Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Arimbi dalam bahaya


__ADS_3

Arimbi dan Winda sempat bercepika cepiki bersama, hingga akhirnya Arimbi merasa terkejut dengan ucapan Winda yang membuat nya tidak karuan...


"Oya mbak... kalau memang mbak bekerja di warung nasi nya bu Sumi, boleh gak saya meminta bantuan kepada mbak Arimbi? "..


Tanya Winda dengan memasang wajah sedikit malu malu..


Arimbi langsung mengernyitkan kening nya, merasa tidak tenang dengan permintaan gadis muda tersebut..


" Iya, memang nya kamu mau meminta bantuan apa? "


Tanya Arimbi penasaran...


Winda kembali menyunggingkan senyuman, seperti nya dia benar-benar merasa malu untuk mengungkapkan keinginannya tersebut...


"Mbak..... saya itu, sering banget ketemu sama abang tukang ojol tampan yang suka makan di warung nya ibu Sumi, saya yakin jika abang itu memang setiap hari nya berlangganan di tempat makan ibu Sumi, jadi saya minta bantuan mbak dong, agar bisa minta nomor handphone abang itu untuk saya, jujur saya suka banget sama dia, tapi.. seperti nya abang ojol tidak ramah dan pendiam, jadi sangat susah untuk di dekati"


Ucap Winda kepada Arimbi, membuat Arimbi langsung terdiam membisu..


Apakah abang ojol yang di maksud Winda adalah Bara kekasih nya sendiri..


Arimbi yang merasa cemburu pun langsung undur diri untuk pergi dari warung tersebut..


Dia bahkan mengabaikan permintaan Winda yang belum dia Jawab sedikit pun..


"Maaf Winda... aku harus segera pulang, karena ibu Sumi sudah menunggu ku sedari tadi"


Pamit Arimbi langsung melangkah berlari meninggal kan warung tersebut..


Winda di buat tercengang dengan kepergian tiba-tiba yang di lakukan Arimbi, belum juga mendapat kan jawaban tapi wanita itu sudah pergi begitu saja meninggal kan diri nya..


"Sial... kok Arimbi seperti itu sih, kan aku hanya ingin meminta tolong saja, apa jangan jangan dia juga suka dengan abang ojol tampan itu? "


Tanya Winda dengan sendirinya...


Sedangkan Arimbi, saat ini dia benar benar merasa kesal dan juga cemburu, seperti nya Bara sudah banyak mengenal banyak orang di kampung tersebut..


Dan Bara juga telah menebar pesona ketampanan nya membuat para gadis terbius dengan aura yang pria itu miliki..


Jujur Arimbi merasa tidak suka, dia tidak suka jika kekasih nya ada yang menyukai dan berusaha ingin mendapatkan nya..


Karena bagi Arimbi, Bara hanya lah milik nya bukan milik wanita lain...


"Duh.. kenapa aku jadi kesal begini, apakah karena aku tidak pernah pacaran sebelum nya, sehingga perasaan ku langsung marah saat Winda membicarakan tukang ojol tampan itu, bagaimana jika yang dia maksud bukan lah Bara, melainkan ojol yang lain nya, ayolah Arimbi.... kau tidak boleh sok uzon seperti itu"

__ADS_1


Kata Arimbi sambil berjalan membelah keheningan malam...


Arimbi masih berada di dalam pemikiran nya sendiri,sampai dia tidak menyadari jika sedari tadi ternyata sudah ada lima orang pria memakai penutup wajah sudah mengintai dirinya...


Dan setiba nya di tempat yang sunyi yang tadi sempat Arimbi lewati, Tiba-tiba saja langkah Arimbi langsung terhenti karena telah di hadang oleh beberapa orang yang ada di depan dirinya...


"Kalian siapa...? "


Tanya Arimbi dengan wajah takut,


Arimbi langsung menghentikan langkah nya dan memeluk erat plastik kresek yang sedang dia bawa..


Para pria asing itu tertawa dengan cekikikan, mereka sungguh bahagia karena ,setelah menunggu sampai beberapa hari akhirnya mereka mendapat kan kesempatan yang baik untuk menghabisi mangsa incaran..


"Jangan banyak tanya kau nona manis, sekarang kau ikut kami tanpa memberontak, atau kami akan melakukan nya secara paksa"


Ucap pria tersebut membuat Arimbi merasa sangat ketakutan..


