
Saat Arimbi dan ibu Sumi sudah mulai melangkahkan kaki mereka berdua, Tiba-tiba saja Arimbi merasakan jika tangan nya sudah dicekal oleh seseorang
Membuat Arimbi langsung menghentikan langkah kakinya itu...
"Ibu... "
Ucap Arimbi meneteskan air mata, rasanya dia benar-benar sudah tidak akan bisa terselamatkan lagi, siapa yang bisa melindungi dirinya dari kejahatan seorang Diva,
Dan Arimbi mulai merasa sangat takut, harus kah dia menyerah saat ini juga, agar ibu Sumi bisa selamat dari kejahatan mereka semua..
"Arimbi, ayo jalan nak! kenapa kamu menghentikan langkah kaki mu nak? ".
Tanya ibu Sumi yang berusaha menarik tangan Arimbi, hingga detik kemudian mata ibu Sumi mulai melihat jika sebelah tangan Arimbi sudah di tahan oleh orang lain
" Kau... kau benar-benar jahat ya, kenapa kau memegang tangan putri ku preman pengecut "
Teriak ibu Sumi dengan sangat marah..
Hingga detik kemudian, ketua preman tersebut sudah berhasil menarik tangan Arimbi hingga terlepas dari pegangan ibu Sumi
Arimbi menabrak tubuh kekar preman tersebut karena terlalu keras saat menarik nya..
Sungguh Arimbi benar-benar sudah tidak bisa melawan lagi, dia tidak akan mampu berusaha lepas dari preman kekar itu...
"Hahaha.... akhirnya aku berhasil menangkap kau wanita sialan"
Ucap preman itu dengan tersenyum bahagia..
Ibu Sumi langsung berlari untuk memukul tubuh preman itu, tapi di halangi oleh kedua preman yang telah berhasil memegang kedua tangan ibu Sumi..
Arimbi telah meneteskan air mata dengan sangat sedih..., dia sungguh tidak tega melihat ibu Sumi menjadi seperti itu karena dirinya..
"Aku mohon, lepaskan ibu ku, dan jangan sakiti dia, sekarang bawa aku pergi dari sini, aku akan ikut bersama kalian"
Ucap Arimbi menangis pilu, membuat para preman mulai tertawa dengan bahagia..
"Hahaha.... kenapa tidak dari tadi kau seperti ini hah,! Jika kau pasrah dan menurut, kami tidak perlu menghancurkan warung wanita tua itu, sekarang ayo kita pergi dari sini"
Ajak preman itu menarik kasar tubuh Arimbi,
Ibu Sumi benar-benar menjerit dengan histeris, dia tidak rela jika harus kehilangan putri angkat nya..
"Tidak.... jangan pergi Arimbi, jangan pergi bersama mereka, ibu mohon Arimbi"
Ucap ibu Sumi mulai meneteskan air mata...
Mereka saling menatap satu sama lain memancarkan kesedihan yang mendalam,
__ADS_1
Di iringi dengan suara tawa dari para kelima preman tersebut....
Dan sesaat kemudian, Tiba-tiba saja terdengar suara tembakan yang telah membuat salah satu preman langsung terpental ke arah belakang...
"Aakkhhhh...... "
Teriak preman yang terkena tembakan tersebut dengan darah yang mengalir sangat deras...
keempat preman yang lainnya langsung menatap ke arah sekitar, seperti nya mereka telah lupa membawa senjata api karena terlalu menganggap remeh korban yang akan mereka tangkap saat ini..
ketua preman benar-benar merasa marah, dengan mencekal tangan Arimbi kuat dia mulai melihat kesana kemari..
"Siapa yang telah menyerang anak buahku, keluar kau pengecut"
Teriak ketua preman dengan keras..
Setelah beberapa menit menjerit akhirnya tidak lama kemudian, telah tampak sepuluh orang berpakaian compang camping yang datang ke arah warung milik ibu Sumi..
Arimbi dan ibu Sumi langsung saling menatap dengan tersenyum tipis, akhirnya doa mereka telah di kabulkan oleh Tuhan..
