
Sedangkan di sebuah perumahan penduduk yang sangat sederhana, tepat nya di rumah milik ibu Sumi,
Saat ini terdengar suara tawa dari seorang wanita muda yang sedang membantu ibu Sumi untuk membuat hidangan makan malam mereka...
Ibu Sumi mengajar kan Arimbi bagaimana cara nya memasak menu yang sederhana tapi bercita rasa sangat spesial...
Contohnya seperti memasak semur daging yang ibu Sumi beli tadi pagi...
"Ibu.. sepertinya daging nya sudah mulai empuk bu"
Ucap Arimbi sambil mengaduk aduk daging yang masih di tumis di dalam wajan...
Ibu Sumi langsung melihat ke arah wajan tersebut, dan benar saja jika daging yang mereka masak sudah tampak empuk dan hampir matang...
Ibu Sumi langsung mengambil kecap yang dia simpan di lemari bawah, tapi... ketika melihat botol kecap manis tersebut, ternyata kecap di dalam botol nya sudah kosong dan tidak ada isi nya lagi...
Membuat bu Sumi sedikit mendesah karena kecewa..
"Yah.... ternyata kecap manis nya sudah habis nak, tidak ada isi nya lagi di dalam botol ini"
Ucap Ibu Sumi menatap Arimbi..
Arimbi yang melihat kekecewaan dari raut wajah ibu Sumi pun langsung berinisiatif untuk menawarkan diri membeli kecap manis tersebut..
Karena dia tidak mau acara masak mereka bisa gagal karena kurang satu bahan...
"Ibu.. bagaimana jika Arimbi saja yang membeli kecap manis nya? "
Tanya Arimbi menatap wajah ibu Sumi dengan lama..
Ibu Sumi langsung tersenyum manis, dia baru sadar jika baru saja sudah bersikap tidak seharusnya di depan Arimbi,
Membuat gadis itu menjadi merasa tidak enak,
Dengan lembut ibu Sumi mulai mengulurkan tangan nya untuk menyentuh pipi gadis itu...
"Nak... maaf ya, jika karena perkataan ibu, kamu jadi merasa tidak enak, soal kecap manis ini, biar ibu saja yang pergi ke warung, karena warung nya lumayan jauh dari rumah ibu nak"
Ucap Ibu Sumi dengan pelan, Arimbi yang mendengar perkataan dari wanita paruh baya itu pun langsung memegang tangan ibu Sumi dan mencium nya..
Cupp....
"Kenapa papa ku tidak menikah dengan wanita sebaik ibu Sumi, kenapa juga papa harus memilih menikahi wanita jahat seperti mama Lina, andai saja ibu tiri ku sebaik ibu, aku yakin pasti hidup ku akan sangat bahagia"
Kata Arimbi dengan mata yang berkaca kaca..
__ADS_1
Sungguh dia benar-benar tersentuh dengan kebaikan dan ketulusan yang ibu Sumi berikan untuk nya...
Arimbi jadi mengingat sosok mendiang mama nya yang sudah meninggal dunia..
"Arimbi... jika kamu memang menginginkan aku menjadi ibu mu, maka anggap lah seperti itu nak, ibu juga bahagia jika kau menganggap aku sebagai ibu mu Arimbi"
"Benar kah bu...! terimakasih banyak ya bu, sungguh Arimbi sangat bahagia mendengar nya"
Ucap Arimbi memeluk tubuh ibu Sumi dengan erat..
Ibu Sumi membalas pelukan tersebut,wanita itu seperti nya benar-benar menyayangi Arimbi seperti putri nya sendiri..
Setelah melerai pelukan nya, Arimbi langsung menyunggingkan senyuman nya,
"Ibu.. sekarang biarkan Arimbi saja yang pergi untuk membeli kecap diwarung depan, aku tahu jika ibu sudah sangat lelah saat ini"
"Tapi... warung nya lumayan jauh nak, bagaimana jika kamu menggunakan motor ibu saja"
"Hehehe.... Arimbi tidak bisa mengendarai motor ibu, lagian warung nya tidak terlalu jauh, yang ada di persimpangan jalan depan kan bu? "
Tanya Arimbi kepada ibu Sumi
"Iya nak, tapi di dekat situ wilayah nya sedikit sunyi, walaupun aman tapi ibu takut kamu tidak berani nak"
"Ibu.. Arimbi berani kok, lagian Arimbi sudah terbiasa berjalan di dalam kesunyian,"
Ucap ibu Sumi sambil berjalan ke arah lemari yang ada di dalam dapur tersebut..
