Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Kedatangan tamu tak diundang


__ADS_3

Ketegangan masih terjadi didalam kamar rawat inap tersebut, dan Bara sungguh tidak tahu apa maksud diam dari kekasih nya Arimbi


Pasalnya wanita itu tidak bergerak, tidak tersenyum ataupun marah, jadi... Bara tidak bisa menyimpulkan jika Arimbi marah atau tidak kepada dirinya...


Karena Bara tanpa secara langsung sudah menipu dirinya dengan identitas palsu, tapi juga Bara tidak bersalah karena itu semua adalah ulah dari sang papa..


Bara yang ingin bertanya kepada Arimbi pun mulai dilema, dia tidak siap jika harus melihat sang kekasih menjadi mengamuk..


. Hingga detik kemudian, Bara dikejutkan oleh suara papa Adi yang memanggil nama dirinya.


"Bara.... "


"Iya tuan"


Jawab Bara mengarahkan pandangan nya ke papa Adi


"Jangan memanggil ku tuan Bara, kau tidak pantas melakukannya, sungguh.. sebenarnya dari awal aku melihat mu, aku seperti tidak asing dengan wajah mu, tapi... aku tidak ingat kita pernah bertemu dimana? dan sekarang.. kami sudah mengetahui jati dirimu yang sebenernya, aku merasa sangat bersalah kepada mu Bara, karena aku sudah banyak menghina mu dan berkata kasar kepada mu" tolong, maafkan aku Bara " .


Ucap papa Adi dengan memasang wajah yang tulus , Bara langsung membungkukkan tubuh nya, sebagai tanda jika dia sudah memaafkan kesalahan Adi sanjaya


"Aku juga sudah memaafkan mu Tuan Adi, maaf jika aku pernah berkata kasar juga, itu semua aku lakukan agar aku bisa mendapatkan cinta ku tuan"


"Iya.. aku mengerti Bara...,oya tolong mulai dari sekarang jangan panggil aku dengan sebutan tuan lagi, itu sangat tidak pantas Bara"


"Lalu.. aku harus memanggilnya apa? "


"Panggil saja papa, sama seperti Arimbi memanggil diriku, bukan kah aku adalah calon papa mertua mu? ".


" Iya... baiklah papa, terimakasih sekali lagi papa"


Jawab Bara tersenyum bahagia,


Hingga tak lama kemudian, tepat ditangan Bara, dia merasakan jika Arimbi mulai menarik dirinya secara paksa..


"Papa, aku pinjam Bara sebentar"


Teriak Arimbi dan langsung melangkah kan kaki nya bersama Bara ke arah sofa...


Setelah itu, mereka duduk sengaja membelakangi ranjang milik papa Adi, Arimbi sangat malu jika kelakuan ngambek nya kepada Bara dilihat oleh papa Adi dan juga ibu Sumi

__ADS_1


"Ada apa sayang..? apakah kau marah kepada ku? "


Tanya Bara memegang dagu Arimbi..


Arimbi yang merasa sedih langsung meneteskan air mata, bagaimana mungkin pria miskin yang sangat dia cintai, ternyata adalah seorang putra dari keluarga kaya raya, bahkan untuk membayangkan seberapa banyak harta milik keluarga Abraham pun, Arimbi tidak bisa melakukan nya..


"Kenapa kau menipu ku sayang? apakah kau sengaja sedang mengetes kesetiaan ku kepada mu? "


Tanya Arimbi sedikit merasa kesal..


"Iya.. awalnya memang seperti itu sayang, tapi setelah aku tahu jika kau mau berteman dan menerima tembakan ku, maka aku langsung membuang jauh pemikiran itu sayang, adan aku murni melakukan ini semua karena perintah dari papa"


"Bara.. kau sungguh membuat aku menjadi syok tahu gak? pantas saja setiap kali kita bersama, aku merasa hal aneh saat dengan mu"


"Memang nya hal aneh apa yang kau rasakan sayang..? "


Tanya Bara penasaran, membuat Arimbi langsung memeluk tubuh pria itu dengan sayang dan juga manja..


