Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Rencana pernikahan


__ADS_3

Tidak terasa hari telah berganti hari, dan pernikahan Bara bersama Arimbi terpaksa harus di undur karena papa Erik belum sembuh total..


Dan kabar gembira nya untuk mereka berdua adalah, hari ini juga papa Adi telah diperbolehkan pulang oleh dokter, karena pengobatan yang dia lakukan selama satu minggu ini telah berhasil dilakukan..


Arimbi sangat merasa senang dan bahagia, karena dia bisa berkumpul kembali dengan papa dan juga calon ibu barunya yang tak lain adalah ibu Sumi,


Dan saat ini, Arimbi sedang mendorong kursi roda papa Adi untuk keluar dari ruangan rawat milik nya,


Ditemani oleh ibu Sumi yang berada disamping kursi roda milik papa Adi..


"Akhirnya papa bisa keluar juga dari ruangan perawatan yang sangat pengap itu sayang, jujur saja jika papa sudah tidak betah berada disana"


Ucap papa Adi kepada putri nya Arimbi..


"Iya,Arimbi juga sangat bersyukur karena papa bisa kembali sembuh, dan ini semua berkat Bara papa, yang telah mengeluarkan banyak uang untuk kesembuhan papa"


"Iya papa tahu sayang...! lalu dimana calon suami mu itu nak? kenapa dia tidak ikut menjemput kepulangan papa? "


"Iya Arimbi, apakah Bara sudah mulai sibu dengan pekerjaan nya?"


Tanya ibu Sumi menimpali,


"Benar pa, bu, Bara memang sedang sangat sibuk dengan pekerjaan nya di kantor, apa lagi saat ini dia juga memegang perusahaan milik papa, jadi Bara tidak mempunyai waktu luang untuk mengantar kan papa pulang, oya... Arimbi boleh meminta sesuatu tidak? "


Tanya Arimbi kepada papa nya , mereka kini sudah masuk kedalam mobil milik anak buah Bara yang ditugaskan untuk menjaga dan mengantar pulang mereka berdua


"Memang kamu mau meminta permintaan apa sayang? ya sudah katakan saja? "


Tanya papa Adi merasa sangat penasaran..


"Aku ingin meminta....!!! bagaimana jika pernikahan ku dilakukan secara bersamaan dengan pernikahan papa juga? "


"Apa......!! yang benar saja sayang, masak kamu mau menikah barengan sama papa, nanti apa kata orang orang nak"


Jawab papa Adi yang merasa tidak setuju, begitu juga dengan ibu Sumi, yang belum terlalu siap untuk menjadi istri dari seorang Adi Sanjaya..


"Memang nya kenapa pa? kan papa sudah resmi bercerai dengan Kepala siluman ular itu, jadi papa bebas bisa menikah kapan saja, lagian aku tidak akan tenang jika harus meninggalkan papa untuk pergi berbulan madu, karena papa tidak ada yang menjaga dan juga menemani"


Jelas Arimbi memasang wajah khawatir...


"Iya,. sebenernya yang dikatakan oleh Arimbi ada benar nya mas Adi, tapi.... itu semua terserah kepada kamu mas, aku sih ikut saja mana yang terbaik"


Jawab ibu Sumi menimpali, membuat papa Adi langsung tersenyum dengan bahagia..

__ADS_1


"Apakah itu artinya jika kau tidak keberatan untuk segera aku nikahi Sumi? "


"Emmm....... sepertinya tidak, karena dengan status kita yang halal , maka saya bisa menjalankan tugas saya tanpa takut lagi dengan gunjingan dari orang lain, apa lagi Arimbi akan pergi untuk berbulan madu dalam waktu yang lama, jadi... tidak ada salah nya jika kita segera menikah bukan"


"Baiklah... baiklah jika begitu Sumi, aku akan menyetujui permintaan Arimbi"


Jawab papa Adi tersenyum manis kearah ibu Sumi, membuat Arimbi sedikit memiringkan bibir nya..


"Lihat lah.. yang model begini ditinggal berdua saja tanpa jalinan pernikahan, bisa bisa ibu Sumi hamil lagi karena ulah mesum papa, dasar papa! sama saja dengan Bara dan juga Mario, kalau sudah urusan wanita, langsung tersenyum ganjen"


Gumam Arimbi didalam hatinya, sambil memperhatikan kedua sejoli yang sedang dimabuk cinta..


