
Akhirnya hari yang dinantikan oleh Bara bersama Arimbi telah tiba juga, disebuah Ballroom ternama , terlihat sebuah dekorasi megah yang terpampang didepan mata
Membuat siapa saja yang datang ketempat itu langsung berdecak dengan kagum..
Bara bersama yang lain nya kini sudah duduk di atas sebuah kursi dan tepat didepan meja, Bara mencoba menghirup udara hingga berkali kali , untuk menghilangkan rasa panik dan juga nervous yang menyerang perasaan Bara...
Mario yang duduk tepat disamping kanan Bara pun langsung tertawa dengan suara kecil, membuat Bara melayangkan cubitan nya di paha kiri pria tersebut..
"Aww.... kenapa kau mencubit ku Bara"
Teriak Mario terkejut,
"Siapa suruh kau mengejek ku, aku tahu kau pasti sedang menertawakan aku saat ini kan? "
Jawab Bara dengan berbisik
"Tidak, mana mungkin aku menertawai mu Bara"
"Bohong, jika kau tidak menertawakan aku? lalu kau menertawakan siapa hah! dasar pembohong, lihat saja setelah acara pernikahan ku selesai, maka aku akan langsung menendang mu untuk kembali lagi kenegara A, "
"Jangan.... kenapa kau sangat sadis kepada ku teman, aku sudah merasa nyaman tinggal di kota ini Bara, "
"Jika kau tidak mau, maka diam lah, jangan menertwai ku lagi, "
"Baiklah.... aku akan diam sekarang"
Jawab Mario tersenyum lucu, papa Adi dan papa Abraham yang bisa mendengar percakapan mereka berdua pun, mulai ikut tertawa dengan kecil
Karena aura ketakutan yang diperlihatkan oleh Bara benar-benar sangat lah tampak, bahkan Bara sampai bergetar dan mengeluarkan keringat dingin..
"Papa....! kenapa acaranya belum dimulai juga? aku sudah tidak sabar rasanya"
"Memang nya kenapa Bara? apakah kau panik saat ini? "
Ucap papa Adi yang menimpali pertanyaan Bara...
"Tentu saja tidak paman, lagian aku sudah latihan selama dua Minggu lebih, jadi aku tidak akan panik saat ini"
"Ya.. baiklah... aku percaya kepada mu Bara , oya setelah resmi menikah maka stop memanggil ku dengan sebutan paman Bara, karena aku sudah menjadi papa mertua mu"
"Iya...., aku tahu paman"
__ADS_1
Jawab Bara dengan bergetar,dan meremas kedua tangan nya,
Dan setelah itu mereka kembali terdiam sambil menunggu kedatangan sang mempelai wanita..
Sedangkan didalam ruangan rias, terlihat tiga orang wanita yang sudah selesai dengan penampilan mereka..
Ibu Sumi merasa sangat terharu, karena putri nya Arimbi akhirnya akan mengakhiri masa lajang nya, dan kini ibu Sumi mulai memeluk tubuh Arimbi yang sudah bangkit dari duduknya,
"Selamat ya sayang, ibu benar-benar senang karena kamu dan Bara akhirnya bisa menjadi pasangan suami istri, ibu doakan semoga pernikahan kamu. langgeng dan selalu bahagia ya nak"
"Terimakasih ibu, Arimbi benar-benar bahagia, karena apa yang Arimbi impikan sudah menjadi kenyataan, termasuk menjadikan ibu sebagai istri Papa, dan sekarang Arimbi akan melaksanakan janji pernikahan bersama Bara, terimakasih karena ibu sudah mendoakan kami ya bu"
Jawab Arimbi tulus , membuat ibu Sumi langsung melerai pelukannya dan menatap wajah pengantin tersebut dengan tatapan terpesona.
"Sayang, sudah sebagai tugas orang tua untuk merestui hubungan putri nya, karena doa seorang ibu adalah doa yang paling utama dan kunci dari sebuah kebahagiaan, sekarang kamu harus bisa menjadi Arimbi yang dewasa dan menurut kepada suami mu kelak, apa pun yang Bara ucapkan kepada mu, maka kamu harus mematuhi nya ya nak"
"Pasti bu, pasti Arimbi akan mengingat semua nasehat dari ibu"
Jawab Arimbi tersenyum manis, hingga tak lama kemudian, kini gantian Cinta yang meluk tubuh Arimbi dengan erat..
