
Tepat pukul empat sore, Bara sudah selesai dengan pekerjaan nya, dan dia langsung mengarahkan motor milik nya menuju ke warung milik ibu Sumi
Bara menempuh perjalanan hingga satu jam lama nya, karena sangat kebetulan ternyata jarak tempuh tempat mengantarkan pelanggan nya tadi ternyata sangat lah jauh..
Dan tepat pukul lima sore, Bara baru tiba di depan warung ibu Sumi yang tampak sudah sepi..
"Loh.... kenapa ini warung nya tampak sepi seperti sudah tutup, bukan kah biasa nya warung ibu Sumi buka sampai pukul enam sore"
Gumam Bara berbicara sendiri..
Dia dengan cepat langsung turun dari atas motor nya untuk melihat situasi tersebut..
Dan kini Bara telah berdiri di depan warung benar saja dugaan nya jika warung ibu Sumi memang sudah tutup dengan cepat...
"Sial.. seperti nya aku terlambat menjemput kekasih ku Arimbi, apakah kira kira dia sudah pulang ke kosan, ya... lebih baik aku pulang sekarang juga"
Ucap Bara kembali menaiki motor milik nya..
Hanya beberapa menit kemudian, kini Bara sudah tiba di depan kamar kosan tersebut, dan Bara langsung berlari untuk mengetuk pintu kamar milik nya..
Tok.... tok....
"Arimbi...! apakah kau sudah berada di dalam saat ini? "
Tanya Bara sambil mengetuk pintu itu
Hingga tiba-tiba saja, ada yang memukul bahu Bara dengan pelan..
"Woy bro... kamu lagi cari Arimbi ya? '
Tanya pria tersebut yang tak lain adalah Bimo
" Iya, apakah kau melihat jika kekasih ku sudah pulang Bimo? "
"Tidak.. aku tidak melihat nya, walaupun aku baru tiba juga, tapi seperti nya aku tidak mendengar suara dari dalam kamar mu Bara"
"Benarkah..! lalu dimana Arimbi sekarang...! kenapa warung ibu Sumi sudah tutup jam segini? "
Tanya Bara dengan meremat rambut nya dengan panik..
__ADS_1
Bara tiba-tiba saja merasa takut akan keselamatan Arimbi , seperti yang pak Anton ucapkan kepada nya tadi pagi..jika ada beberapa orang yang menguntit dia dan juga Arimbi
Bagaimana jika para bodyguard nya lengah dan tidak bisa melindungi Arimbi...
"Bro.... kau jangan terlalu parno seperti itu, kenapa kau tidak handphone saja nomor handphone milik Arimbi? bukan kah dia memiliki handphone ? "
Ucap Bimo memperingatkan Bara membuat Bara langsung tersenyum dan memukul bahu sahabat nya tersebut..
"Iya ya... kenapa aku tidak kepikiran sedari tadi Bemo, dasar bodoh"
Ucap Bara tertawa sambil mengambil handphone milik nya..
Kini Bara sudah menghubungi nomor Kekasih nya Arimbi, hingga beberapa kali memanggil akhirnya baru lah di angkat oleh sang pemilik handphone..
Seperti nya Arimbi tidak tahu jika kekasih nya Bara yang super duper bucin sedang merasa panik saat ini..
"Hallo sayang"
Sapa Arimbi di sebrang sana..
"Halo sayang, kamu ada dimana saat ini? apakah kamu baik baik saja, kenapa kau tidak berada di dalam kamar kos ku saat ini, memang nya kau sedang berada dimana sayang? "
"Sayang... bisakah kau bertanya nya satu satu, aku jadi bingung mau menjawab yang mana dulu"
"Oh... baiklah sayang.. maaf jika aku terlalu banyak bertanya, itu semua. karena aku. terlalu takut dengan keadaan mu sayang"
"Iya, aku mengerti kok Bara, maaf ya karena aku tidak memberitahu mu terlebih dahulu, sebenarnya aku sedang berada di rumah ibu Sumi... dan seperti nya aku ingin tinggal di rumah ibu Sumi saja, apakah kau mengizinkan nya sayang? "
Tanya Arimbi dengan sedikit pelan, dia takut jika Bara tidak menyetujui permintaan nya tersebut..
