
Tidak terasa satu bulan telah berlalu begitu cepat, banyak kejadian yang mengiringi kisah perjalanan rumah tangga Arimbi dan Bara selama satu bulan ini.
Dan mereka berdua menganggap hal itu sebagai pembelajaran diri agar bisa semakin dewasa untuk kedepannya.
Kini Bara dan Arimbi sudah semakin saling mengenal antara satu sama lain, mereka memutuskan untuk selalu terbuka dengan permasalahan apa pun yang menimpa mereka berdua.
Begitu juga dengan Mario dan Cinta, mereka telah menjadi sepasang suami istri yang saling mencintai dan dapat menerima kekurangan dari pasangan masing-masing.
Bahkan Cinta juga sudah banyak berubah menjadi istri yang lebih baik, dan semua itu tak terlepas dari Arimbi yang selalu mengajarkan Cinta agar menjadi wanita yang penuh kesabaran..
Dan tepat pukul 8 malam ini, Arimbi masih betah duduk di pekarangan rumah Bara, sambil menatap bulan yang bersinar dengan sangat terang.
Arimbi merasa sangat bersyukur karena tanpa terasa satu bulan telah dia lalui bersama suaminya Bara.
Arimbi mulai mengelus perutnya yang masih tampak rata, sambil berdoa di dalam hati agar Tuhan mau menitipkan benih di dalam rahim miliknya.
"Semoga saja kamu sudah tumbuh di perut mama ya sayang, mama tidak sabar ingin segera memiliki seorang teman di saat mama sendirian berada di rumah. Kau tahu sendirikan sayang! Jika Papamu dan opamu adalah pria pekerja keras, jadi mereka sangat sedikit mempunyai waktu untuk berada di dalam rumah, jadi jika kamu hadir di perut mama nanti, mama pasti akan mempunyai teman disetiap hari nya, uh... sungguh aku tidak sabar rasanya "Ucap Arimbi tersenyum sendiri,
Hingga tak lama kemudian, Arimbi dikejutkan dengan sebuah pelukan yang memeluk dirinya dari arah belakang
Arimbi sangat tahu siapa pria yang telah memeluk tubuh nya saat ini, karena bau harum dari tubuh pria tersebut, sangat lah Arimbi sukai dan kenali..
"Sayang.... kau sudah pulang? " tanya Arimbi dengan kaget.
"Tentu saja sayang, apakah kau tidak mendengar suara mobil ku masuk kedalam garasi sayang? "
"Tidak, aku tidak mendengar nya, aku kira kau pulang pukul 10 malam lagi sama seperti biasanya"
"Iya, itu karena aku ingin menyelesaikan pekerjaan ku di kantor sayang, tapi mulai malam ini dan seterusnya aku tidak akan pulang lebih dari pukul 8, karena aku sudah mendapatkan seorang sekretaris yang dapat membantu ku menyelesaikan pekerjaan" Jelas Bara yang membuat Arimbi dengan cepat langsung membalikkan tubuh nya dan menatap suami nya tersebut dengan lama
"Apa.! maksudnya kamu telah mempekerjakan seorang sekretaris di kantor mu? " Tanya Arimbi membulatkan kedua matanya
Bara langsung tersenyum dengan manis, dia sudah menebak jika istri nya pasti akan berubah menjadi ganas ketika membahas tentang seorang sekretaris,
Karena Arimbi sangat takut jika kejadian sang papa dimasa lalu kini malah terjadi kepada Bara suaminya
__ADS_1
Arimbi sangat syok dengan semua itu, dan dia melarang keras Bara untuk mencari seorang sekretaris seorang wanita
Apalagi jika wanita itu adalah seseorang yang sangat cantik, tidak... Arimbi tidak bisa membayangkan nya..
"Ada apa sayang...! kenapa kau terlihat terkejut begitu? " tanya Bara berpura pura bodoh..
