Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Kejahilan Bara


__ADS_3

Tepat pukul 7 pagi, Bara sudah selesai dengan kegiatannya,pria itu kini sudah terlihat tampan dan juga keren..


Dan entah darimana Bara mendapatkan pakaian rapi serta wangi, sedangkan sepertinya pakaian didalam lemari plastik yang tampak terbuka itu sudah kosong melompong tidak ada isinya...


Karena isinya sudah habis dia kenakan dan berserak dibawah lantai didekat ranjang.


Mario sampai menggeleng gelengkan kepala saat melihat kelakuan dari pria kaya raya tersebut..


Apakah begini jika orang kaya yang tiba-tiba jatuh miskin, karena dari dalam kandungan sudah mendapatkan pelayanan dari para ART dari ujung kaki sampai ujung rambut,


Jadi ketika dia miskin , mereka tidak akan memperdulikan barang yang sudah mereka pakai, bahkan untuk menyapu saja Bara tidak mau melakukannya,


Mario langsung berdecih kesal dengan pria tampan tersebut, karena Bara tidak sama dengan casing yang dia miliki.


"Cih.... dasar manusia jorok, bahkan kau bisa terlihat tampan dan juga rapi saat ini, padahal kamar mu sedang dalam keadaan sangat jorok"


Ucap Mario sambil memperhatikan Bara dari arah belakang..


Pria itu sedang berdandan layaknya seorang pria yang akan pergi berkencan,


Dan Bara yang mendengar omelan Mario pun langsung berbalik dan melemparkan handuk basah ke arah wajahnya..


Bukkkk.....


"Hei kau, kenapa kau malah melemparku dengan dengan handuk mu ini hah? "


Tanya Mario kesal dan langsung melemparkan kembali handuk itu ke arah ranjang,


Bara tertawa melihat kekesalan mafia tersebut, dan dia mulai berbalik untuk menatap ke arah cermin kembali..


"Kau mau mandi atau tidak? jika mau mandi, kau bisa menggunakan handuk yang tadi aku berikan kepada mu, dan kau harus melakukan nya dengan cepat, atau tidak aku akan meninggalkan dirimu dikamar ini"


"Jangan.... aku tidak mau kau tinggal sendiri disini, baiklah aku akan segera mandi,, tapi ngomong ngomong, ini handuk baru kan? "


Tanya Mario sambil mengambil handuk yang dia buang tadi...


"Tentu saja, apakah kau kira aku jorok untuk tubuh ku sendiri, aku tidak mau jika tubuh ku ditumbuhi panu dan kurap, sekarang kau pergilah mandi, aku tinggu hingga 5 menit"


"Apa...! cepat sekali, apakah kau sudah gila? "


"Lebih cepat lebih baik Mario, lagian kau kan mau bertemu dengan temannya kekasih ku, jadi kau harus bertindak cepat, sebelum dirinya di ambil oleh orang lain"


"Eh.... iya, aku lupa, baiklah jika begitu tunggu aku ya bro"


Ucap Mario langsung berlari masuk kedalam kamar mandi kecil yang ada dalam ruangan belakang...


Bara tersenyum menyeringai ke arah ruang belakang,akhirnya bisa mengerjai seorang mafia juga...


"Kau pasti akan terkejut dengan wanita yang akan aku berikan kepada mu Mario, anggap saja sebagai balasan untuk seorang pria mesum seperti mu,


Ucap Bara tertawa sendiri..


********

__ADS_1


Hingga tepat pukul 9 pagi, kini Bara dan Maria sudah tiba dirumah sakit,


Bara membeli banyak makanan dan juga buah buahan untuk diberikan oleh calon istri dan juga calon mertua.


Mereka berjalan beriringan kearah ruangan VIP tempat dirawat inap papa Adi sanjaya..


Di perjalanan, Mario tidak henti henti nya menanyakan sosok wanita yang akan Bara kenalkan kepada dirinya,Mario menanyakan tentang banyak hal,


Mulai dari bagian wajah hingga bagian keahlian nya di atas ranjang, Bara benar-benar merasa pusing mendengar perkataan teman nya tersebut..


Sepertinya Mario tidak bisa jauh dari yang namanya ************....