"Apa... jadi.. kamu mau tinggal di rumah ibu Sumi! tidak di kamar kos ku lagi sayang? "
Tanya Bara sedikit merasa terkejut..
"Iya sayang, aku akan tinggal disini untuk sementara waktu, lagian ibu Sumi yang sudah memaksa ku Bara, karena beliau hanya tinggal sendirian di rumah nya, jadi... sekalian bantu bantu aku menerima tawaran ibu Sumi kepada ku, kamu gak marah kan sayang? "
Tanya Arimbi kembali...
Membuat Bara langsung menggaruk rambut nya yang tidak terasa gatal..
__ADS_1
Niat hati ingin melihat Arimbi setiap hari, seperti nya langsung gugur karena Arimbi tidak tinggal lagi di kamar kosan milik nya..
"Yah... baru saja aku merasakan indahnya melihat bidadari di pagi hari yang baru bangun tidur tapi terlihat sangat cantik serta mempesona, eh... sekarang harus mengizinkan agar Arimbi tinggal di rumah ibu Sumi yang lumayan jauh dari kamar kosan ku, nasib.... nasib... "
Gumam Bara di dalam hati nya, tanpa menjawab pertanyaan dari Kekasih nya tersebut..
Hingga detik kemudian, Bara di kejutkan dengan suara Arimbi yang mulai sedikit berteriak memanggil nama pria tersebut..
"Bara... apakah kau tidak mendengar pertanyaan dari ku barusan? kenapa kau hanya diam saja sejak tadi Bara"
Ucap Arimbi yang menyadarkan pria tampan itu..
"Eh.. iya, maaf ya sayang... maaf jika aku tidak langsung menjawab pertanyaan mu barusan, tapi.. aku.... aku sebenarnya tidak mengizinkan nya tapi... karena kau memaksa, baiklah.. dengan hati yang berat aku akan mengizinkan nya sayang"
"Yea.... terimakasih ya cinta ku, maaf ya karena aku tidak bisa tinggal di dekat mu lagi, lagian kata ibu Sumi, sangat berbahaya jika aku sampai tinggal di kamar kosan mu sampai waktu yang lama, takut nya nanti kamu akan salah kamar sayang"
"Hah... benarkah ibu Sumi mengatakan hal seperti itu sayang? "
"Iya... dia juga bilang kepada ku, jika seorang gadis jangan terlalu dekat dengan pacar nya, karena bisa menyebabkan hal yang tidak di inginkan, apa lagi kita sudah sama sama dewasa, takut nya, nanti kamu malah mengajak ku untuk melakukan sesuatu yang belum seharusnya kita lakukan, misal nya seperti hubungan suami istri "
"Apa...!!! kenapa ibu Sumi sampai berfikir sejauh itu? ibu Sumi benar-benar payah.. "
"Sayang... aku rasa semua yang di katakan ibu Sumi ada benar nya, oya.. apakah nanti malam kau akan datang kesini untuk melihat ku? "
Tanya Arimbi sedikit berharap..
"Tidak sayang, maaf ya nanti malam aku sudah membuat janji dengan salah satu pelanggan ku, jadi aku tidak bisa menemui mu, sayang, kau tidak marah kan? "
"Tentu saja tidak, baiklah.. jika begitu sampai bertemu besok ya, aku akan membantu ibu Sumi untuk menyiapkan makan malam"
"Iya..., ingat kau jangan pergi kemana mana, tetap lah di rumah ibu Sumi, besok aku akan mengantarkan semua barang barang milik mu"
"Okey sayang, bay sayang ku, "
Ucap Arimbi mematikan panggilan tersebut...
Kini Bara sudah merasa lebih tenang, karena Arimbi telah mendapat kan tempat tinggal yang dapat menjaga dirinya..
"Sabar lah Arimbi... setelah ini aku akan segera membawa mu untuk tinggal di salah satu apartemen milik ku, "
__ADS_1
Ucap Bara dengan suara pelan, jangan sampai sahabat nya Bimo mendengar perkataan nya tersebut...