Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Arimbi akan melahirkan


__ADS_3

Tepat pukul 9 malam, Bara sudah masuk kedalam kamar mereka, dan pria itu bersikap berpura-pura tidak merasa bersalah, membuat Arimbi yang merasa sangat kesal langsung melemparkan bantal tepat di tubuh suaminya tersebut..


Bara yang mendapat kan timpukan bantal pun merasa sedikit terkejut, sepertinya istri nya sedang dalam keadaan mode ganas, alias ingin mengamuk dengan mengerikan,


Bara berusaha menelan ludahnya secara kasar, jangan sampai karena ulah pembangkang nya tadi siang, Bara harus merasakan dingin nya tidur di ruangan TV.


"Kenapa masuk ke kamar, bukan kah kau sudah tidak mau lagi menuruti keinginan aku dan bayi ku ini, cih.... baru mempunyai anak satu saja,tapi kau sudah seperti itu kepada ku" ketus Arimbi merasa sangat kesal,


Bara yang mendapatkan kemarahan dari istri nya itu pun, langsung bersimpuh di depan Arimbi dan berlutut dengan memasang tampang menyedihkan


Malam ini, dia harus bisa meluluhkan hati istri nya tersebut, seperti yang biasanya dia lakukan


"Sayang... aku mohon, maafkan lah aku, tadi siang aku benar-benar merasa lelah, jadi saat akan mengambil buah mangga di atas pohon, Tiba-tiba saja mata ku terasa sangat mengantuk, sehingga aku memilih tidur sekejab dibawah pohon mangga tersebut, dan tanpa terasa aku malah tertidur hingga Sore hari, sungguh aku tidak sengaja melakukan nya sayang " jelas Bara membuat Arimbi langsung memberengut dengan kesal,


Suaminya itu pandai sekali jika disuruh untuk merayu dirinya,


"Baiklah, aku akan memafkan mu, tapi besok kau harus tetap mengambil kan aku buah mangga nya"

__ADS_1


"Okey, itu masalah gampang sayang, bahkan jika kau meminta satu pohon mangga pun aku akan mengabulkan nya untuk mu"


"Benarkah...! terimakasih ya sayang, sekarang bangun lah, dan peluk aku dengan erat" ucap Arimbi sambil merentang kan kedua tangan nya dengan lebar ke arah Bara


Bara langsung tersenyum dengan senang, dan dia mulai bangkit untuk masuk kedalam pelukan istri nya tersebut..


"Sayang, jangan marah marah lagi ya, aku sungguh sangat menyayangi kamu sayang"


"Baiklah.. aku janji mulai sekarang tidak akan marah marah lagi. kepada mu" jawab Arimbi tersenyum


Membuat Bara merasa sangat senang, setelah itu mereka mulai bercumbu dengan sangat mesra, meluapkan perasaan cinta dihati masing masing


"Sayang... perut ku terasa sangat sakit rasanya" teriak Arimbi sambil memegang perutnya dan mengelus nya lembut...


Bara terlonjak dengan kaget, saat mendengar suara Arimbi yang menjerit dengan kuat, dia sungguh merasa panik dan juga takut


"Ada apa sayang? kena perut mu bisa sakit, sedangkan kau belum memakan buah mangga yang kau inginkan bukan? " tanya Bara kepada Arimbi

__ADS_1


Arimbi benar-benar merasa sangat kesal dan langsung mengarahkan kaki nya untuk menendang burung milik Bara,


Membuat Bara terlonjak karena kesakitan,


"Sayang, kenapa kau malah menyepak senjata ku, bagaimana jika senjata ku sampai rusak dan tidak berfungsi, kau juga yang akan rugi sayang"


"Biarkan saja, aku akan mencari senjata yang baru, sekarang cepat tolong aku Bara, aku seperti nya akan segera melahirkan, cepat panggil papa mu Bara"


"Apa melahirkan! kenapa tidak bilang dari tadi, seharusnya kau mengatakan nya sedari tadi"


"Bara... cepat lah, aku sudah ingin melahirkan, aku ingin melahirkan sekarang juga"


"Ya sudah jika begitu ayo kita kerumah sakit sekarang juga"


Ajak Bara menggendong tubuh Arimbi untuk membawa nya keluar dari kamar tersebut...


Setiba nya di lantai bawah, Bara menjerit dengan kuat untuk membangunkan ketiga orang tua mereka,

__ADS_1


"Papa, papa mertua, ibu Sumi, ayo bangun lah istri ku akan segera melahirkan, ayo bantu aku bi" Teriak Bara dituang tamu tersebut,


Membuat semua orang mulai terbangun dari tidur mereka....


__ADS_2