenapa jadi seperti ini" ucap Bara kesal, dan mulai mengarahkan pandangan nya ke arah wajah Mario,
"Ini semua karena mu Mario" ucap Bara dengan kesal,
__ADS_1
Dan langsung melangkah kan kaki nya untuk menyusul istri nya tersebut,..