Setelah itu ibu Sumi mengeluarkan selembar uang merah kepada Arimbi... dia ingin jika Arimbi sekalian berbelanja makanan ringan untuk dirinya..
"Nak... bawa uang ini ya, dan kamu habiskan saja untuk membeli cemilan yang ada di dalam warung, disana makanan dan cemilan nya lengkap dan banyak, tidak kalah seperti mini Market"
"Benarkah bu..! tapi ini sangat banyak bu, nanti ibu tidak mempunyai uang lagi"
"Tidak... ini tidak banyak nak, ibu tahu jika kamu biasanya selalu makan makanan mewah, sekarang belanja lah sesuka mu, ibu masih mempunyai banyak uang"
"Baiklah... jika begitu Arimbi pergi sebentar ya bu"
"Iya, sambil menunggu kamu datang, maka kompor nya akan ibu kecil kan terlebih dahulu"
"Okey bu, "
Ucap Arimbi langsung melangkah kan kaki nya untuk keluar dari rumah ibu Sumi..
Setiba nya di luar rumah, Arimbi di suguhkan dengan banyak nya lampu jalan yang terang benderang, dan juga ada beberapa anak anak kecil yang sedang bermain kejar kejaran..
__ADS_1
Arimbi tersenyum ramah kepada mereka semua, baru kali ini dia melihat situasi rumah yang sangat ramai pada malam hari...
Karena jika di komplek rumah nya, tentu saja Arimbi tidak akan bisa menemukan situasi seperti saat ini...
Setelah sedikit jauh berjalan, Arimbi mulai melewati tempat yang sepi, seperti nya daerah itu adalah sebuah lapangan, jadi tidak ada rumah di daerah tersebut..
Arimbi berusaha untuk tetap berani, dengan cepat Arimbi melangkah kan kaki nya untuk segera melewati tempat itu, dan setelah beberapa meter berjalan lagi, tak lama kemudian, terlihat sebuah warung yang akan Arimbi singgahi..
Warung tersebut berada tepat di persimpangan jalan,
Dan benar kata ibu Sumi, jika warung itu terlihat sangat lengkap dengan menjual. berbagai makanan dan cemilan persis seperti di mini market..
Arimbi yang telah tiba di depan warung tersebut langsung melangkah masuk kedalam warung,
Dan Arimbi mulai membeli pesanan yang ibu Sumi ucapkan,
Setelah itu, Arimbi juga memilih beberapa makanan dan cemilan untuk nya di malam hari, Arimbi membeli tidak terlalu banyak, hanya secukupnya saja karena dia sudah lama tidak sering ngemil...
Kehidupan nya yang telah berubah semenjak kedatangan dua manusia ular di rumah milik nya, membuat Arimbi tidak mempunyai waktu hanya sekedar untuk mengemil...
Papa nya selalu menuntut Arimbi dengan tanggung jawab yang besar dan juga berat..
Jadi setelah dia di usir dari rumah, ada kelegaan tersendiri di jiwa Arimbi, karena dengan begitu dia bisa sedikit mengistirahatkan tubuh nya dan juga pikiran nya..
Setelah mengambil semua kebutuhan, Arimbi pun langsung berjalan menuju ke meja kasir, dia mulai membayar semua belanjaan nya itu..
"Jadi berapa mbak semuanya"
Tanya Arimbi dengan ramah..
"Total semua belanjaan nya 59 ribu ya mbak"
"Oh iya, ini uang nya mbak"
"Iya, tunggu sebentar kembalian nya ya"
"Iya mbak"
Jawab Arimbi, hingga tak lama kemudian, penjaga kasir tersebut mulai menyerah kan uang kembalian kepada Arimbi...
"Ini uang kembalian nya mbak.., oya jika boleh tahu, seperti nya mbak orang baru ya disini? '
Tanya penjaga kasir tersebut,
" Iya mbak, perkenalkan nama saya Arimbi, saya tinggal di rumah ibu Sumi"
__ADS_1
"Oh.. iya, kalau saya nama nya Winda, senang berkenalan dengan kamu Arimbi"
Ucap Winda tersenyum ramah...