Sambil membisikkan sebuah kata yang membuat Arimbi langsung tersenyum lucu..
"Jangan lupakan semua yang sudah kau pelajari ya Arimbi, dan nanti malam kau harus segera mempraktekkan nya? "
"Benarkah....! aku do'akan pernikahan mu akan lancar sampai selesai ya, , agar kau bisa menyerah kan jiwa raga mu seutuhnya kepada suami mu Bara"
"Pasti Cinta ,.. oya, hadiah apa yang kau berikan kepada ku Cinta? jujur aku sangat merasa penasaran?"
"Aku memberikan mu sebuah hadiah untuk bekal mu nanti malam Arimbi, dan kau harus memakai nya ya?"
"Tentu, aku pasti akan memakai nya, kau sangat baik Cinta, dan aku bahagia bisa berteman dengan dirimu, "
"Aku juga Arimbi, ya sudah jika begitu,..sekarang ayo kita keluar, karena acara pernikahan sudah akan dimulai"
Ajak Cinta kepada Arimbi, membuat Arimbi tersenyum menuruti perkataan Cinta..
Dan kini mereka bertiga sudah keluar dari dalam ruangan rias tersebut..
Arimbi yang melihat ramai nya orang orang yang hadir untuk menyaksikan pernikahan mereka berdua pun, langsung merasa kagum
Karena ternyata Bara calon suaminya telah membuat sebuah pesta pernikahan nya menjadi sangat meriah dengan disaksikan oleh ribuan orang orang yang hadir...
__ADS_1
Arimbi di tuntun oleh ibu Sumi dan juga Cinta untuk turun dari atas tangga yang ada didalam ballroom tersebut, dan tentu saja kedatangan Arimbi langsung disambut dengan sorak gembira kebahagiaan
Mereka sungguh terpukau saat melihat penampilan Arimbi yang sangat cantik dan juga mempesona...
Dan tentu saja hal itu pun tak luput dari penglihatan Bara kepada Arimbi,
Bara juga tak kalah terpesona dengan wanita yang beberapa menit lagi akan resmi menjadi milik nya secara sah negara dan agama, ...
Di dalam hati, Bara sungguh bersyukur karena telah diberikan hukuman untuk menyamar menjadi seorang tukang ojek online , dengan begitu akhirnya dia bisa bertemu dengan wanita yang cantik dan juga baik seperti Arimbi.
Bisa dibayangkan, andai saja Bara tidak mendapatkan hukuman tersebut, mungkin saja Bara Abraham akan berjodoh dengan seorang wanita malam yang biasa dia singgahi, karena wanita wanita licik yang pernah kenal dengan Bara, tidak akan pernah mau melepaskan diri Bara begitu saja, tapi seteleh mendengar jika Bara sudah di buang dan menjadi miskin, mereka semua langsung menjauh dari kehidupan Bara
"Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan mu Arimbi! dan aku berharap jika pernikahan kita akan langgeng sampai akhir hayat memisahkan..
Gumam Bara didalam hati nya
Hingga beberapa menit kemudian, kini Arimbi sudah duduk disamping tubuh Bara, dan pak penghulu pun mulai melakukan acara pernikahan tersebut..
Terdengar suara janji ikrar pernikahan, yang menggema didalam ruangan megah tersebut , Bara mengucapkan ijab kabul dengan sangat tegas dan juga lantang...dan semua orang ikut menjawab ijab kabul yang Bara ucapkan.
" Bagaimana saksi? apakah sah,
"Sah....!
" Alhamdulillah.
"
Ucap pak penghulu dan yang lainnya, hingga tak lama kemudian, Arimbi langsung mencium tangan pria Bara dengan sangat sopan, ..
"Terimakasih istri ku,. semoga kita bahagia untuk selamanya ya sayang"
Jawab Bara sambil mencium bibir Arimbi dengan durasi yang lumayan lama,..
membuat papa Abraham dan juga papa Erik. menggeleng geleng kan kepala nya,
Begitu juga yang lain nya yang ikut berteriak karena merasa sangat gemas
"Selamat bara dan Arimbi"
"Terimakasih untuk semua"
__ADS_1
Jawab Arimbi tersenyum ramah....