
Keesokan harinya,Bara dan Arimbi sudah bersiap pergi menuju perusahaan milik Adi sanjaya,
Bara menyamar sebagai seorang pengantar makanan, menggantikan dua orang petugas restoran yang sudah di sogok oleh anak buah Bara agar para pekerja itu mau memberikan tugas mereka kepada Bara dan Arimbi
seperti rencana awal yang telah Bara rencanakan, jika Bara bersama kekasihnya akan menyamar masuk kedalam perusahaan tersebut..
Dan setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya,akhirnya Bara dan Arimbi sudah tiba diparkiran motor,
Arimbi menggunakan kaca mata hitam serta masker yang menutupi wajah cantiknya, di lengkapi dengan pakaian seragam khusus pengantar makanan dari restoran yang sudah diboking oleh perusahaan Adi sanjaya...
Begitu juga dengan Bara, yang menggunakan masker serta, topi,Bara terlihat sangat macho, walaupun wajahnya tidak tampak, tapi tetap saja aura ketampanannya tidak dapat disembunyikan..
Arimbi yang memperhatikan penampilan kekasih nya itupun, langsung menyunggingkan senyumannya..
Bagaimana jika mereka menikah lalu memiliki seorang anak, pasti anak mereka kelak akan sangat tampan dan juga cantik diatas rata rata...
"Sayang.... ada apa? kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu? apakah ada yang lucu? "
Tanya Bara yang tanpa sengaja melihat senyuman tipis dari Kekasihnya..
Arimbi langsung tersipu malu, karena sudah berkhayal sangat jauh, bisa bisanya dia membayangkan memiliki anak dari pria tampan tersebut..
"Tidak.. aku tidak apa kok sayang, sekarang ayo kita segera masuk, sepertinya kantor papaku sudah mulai ramai dengan para karyawan nya"
"Iya, kau benar, Arimbi kau bisa kan membawa pesanan makanan ini, sebagai pelengkap kita untuk bersandiwara didepan semua orang Arimbi"
"Tentu saja bisa, lagian makanan ini kan tidak berat, , sekarang ayo kita masuk kedalam, karena aku sudah siap untuk menyusup kedalam perusahaan papaku sendiri"
"Bagus... kau benar-benar wanita yang pemberani sayang"
Puji Bara dengan perasaan bangga
Setelah itu mereka berdua melangkahkan kaki menuju kearah loby kantor,
Bara dan Arimbi membawa dua buah plastik besar yang berisi makanan pesanan dari manajer konsumsi,
Arimbi sangat kenal dengan manager tersebut, karena dia sudah lumayan lama bekerja dibagian OB
Setibanya didepan pintu loby, tanpa disangka mereka berdua malah dihadang oleh seorang satpam yang berjaga didepan pintu loby, dengan terpaksa Bara dan Arimbi menghentikan langkah kaki mereka,
Sambil menatap ramah kewajah satpam tersebut..
"Permisi pak satpam, saya dan teman saya sudah memiliki izin untuk masuk kedalam perusahaan, karena kami adalah pengantar pesanan makanan dari restoran x"
__ADS_1
jelas Arimbi dengan cepat sebelum pak satpam tersebut bertanya kepada mereka..
"Oh.. jadi kalian berdua pengantar makanan dari restoran x ya, ya sudah ayo aku antar lewat pintu yang lainnya"
"Baik Pak satpam"
Jawab mereka berdua secara bersamaan dan langsung mengikuti langkah kaki pak Satpam yang sudah berjalan kearah pintu bagian samping...
"Sekarang kalian masuk dari pintu ini, lalu, belok ke arah kiri, disana terdapat pantry khusus untuk menaruh makanan, kalian taruh saja kotak makanannya di atas meja yang sudah tersedia didalam pantry"
Jelas pak Satpam tanpa merasa curiga sedikit pun
"Baik pak, terimakasih karena sudah memberitahu dimana letak pantry nya pak, jika begitu kami akan langsung masuk kedalam"
"Iya, silahkan saja, saya permisi kedepan lagi"
Kata bapak satpam berjalan meninggalkan mereka berdua.
Setelah memastikan pak satpam pergi, Bara langsung mengajak Arimbi untuk segera berlari masuk kedalam, mereka tidak meletakkan bungkusan yang mereka bawa
Agar para karyawan yang bekerja tidak akan merasa curiga,
"Arimbi,dimana letak ruangan papa mu? "
"Ada di lantai 49 Bara, ayo kita langsung masuk kedalam lift"
Dan Arimbi memencet nomor lantai yang akan mereka datangi...
