
Tidak terasa malam telah datang menyapa, dan saat ini Bara sudah bersiap siap akan segera pergi untuk menemui papa nya..
Bara akan di jemput di tempat biasa menggunakan mobil milik nya, sedangkan motor nya akan di bawa oleh salah satu bodyguard nya
Kini Bara telah tiba di tempat tersebut, pak Anton yang melihat kedatangan tuan muda nya pun langsung menunduk dengan hormat...
"Selamat malam tuan muda"
Sapa pak Anton sedikit membungkuk
"Selamat malam juga pak Anton, apakah papa ku sudah tiba di apartemen? "
Tanya Bara menatap pria kepercayaan papa nya itu
"Sudah tuan muda, tuan besar sangat merindukan tuan muda, beliau berkata jika sudah sangat ingin bertemu dengan tuan muda"
"Benarkah... cih.... modus sekali tuan Abraham, bukan kah aku menjauh juga karena ulah dirinya, sekarang sok merasa merindukan ku, ya sudah sekarang ayo kita pergi"
Ajak Bara langsung masuk kedalam mobil yang sudah di buka pintu nya...
Hingga detik kemudian, kini mobil itu mulai berjalan membelah keheningan malam...
Bara merasa sangat rindu dengan mobil mewah nya tersebut, karena dahulu kemana pun dia pergi dia selalu di antarkan dan juga di fasilitasi dengan kemewahan seperti saat ini
Tapi semenjak dia telah menyamar menjadi seorang tukang ojek,
Bara akhirnya merasakan bagaimana panas terik nya matahari karena menggunakan motor dan juga terkena hujan di saat gerimis melanda..
Membayangkan hal tersebut, Bara langsung tersenyum miring..., ternyata kehidupan nya bisa berubah dengan cepat jika papa nya yang memutuskan...
"Lihat lah mobil ku ini pak Anton...! seperti nya dia sudah lama tidak aku tumpangi lagi, tapi.... kenapa ya pantat ku terasa tidak nyaman duduk di kursi empuk ini"
Ucap Bara yang mulai berkata ngawur
"Haha.. seperti nya pantat tuan muda lebih menyukai kursi di motor lusuh dari pada kursi di mobil mewah ini tuan muda"
__ADS_1
"Ya.... kau benar... aku rasa aku juga lebih menyukai kehidupan ku sebagai seorang ojek online, lebih terasa damai tanpa harus bekerja dan berfikir keras di dalam ruangan kantor milik ku"
Kata Bara membuat pak Anton langsung memutar duduk nya ke arah samping..
"Tuan.. apa maksud perkataan tuan? jangan bilang jika tuan sudah merasa nyaman menjadi orang miskin di bandingkan menjadi orang kaya raya? "
"Iya.. seperti nya memang begitu pak Anton, karena saat aku menjadi orang miskin ,hidup ku tidak memiliki beban yang banyak, aku tidak perlu memikirkan bagaimana cara nya agar bisa memenangkan setiap Tander dan juga memikirkan tanggung jawab yang tidak ada habis nya di pundak ku ini, bahkan ketika aku miskin pun aku malah mendapatkan seorang kekasih yang dapat mencintai ku dengan tulus, jadi.. aku merasa menjadi orang miskin lebih sempurna dari pada menjadi orang kaya pak Anton "
Jelas Bara membuat Pak Anton menggaruk kepala nya yang terasa tidak gatal...
Sungguh dia tidak pernah menyangka jika tuan muda nya yang dahulu suka menghambur-hamburkan uang, dan juga hidup penuh dengan kemewahan, kini malah lebih menyukai hidup menjadi orang miskin..
Sepertinya Bara telah berubah 180 derajat,dan hal ini tidak baik untuk penerus keluarga Abraham, jangan sampai karena merasa nyaman menjadi orang miskin malah membuat Bara menjadi tidak mau memegang kendali perusahaan milik keluarga nya..