Arimbi mencoba melihat situasi yang ada, dan wilayah yang dia lewati saat ini benar-benar sunyi tanpa ada rumah dan orang berlalu lalang,


Arimbi mencoba memundurkan langkah nya ke arah belakang,


Seperti nya dia harus lari untuk menuju ke warung milik Winda kembali, agar bisa mendapatkan pertolongan..


Gumam Arimbi di dalam hati nya, dengan mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuh...


Dengan cepat Arimbi langsung berbalik badan, dan dia melangkah kan kaki nya dengan cepat agar bisa lari dari para preman tersebut..


Hingga tak lama kemudian, Arimbi di kejutkan kembali dengan dua orang pria yang ternyata sudah berada di depan nya saat ini...


"Haha.... apakah kau kira kau bisa lari hah! kau tidak bisa pergi dari tempat ini nona manis, karena kau sudah kami kepung"


Dehhh......


Jantung Arimbi benar-benar berdetak dengan hebat, seperti nya orang orang tersebut memang mempunyai niat jahat kepada dirinya..


Atau jangan jangan.. mereka adalah suruhan dari ibu tiri dan saudara tirinya..


"Kalian mau apa hah! kenapa kalian menganggu ku, aku mohon lepas kan aku, biarkan aku pergi dari sini"


"Tidak bisa nona, karena apa pun yang terjadi kau harus kami bawa sekarang juga"


"Oh.. aku tahu, pasti kalian adalah orang suruhan dari mama Lina dan Diva bukan? sekarang katakan kepada ku, berapa mahal kalian di bayar oleh mereka berdua? aku pasti akan menambah bayaran nya hingga dua kali lipat, tapi kalian harus membiarkan saya pergi, "

__ADS_1


Ucap Arimbi mencoba menegosiasi, para preman tersebut langsung tertawa dengan terbahak bahak..


Mereka sangat lucu mendengar sogokan yang berusaha Arimbi sodorkan untuk mereka..


"Haha.... apakah kau kira kami ini tidak punya uang nona? kami tidak membutuhkan uang mu, karena kami hanya membutuhkan tubuh mu nona manis"


"Tidak... kalian benar-benar keterlaluan, pergilah sekarang juga, atau aku akan menjerit dengan kuat"


"Menjerit lah nona, kami yakin jika tidak akan ada yang lewat di jalan ini, karena kami sudah menghadang orang orang yang akan melintasi jalan ini, sekarang juga ayo tangkap. wanita itu"


Perintah salah satu pria yang menjadi bos mereka, dengan cepat para preman langsung berlari untuk menangkap Arimbi..


Membuat Arimbi berusaha untuk menghindar dan juga melawan...


Sekuat tenaga Arimbi memukul mereka menggunakan kantong plastik yang berisi barang belanjaan, Arimbi mengayunkan nya hingga mengenai wajah para preman..


Para preman yang terkena timpukan dari kantong plastik kresek itu pun, merasa sangat marah, mereka langsung kembali berlari untuk menangkap Arimbi..


"Bangsat, kau benar benar sudah menguji kesabaran ku nona sialan, sekarang aku akan menangkap mu dan memberikan mu pelajaran yang menyakitkan.. hiattt.. "


Ucap salah satu preman yang mengejar Arimbi


Hingga tak lama kemudian,


Bukkk.... bukkk.... bukkkk.


Tanpa di duga telah datang sang dewa penolong Arimbi dengan beberapa teman yang dia bawa..


Bara terlihat berlari dengan sangat kencang sambil menerjang para preman tersebut..


Brukkkk...


Para preman langsung jatuh ke atas aspal, membuat Bara kembali melayangkan tinjuannya di wajah dan perut preman itu...


Bukk.... bukk...


"Mampusss kau preman sialan, berani sekali kau menganggu kekasih ku hah bajingan"


Teriak Bara dengan sangat marah..


Begitu juga ke empat teman yang dia bawa, mereka satu persatu sudah melumpuhkan para preman yang menyerang Arimbi, bahkan mereka sampai membuat mereka jatuh tak sadarkan diri..


Arimbi yang melihat kedatangan kekasih nya itu pun langsung menutup mulutnya sambil meneteskan air mata..

__ADS_1


Arimbi tidak pernah menyangka jika Bara bisa datang dengan tepat waktu untuk menyelamatkan dirinya..


__ADS_2