Setelah tiba dilantai tersebut, Bara dan Arimbi berjalan dengan biasa saja, agar para staf yang melihat keberadaan mereka berdua tidak merasa curiga..
"Sepertinya mereka tidak mencurigai kita Arimbi"
"Iya, tentu saja begitu, karena sudah biasa seorang pengantar makanan masuk kedalam ruangan ini, biasanya mereka juga meletakkan makanan kedalam pantry yang ada dlantai 49"
"Oh.. pantas saja, lalu selanjutnya kita kearah mana? "
"Kita letakkan terlebih dahulu pesanan ini kedalam pantry, setelah itu baru melanjutkan perjalanan menuju keruangan papa"
"Baiklah.. "
Tidak lama kemudian, kini Bara dan Arimbi telah berdiri didepan pintu ruangan milik papa Adi,
Arimbi yang sudah merasa sangat merindukan pria paruh baya tersebut pun langsung membuka pintu ruangan secara perlahan...
__ADS_1
Hingga saat pintu sudah sedikit terbuka, tiba-tiba saja Arimbi dikejutkan oleh suara seorang wanita yang sedang berbicara dengan orang lain didalam ruangan papanya..
Arimbi yang merasa penasaran pun langsung mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka..
Bara yang melihat sikap Arimbi langsung mendekatkan tubuhnya ke arah Arimbi, Untuk menyuruh Arimbi agar segera masuk kedalam ruangan papanya..
"Sayang, kenapa kau hanya berdiri disini, cepatlah masuk kedalam, sebelum ada orang lain yang melihat kita"
"Tidak Bara, aku tidak bisa masuk kedalam, karena yang berada didalam ruangan papa, bukan lah papa ku Bara, melainkan Diva bersama kekasih nya Josep"
"Apa....!!! apakah kau tidak salah melihat Arimbi? "
Tanya Bara merasa terkejut,
"Tidak, dan aku mendengar jika mereka sedang membicarakan sesuatu rencana untuk papa ku Bara"
"Dasar bajingan, ini tidak bisa dibiarkan Arimbi, sekarang kau mundurlah kebelakang, biar aku yang mendengar pembicaraan mereka berdua, aku juga akan merekam kebusukan Diva agar papa mu percaya jika putri tirinya itu adalah seorang wanita yang sangat jahat"
"Baiklah Bara, terimakasih ya karena sudah membantuku"
Ucap Arimbi sambil melangkah mundur kebelakang, Kini posisi dirinya sudah digantikan oleh Bara..
Dari celah pintu, Bara bisa mendengar pembicaraan mereka berdua yang ternyata sangat mengejutkan.. membuat dia dengan cepat langsung mengeluarkan kamera kecil yang bisa merekam video Diva bersama kekasihnya Josep..
"Lalu..bagaimana dengan papa tiri mu? apakah dia sudah mulai terkena stroke?"
Tanya Josep menatap Diva yang berada didepan nya..
"Belum, tapi hampir saja, aku yakin setelah dia terjatuh maka pria tua itu pasti akan langsung stroke dan tak bisa berbicara.. "
"Benarkah...! tapi sepertinya racun yang mama mu berikan belum terlalu manjur, bagaimana jika di ganti saja dengan racun yang aku punya, aku yakin sekali kasih langsung lumpuh tidak bisa berjalan"
"Josep... kenapa tidak dari kemarin kau mengatakan nya, coba sini aku lihat racun nya"
Ujar Diva mengambil botol kecil yang ada ditangan Josep.....
"Wah... ini kan racun terhebat didunia, seharusnya kau memberikan ku ini sejak awal sayang"
"Iya.. aku baru saja mendapatkan nya Sayang, lagian jika kau menginginkan racun itu, maka kau harus melakukan kegiatan seperti biasa kepada ku dahulu sayang"
"Tidak masalah Josep, asalkan Pria bodoh itu bisa secepatnya menjadi lumpuh, agar seluruh harta miliknya bisa jatuh ketangan ku"
Ucap Diva langsung menciun bibir Josep..
__ADS_1
Bara yang melihat adegan tersebut pun langsung menyudahi rekaman videonya..
Dan menarik tubuh Arimbi agar segera pergi dari tempat tersebut...