Bara yang melihat wajah pak Anton pun langsung tertawa terpingkal pingkal..
Seperti nya orang tua itu sudah termakan oleh perkataan nya dan membuat dia menjadi sangat kebingungan..
"Hahaha..... kau jangan memasang wajah seperti itu pak Anton.., karena kau terlihat sangat jelek"
Ejek Bara kepada pak Anton...
Ucap Pak Anton dengan memohon.. membuat Bara suka untuk mengerjai pria tua tersebut..
"Iya.... kita lihat saja nanti pak Anton, jika papa ku merasa menyesal karena telah menghukum ku menjadi orang miskin, maka aku akan merubah semua pemikiran ku itu, tapi.... jika tidak.... maka... "
"Tuan.. saya pastikan jika tuan besar merasa menyesal karena telah menghukum tuan muda,dia sangat kesepian karena tuan muda tidak ada di rumah besar"
"Benarkah... baiklah... jika begitu kita buktikan saja sebentar lagi.. "
Jawab Bara memasang senyum menyeringai, dan kini dia mulai menaikan sebelah kaki nya ke atas kaki yang lain,
Bara menikmati enak nya menjadi orang kaya kembali...
*****
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di sebuah kamar yang ada di apartemen, Diva dan Josep barus saja saling bertemu..
Josep yang melihat kedatangan Diva pun langsung mencium dan menikmati bagain tubuh atas wanita itu dengan sangat rakus..
Josep memang sangat menyukai Diva, karena Diva memiliki tubuh yang indah menggoda, sedangkan Diva yang mendapat serangan tersebut pun berusaha untuk menghentikan perlakuan Josep kepada dirinya..
"Sayang.... hentikan terlebih dahulu? aku kan butuh istirahat sejenak"
Ucap Diva menatap mata Josep yang sangat bergairah..
"Sayang.... ayo kita lakukan sekarang juga,, aku sudah ingin melakukan nya"
"Tunggu dulu sayang, lagian kau belum mengatakan tentang penyerangan yang akan kau layangkan untuk Arimbi! bagaimana mungkin kita melakukan nya sekarang"
Ucap Diva kepada Josep , dia tidak akan mau melayani Josep jika pria itu belum juga melaksanakan perintah dari dirinya...
"Sayang..... anak buah ku sudah seharian ini mengikuti Arimbi, dan wanita itu saat ini sudah tinggal di rumah seorang janda paruh baya, "
"Lalu... apak yang akan kau lakukan selanjutnya untuk Arimbi Josep? '
" Kita harus bersabar sedikit Sayang, karena Arimbi belum juga keluar dari rumah itu, kita tidak bisa gegabah dalam melakukan penyerangan, karena rumah janda itu berada di tempat ramai penduduk "
Jelas Josep yang langsung membuat Diva merasa sangat marah...
"Tidak Josep... aku tidak mau tahu, kau harus mencari cara agar wanita sialan itu bisa keluar dari rumah,karena aku ingin malam ini juga Arimbi mati di tangan mu Josep"
Ucap Diva dengan berteriak, .
Josep langsung berfikir dengan keras, bagaimana cara nya agar dia bisa membawa Arimbi untuk keluar dari rumah tersebut..
"Ya sudah, aku akan menghubungi anak buah ku terlebih dahulu, untuk menanyakan situasi di sekitar rumah itu"
Kata Josep langsung menghubungi nomor anak buah nya...
Sedangkan Diva mulai menyunggingkan senyuman senang, akhirnya dia bisa menguasai Josep, dan menjadikan pria itu sebagai pesuruh untuk rencana jahat nya...
__ADS_1
"Lakukan dengan sempurna Josep, karena kau yang akan turun tangan membunuh Arimbi , tidak sia sia aku memiliki tubuh yang bagus, karena bisa membuat seorang Josep bertekuk lutut di bawah kaki ku"
Gumam Diva di dalam hati sambil duduk di atas ranjang tersebut