******


Sedangkan didalam perusahaan Bara, saat ini Bara telah selesai mengerjakan pekerjaan nya ya sudah dia kerjakan selama seminggu...


Dan kini tinggal mengecek kembali acara pernikahan yang sudah hampir 100% selesai..


Bara mengerjakan semua nya sendiri, karena dia tidak ingin jika hari pernikahan yang satu kali dalam seumur hidup harus terjadi dengan tidak sempurna,


Dan setelah pernikahan selesai, maka Bara akan mengajak Arimbi untuk pergi berbulan madu hingga 2 bulan lamanya,


Tepatnya sampai Arimbi dinyatakan hamil, baru lah Bara akan menyudahi bulan madunya tersebut..


Ucap Bara sambil bersender dikursi kebesaran nya, untuk meluruskan otot otot miliknya yang terasa memegang..


"Wah... kira kira bagaimana malam pertama ku nanti ya? pasti milik Istri ku sangat rapat dan juga legit karena dia kan masih bersegel, aduh.. aku jadi tidak sabar ingin segera merasakan milik Arimbi"


Ucap Bara sambil tersenyum senyum sendiri, karena dia sedang membayangkan malam pertama yang indah bersama Arimbi istri nya..


Mario yang tiba-tiba sudah masuk kedalam ruangan itu pun, langsung tersenyum jahil saat melihat apa yang dilakukan oleh pria mesum tersebut..


Dan dia mulai melangkah dengan pelan sambil mengeluarkan karet gelang yang sengaja dia bawa untuk mengerjai Mario..


Hingga tepat didepan meja kerjaa Bara yang sedang memejamkan matanya sambil tersenyum,


Mario pun langsung mengarahkan karet gelang tersebut untuk menjepret hidung Bara yang mancung..


Dan detik kemudian..


Prakkkkkk.........


"Aww...... siapa yang sudah berani menjepret hidung ku hah! dasar manusia tidak punya kerjaan"

__ADS_1


Maki Bara sambil mengelus hidung mancung nya yang sudah memerah, dia memutar kepala nya kesana kemari, untuk mencari keberadaan orang yang sudah berani menggangu dirinya.


"Soal, kenapa tidak ada orang masuk kedalam ruangan ku, apakah aku sudah berhalusinasi saat ini"


Ucap Bara menggaruk kepala nya, sedangkan Mario mulai tersenyum didalam hati, karena telah berhasil mengerjai Bara.


Pria itu, bersembunyi dibalik meja yang ada didepan Bara duduk..


Hingga detik kemudian,


"Oh.. jadi ternyata kau pembuat onar nya, dasar pria pengangguran, tidak memiliki pekerjaan, ngapain juga kau berada dikantor ku Mario"


Teriak Bara menggunakan sepuluh oktaf membuat Mario langsung menutup kedua kuping nya menggunakan tangan..


Dan pria itu cepat cepat bangkit berdiri, karena kejahilan nya sudah diketahui oleh Bara


"Jangan berteriak sialan..! berisik tahu"


Ucap Mario langsung duduk di sebuah sofa yang ada didalam ruangan tersebut..


"Untuk apa kau kemari? " bukan kah kau sudah aku berikan Apartemen? apakah masih kurang hadiah yang aku berikan kepada mu Mario? "


Tanya Bara memicingkan kedua matanya.


"Tidak Bara.., kau ini, pelit sekali dengan ku, aku kan tidak mengatakan hal seperti itu"


"Lalu... apa tujuan mu datang kekantor ku? apakah kau mau meminta pekerjaan dengan ku? "


"Cih... siapa juga yang mau bekerja, aku itu datang kesini karena sedang bersembunyi dari kegilaan Cinta, apa kau tahu apa yang dia lakukan kepada ku Bara? "


Tanya Mario menatap Bara dengan tajam


"Tidak... aku tidak tahu? memang apa yang dia lakukan kepada mu? "


Tanya Bara penasaran..


"Cinta telah memperkosa ku hingga berkali-kali Bara, karena dia mengingkan anak dari ku, jadi aku harus menghasil kan bibit unggul untuk dirinya, "


"Apa.......!!!!


Teriak Bara sangat syok...


Sungguh Bara tidak percaya jika Mario sang pria mesum bisa menyerah dengan kegilaan istri nya sendiri,

__ADS_1


Hingga detik kemudian, Bara langsung tertawa hingga terbahak bahak... akhirnya ada juga yang mengalahkan seorang Mario...


__ADS_2