"Apakah kau tidak bisa diam Mario?. kau selalu saja membahas hal mesum kepada ku? "


Tanya Bara sambil terus melangkah..,


"Ya mau gimana lagi Bara, aku tidak bisa jika belum mencuci senjata ku dengan pelumas putih yang bisa membuat aku menjadi gila, lagian salah mu sendiri karena tidak memperolehkan ku untuk menyewa seorang wanita panggilan"


"Cih... siapa juga yang melarang mu Mario, aku bahkan tidak perduli. kau mau tidur dengan siapapun"


"Benarkah..! baiklah jika begitu, aku akan mencari wanita nya jika saja teman kekasih mu tidak sesuai dengan kriteria ku"


"Ya terserah kau saja Mario, tapi aku yakin kau pasti akan sangat menyukainya"


Jawab Bara tertawa dan langsung berhenti ketika kakinya sudah tiba didepan pintu ruangan milik papa Adi.


kini Bara mulai membuka pintu ruangan secara perlahan, hingga detik kemudian, Bara melihat sedih ke arah sang gadis pujaan yang sedang tidur disamping ranjang papa nya..


Dengan menggunakan kursi yang ada disamping ranjang.


Menyalurkan rasa sayang dan juga cinta kepada wanita cantik itu, akhirnya semua kejahatan sufian berakhir, dan kini mereka bisa hidup dengan tenang..


Hingga tak lama kemudian..


"Sayang....! "


Ucap Arimbi terkejut dan langsung bangkit dari duduknya, Arimbi benar-benar merasa bahagia saat melihat Kedatangan Bara yang berpenampilan sangat tampan dan keren


Dengan cepat Arimbi langsung memeluk tubuh Bara erat..


"Bara... akhirnya kamu datang juga, aku sungguh panik dengan keadaan kamu sayang, nomor handphone mu tidak bisa dihubungi, aku takut jika Diva dan Josepe melakukan kejahatan kepada mu, aku benar-benar takut sayang"


Ucap Arimbi meneteskan air mata, jujur saja jika sedari kemarin, dia tidak bisa bersikap tenang, karena terlalu memikirkan keadaan Bara..


Bara yang merasa diperhatikan pun langsung membalas erat pelukan wanita nya dengan erat..


"Jangan takut sayang, sekarang aku sudah berada disini,dan tidak ada lagi orang orang yang berani mengusik kehidupan mu Arimbi"


"Benarkah sayang? "


Tanya Arimbi melerai pelukan nya..


Bara langsung menganggukkan kepala, hingga tak lama kemudian, terdengar deham dari seorang pria yang tak lain adalah Mario

__ADS_1


"Ehmm...


" Dia siapa sayang? "


Tanya Arimbi menunjuk ke arah Mario yang sudah duduk di kursi tamu..


"Oh.. dia teman ku sayang, ayo aku kenalkan dengan dirinya"


"Iya"


Mereka mulai melangkah kan kaki menuju ke kursi tamu , Arimbi menyambut kedatangan Mario dengan sangat sopan.


Hingga Mario mulai berani menanyakan seorang wanita Janda yang diucapkan oleh Bara beberapa jam yang lalu..


"Arimbi, jika boleh tahu, dimana teman wanita mu yang seorang janda? kenapa aku tidak melihat nya?"


Tanya Mario yang sangat penasaran..


Bara langsung tersenyum lucu ketika mendengar pertanyaan tersebut, sedangkan Arimbi mulai mengerti siapa yang dimaksud oleh teman Bara tersebut..


"Oh.... dia sedang berada didalam kamar mandi? memang nya ada apa ya? "


Tanya Arimbi merasa heran..


"Tidak... aku hanya ingin mengajak teman mu itu berkencan"


"Apa..! apakah kau sungguh serius? "


"Tentu saja, aku serius, dan aku akan menunggu dia keluar dari kamar mandi"


"Iya, tunggu saja, nanti aku akan mengatakan nya kepada wanita itu"


"Baiklah"


Jawab Mario tersenyum bahagia.


Hingga tak lama kemudian, pintu kamar mandi mulai terbuka dari arah dalam, menampakan seorang wanita paruh baya yang keluar dari dalam kamar mandi tersebut..


Mario langsung memicingkan kedua matanya, mencari sosok cantik dan muda kearah kamar mandi tersebut..


"Bibi...., sini lah, ada yang ingin mengajak kencan ibu, sepertinya ibu mulai disukai oleh seorang brondong"


"Benarkah Arimbi? memang siapa yang menyukai ibu mu ini? "


"Itu dia orang nya.. "


Tunjuk Arimbi ke arah Mario membuat Mario langsung membulatkan kedua matanya..


"Apa.....!!!


Bara tertawa sedikit ditahan, dia sungguh puas karena sudah berhasil mengerjai mafia mesum itu


"Bara... kau mengerjaiku ya? "

__ADS_1


Tanya Mario dengan sangat kesal....


__ADS_2