Arimbi langsung berdecih dengan kesal, jangan sampai suaminya malah melanggar peraturan yang sudah dia buat sejak satu bulan yang lalu
"Apakah sekretaris mu seorang pria Bara? "Tanya Arimbi dengan tatapan yang tajam
"Bukan sayang, dia seorang wanita, aku tidak suka jika sekretaris ku seorang pria"
"Apa....! jadi kau mempekerjakan seorang wanita untuk menjadi sekretaris mu? apakah kau telah melanggar janji mu itu Bara? "
"Tidak sayang, aku tidak pernah melanggar janji ku, aku mohon, jangan marah dan berfikiran negatif, aku tidak mungkin seperti papa mu dahulu yang selingkuh dengan tante Lina yang jahat itu Sayang"
"Tidak.. aku tidak bisa mempercayai mu Bara, pokoknya kau harus memecat wanita itu, atau aku akan marah kepada mu"
"Sayang.. kenapa aku harus memecatnya, dia adalah seorang sekretaris yang hebat dan juga handal, kerja nya sangat cekatan, dan karena dia lah aku bisa pulang cepat sayang"
"Aku tidak mau tahu alasan apapun Bara, aku tidak mau, aku sungguh trauma dengan sekretaris wanita, "ucap Arimbi dengan mata yang berkaca kaca
Bara memberikan kecupan hingga berkali kali agar Arimbi bisa merasa tenang kembali..
" Sayang, kau tidak boleh bersikap seperti itu, lagian tidak semua sekretaris wanita mau berselingkuh dengan atasannya "
"Aku tidak bisa Bara, tetap saja aku merasa takut"
"Baiklah.. jika begitu, sekarang aku akan memperlihatkan foto sekretaris baru ku kepada mu, dan kau harus memberikan penilaian untuk nya ya, bagaimana? " tanya Bara yang sudah mendongakkan wajah Arimbi
Dia menatap wajah istri nya dengan tersenyum manis
Bara langsung mengusap pipi Arimbi dan mengecup bibir merah ranum tersebut dengan sekali lum*t*an
Cuppp.....
__ADS_1
"Aku sangat mencintai mu sayang, "
"Aku juga Bara" ujar Arimbi tersenyum malu,
"Baiklah jika begitu sekarang aku akan memperlihatkan foto sekretaris ku itu, dan kau jangan marah ya sayang "
"Iya, aku janji tidak akan marah asalkan kau mau memecat nya jika aku tidak menyukai nya"
"Baiklah.. tidak masalah sayang ku"
Setelah itu Bara langsung mengeluarkan handphone milik nya dan mencari sebuah foto dari seseorang
hingga tak lama kemudian, Bara memberikan handphone nya kepada istri nya terdapat..
"Ini foto sekretaris ku sayang" ucap Bara yang berhasil membuat Arimbi menjadi terdiam membisu
Dia merasa kalah malu sekarang, bisa bisa nya Arimbi mencurigai seorang wanita yang sudah berusia 50 tahun ke atas.
Bara langsung tertawa cekikikan saat melihat raut wajah Arimbi yang seperti kalah malu.
Dan tentu saja hal tersebut membuat Arimbi merasa sangat kesal, dia langsung mengarahkan jari tangan nya untuk mencubit Bara dengan kuat..
Cetiiittt.....
"Aw... sakit sayang, kenapa kau malah mencubit perut ku sayang? " tanya Bara kesakitan
"Itu karena kau sudah mengerjai ku Bara, kau.... huwaaa.... kenapa kau tega sekali, aku kan jadi malu dengan para pembaca novel kita" Ucap Arimbi menetes kan air mata malu
"Haha.... maaf jika telah membuat mu malu sayang, habis nya kau tidak memberikan kesempatan ku untuk berbicara , sekarang apakah kau tetap ingin jika aku memecar wanita itu sayang"
"Tentu saja tidak, dia adalah ibu Susi seorang karyawan yang bagus didalam kantor mu, aku mengenal dia dengan baik, karena dia sudah seperti ibu ku, kenapa tidak bilang dari awal jika ibu Susi lah yang menjadi sekretaris untuk mu sayang, jadi nya kan aku tidak perlu marah marah seperti tadi" Ujar Arimbi dengan wajah bersemu merah
Membuat Bara merasa gemas dan langsung mencumbu bibir istri nya dengan sangat ganas...
Mereka melakukan ciuman di bawah sinar nya rembulan yang terang, tanpa memikirkan jika saat ini mereka sedang berada diluar rumah
__ADS_1
"Dasar anak tidak tahu diri , apakah dia lupa jika aku adalah seorang jablay, bisa bisa nya berciuman didepan rumah,"
ketus papa Abraham yang baru keluar dari mobil milik nya, dan dia langsung masuk kedalam rumah meninggal kan pasangan aneh tersebut....