"Terimakasih Tuhan..! akhirnya kau mengirimkan aku bala bantuan"
Gumam Arimbi didalam hatinya...
Kesepuluh pria miskin itu kini sudah berdiri tepat di depan warung, dan salah satu dari mereka mulai berjalan mendekati para preman..
Ejek pria miskin dengan sangat berani..
"Jangan asal bicara kau gelandang, sekarang lebih baik kalian semua pergi dari sini sebelum kami menghabisi nyawa kalian semua"
"Kami akan pergi , asalkan kau melepaskan kedua wanita itu"
"Oh... jadi kalian juga menginginkannya wanita ini, ambillah jika kalian mampu"
Tantang ketua preman tersebut membuat ketiga pria miskin langsung mengambil ancang ancang untuk menyerang..
"Baiklah.... dengan senang hati preman banci"
Jawab salah satu dari mereka mulai berlari untuk menyerang, kedua preman melepaskan genggaman tangan mereka yang sedang memegang ibu Sumi
Hingga akhirnya pertarungan sengit mulai terjadi , ketiga preman yang tersisa mulai berkelahi dengan pria miskin berpakaian compang camping, sedangkan ketua preman masih betah memegang tangan Arimbi dengan sangat kuat...
Ibu Sumi yang melihat itu pun langsung berlari untuk menghajar ketua preman tersebut...
Dia ingin menjelaskan Arimbi agar bisa terlepas dari cengkraman tangan pria jahat itu.....
"Akhhh....... "
__ADS_1
"Ibu.... "
Teriak Arimbi histeris saat menyaksikan ibu Sumi yang sudah terjatuh ke atas tanah akibat dorongan kuat dari ketua preman.
"Aku mohon jangan sakiti ibu ku, dia tidak bersalah preman bajingan"
Maki Arimbi yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi...
Plakkk.....
Ketua preman langsung menampar wajah Arimbi dengan sangat kuat, hingga bibir itu mulai mengeluarkan sedikit darah..
Para pria miskin yang menyaksikan hal tersebut pun langsung menerjang perut sang ketua preman dengan sangat kuat
Menyebabkan cengkraman tangan di lengan Arimbi terlepas begitu saja, ketua preman sudah jatuh ke atas tanah, sepertinya tendangan kedua gelandang itu sangat lah kuat..
"Akkhh... bajingan kalian berdua, apakah kalian tidak takut dengan ancaman ku "
Teriak Ketua preman yang merasa sangat marah...
"Cih... kau sudah berani menampar nona Arimbi, itu artinya kau akan mati di tangan kami pengecut"
"Ayo kita habisi ketua preman bodoh itu"
Ajak salah satu pria miskin kepada kedua temannya setelah berhasil melumpuhkan ketiga preman yang lain..
Sang ketua preman benar-benar merasa terkejut dan juga panik karena ancaman yang dia ucapkan ternyata tidak berguna sedikitpun...
Dia mulai berusaha bangkit dari jatuhnya, tapi sayangnya dengan cepat ketiga pria miskin itu sudah berjongkok untuk menyerbu ketua preman hingga babak belur..
Ibu Sumi yang memiliki kesempatan untuk mendekati Arimbi pun langsung menggenggam tangan wanita itu dengan kuat..
"Arimbi.... ayo kita segera pergi dari tempat ini nak, ibu takut jika preman yang lainnya akan datang menyusul"
"Baiklah bu, tapi kita harus berterimakasih terlebih dahulu kepada ketiga pria asing tersebut bu"
"Iya kau benar sayang"
Sebelum pergi Arimbi mulai mengatakan niat nya itu, dan tentu saja para pria miskin menyetujui kepergian Arimbi...
"Pergilah nona,kami akan menangani para penjahat ini"
"Iya.. terimakasih ya pak,.. karena sudah mau menyelamatkan saya"
Ucap Arimbi dengan mata penuh kesedihan,
Hingga setelah melihat kepergian Arimbi bersama nya dari Warung tersebut, kini para pria miskin mulai melanjutkan kembali penyiksaan mereka...
__ADS_1
Sang ketua mafia langsung ambruk tidak berdaya, dia sungguh tidak memiliki tenaga sedikit pun....