"Aku merasa, jika kau bukanlah pria sembarangan, mana ada tulang ojol, memiliki ketampanan diatas rata rata seperti mu, dan juga wangi tubuhmu ini, sungguh sangat memabukkan, membuat aku ikutan mesum seperti mu"


"Sayang.....! apakah kau sedang memancing ku saat ini? "


Tanya Bara yang langsung meremang akibat bisikan dari Arimbi...


Bara mulai terkontaminasi dengan perkataan Mesum Arimbi..


Mana mungkin Bara bisa tahan, karena sebenarnya dia itu kan sebelas dua belas dengan Mario yang kemesuman nya di atas rata rata..


Bara yang memperhatikan bibir merah nan menggoda itupun langsung mencium bibir Arimbi dengan sebuah kecupan..


Cuuupppppp....


Satu kali, dan langsung membuat Arimbi membulatkan kedua matanya, hingga detik kemudian,... Bara mulai melanjutkan lagi kegiatan nya..


Sepertinya kali ini tidak hanya kecupan saja, tapi sedikit lum*t*n tepat di bibir merah milik kekasih nya Arimbi..


Apalagi Arimbi terlihat sudah memejamkan kedua matanya, tentu saja hal tersebut tidak disia sia kan oleh Bara..


Dan...........

__ADS_1


"Akkhhhhhhh............. siapa yang sudah berani menjewer kuping ku, ini pasti ulah ibu Sumi yang tidak bisa membiarkan kami bahagia, lepaskan bi"


Teriak Bara menahan rasa sakit dikedua kupingnya,


Sehingga dia tidak bisa menoleh kearah samping kanan dan kiri untuk melihat siapa orang yang sudah berani mengganggu kesenangan dirinya..


Sedangkan Arimbi langsung terkesiap saat menatap ke arah orang tersebut..


Dia bangkit dan berdiri dengan perasaan malu..


"Ibu Sumi, kenapa kau tidak melepaskan jeweran mu di kuping ku, selalu saja menganggu kemesraan ku bersama Arimbi, dasar JABLAI.... "


"Apa kau bilang..! kau mengatai aku JABLAI, apakah kau sudah bosan menjadi putra ku Bara ! "


Teriak seorang pria yang suara nya sangat Bara kenali..


Degghhh.....


Bara benar-benar merasa sangat terkejut, bagaimana mungkin papanya yang super duper menyebalkan bisa berada didalam ruangan mereka, apakah dia sengaja ingin mengikuti Bara..


"Papa...! kau kenapa bisa ada di sini papa! "


Teriak Bara membulatkan kedua matanya, saat ini dia sudah berdiri dan menatap pria itu dari sebrang sofa..


"Dasar pria mata keranjang, mau nya nyosor anak gadis orang saja, bahkan kedatangan ku pun kau tidak bisa mendengar nya karena terlalu fokus dengan bibir Arimbi hampir mau kau cium, sudah aku putuskan, besok kau harus menikah dengan Arimbi, aku tidak mau jika sifat mesum mu itu malah mengakhiri anak orang duluan"


"Benar kah pa...! papa tidak sedang bercanda kan? "


Tanya Bara langsung memutar arah mendekati papanya


Papa Abraham langsung melepaskan sebelah sepatu yang dia gunkan, dan menimpuk ke arah bahu putra gila nya terdapat..


Sungguh papa Abraham tidak mengerti, Bagaimana mungkin dia yang notabene nya memiliki sifat setia, tegas, dan juga pendiam, malah mempunyai anak yang sangat petakilan , urakan dan juga mesum,


Untung saja Bara sangat jago dalam berbisnis, sehingga papa Abraham menjadi tidak takut jik perusahaan raksasa nya akan bangkrut ditangan pria aneh tersebut


"Dasar anak aneh, kau benar-benar sudah membuat malu nama ku Bara , kenapa juga aku bisa mendapatkan putra seperti dirimu, selain mesum kau juga tidak punya pikiran masak berani mencium putri orang disaat ada papanya, kenapa tidak kau bawa dulu dia kedalam kamar mandi, kau sungguh ke terlaluan Bara"


Pukk... pukkkk.... pukkk.....

__ADS_1


"Ampun papa! "


Teriak Bara membuat semua orang yang ada didalam ruangan tersebut, langsung tertawa terbahak-bahak....


__ADS_2