
Sesampainya dirumah sakit, papa Adi sanjaya langsung mendapatkan perawatan medis, kondisi pria itu sungguh sangat memprihatinkan.
Karena dia sudah mengkonsumsi obat yang ternyata adalah sebuah racun,
Arimbi yang berdiri didepan ruangan IGD pun merasa sangat khawatir, sedari tadi dia terus mondar mandir kesana kemari karena merasa panik..
Bara yang melihat hal tersebut pun langsung memeluk tubuh Arimbi dengan erat..
"Hiks... hiks... bagaimana dengan papaku Bara? aku sangat takut jika papa tidak dapat disembuhkan"
Ujar Arimbi meneteskan airmata dipelukan Bara..
"Tenang lah sayang.... papamu pasti masih bisa disembuhkan, aku akan memanggil doker terbaik untuk menyembuhkan penyakit papamu itu"
"Apa..! dokter terbaik? apakah kau tidak sedang bercanda sayang? memang nya kau memiliki uang dari mana untuk membayar mereka? "
Tanya Arimbi langsung melerai pelukan nya..
Bukannya Arimbi menyepelekan perkataan Bara, tapi dia hanya berbicara soal kenyataan, Bara adalah seorang pria yang tidak mempunyai kekayaan berlimpah, lalu kenapa juga Bara harus mengatakan jika dia akan mendatangkan dokter terbaik..
Bara yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Arimbi pun langsung diam membisu, ada rasa kecewa didalam hatinya, karena merasa disepelekan, tapi... tidak salah Arimbi juga karena Arimbi tidak mengetahui siapa Bara yang sebenarnya..
Arimbi langsung merasa tak enak ketika memperhatikan raut wajah Bara yang tampak diam
Dia dengan cepat memegang tangan Bara dan mencoba merayunya..
"Sayang.. maaf... aku sungguh tidak bermaksud untuk menyepelekan mu, tapi.. aku hanya tidak ingin membuat mu menjadi susah karena papaku Bara, "
"Iya... tidak apa Arimbi, aku mengerti maksud dirimu itu, dan aku tidak merasa marah sama sekali, sekarang lebih baik kau fokus saja untuk kesembuhan papamu, soal kedua ular. siluman,,biar aku yang tangani"
"Baiklah.... terimakasih sekali lagi Bara, kau benar-benar pria yang sangat baik"
Puji Arimbi menatap dengan lama, membuat Bara merasa tersenyum manis..
"Kau adalah wanita yang sangat aku cintai Arimbi, dan aku pasti akan melakukan apapun agar kau bisa bahagia".
" Terimakasih sekali lagi Bara"
Ucap Arimbi kembali memeluk tubuh Bara dengan sangat erat..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara handphone milik Bara yang berdering dengan kencang, membuat Bara melerai pelukan nya...
"Siapa yang menelfon mu sayang? "
Tanya Arimbi penasaran..
__ADS_1
"Oh... ini petugas yang sudah menangkap tante Lina, Arimbi kau masuklah kedalam, mungkin saja papa mu sudah selesai ditangani oleh dokter"
"Baiklah... tapi aku mohon.. jangan biarkan mama Lina lepas Bara, karena dia harus mempertanggung jawab kan kejahatannya"
"Pasti sayang, aku tidak akan pernah melepaskan mereka semua"
Jawab Bara sambil mengelus pipi Arimbi, setelah itu Arimbi langsung masuk kedalam ruangan IGD meninggalkan Bara sambil tersenyum senang.
"Hallo..! bagaimana? apakah kau sudah menyekap wanita tua itu? "
Tanya Bara didalam telfon..
"Sudah tuan, kami sudah membawa wanita tua kedalam tempat penyekapan, dan saat ini kami telah mengikatnya disebuah bangku tuan muda"
"Bagus, jaga dia sampai kedua incaran lainnya datang ketempat jebakan, kita akan segera menyerang dan mengalahkan mereka"
"Siap... tuan muda"
"Oya , kau cepat hubungi seluruh anak buah milik ku, karena aku yakin jika Josep akan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menyerang kita juga"
"Baik tuan muda, perintah akan saya laksanakan segera"
"Bagus, sebentar lagi aku akan menyusul ke markas,
" Siap tuan muda "
Hingga beberapa menit kemudian, kini papa Adi sudah dibawa kedalam ruangan rawat VIP..
Bara menyediakan fasilitas yang terbaik untuk ayah dari kekasih nya tersebut, sedangkan Arimbi hanya diam tanpa bertanya kembali..
Dia tidak mau jika perkataannya malah akan membuat Bara menjadi kecewa..
"Sayang..! apakah kau sudah menghubungi Ibu Sumi, jika kau berada disini? "
Tanya Bara memegang lengan Arimbi yang sedang duduk di atas kursi.
"Sudah Bara, dan ibu sumi sedang dalam perjalanan menuju kemari"
"Baguslah jika begitu, setidaknya kau memiliki teman saat aku akan pergi nanti"
"Iya.. tapi kau mau pergi kemana Bara? aku takut jika Josep dan Diva mencari mu dan menemukan dirimu Bara? "
Tanya Arimbi memasang wajah khawatir..
Bara langsung berjongkok di depan kursi Arimbi, dan dia mencium kedua tangan Arimbi dengan lembut..
__ADS_1
"Jangan takut Arimbi! aku juga memiliki kekuatan untuk melawan mereka semua, oya saat ini rumah papa mu sudah kita kuasai, aku telah menyuruh orang untuk mengunci rumah itu agar Diva tidak bisa masuk kedalam rumah tersebut, "
"Benarkah Bara...! syukurlah jika begitu, akhirnya kita bisa melindungi rumah papa, karena didalam rumah itu terdapat banyak berkas berkas penting milik papa, Bara apakah kau sudah membawa mama Lina ke kantor polisi? "
"Soal itu, kau tidak usah memikirkan nya Arimbi, yang terpenting, mulai malam ini juga aku akan mengalahkan mereka bertiga, sekarang kau hanya perlu mendoakan ku agar aku bisa menang dari mereka Arimbi"
"Baiklah Bara, aku akan mendoakan mu disetiap detiknya sayang"
"Terimakasih, jika begitu aku pamit sekarang juga"
"Hati hati Bara"
Jawab Arimbi dan langsung menarik baju Bara agar mendekat ke arah dirinya,
Cuuppp.... cupp.. cuppp...
Arimbi langsung memberikan ciuman di kedua pipi Bara dan juga bibir seksi milik pria tersebut, Bahkan Arimbi juga sedikit **********, untuk memberikan semangat kepada pria yang sangat di cintai..
Untung saja, papa Adi masih tertidur karena pengaruh obat yang diberikan oleh dokter, jadi Arimbi tidak takut jika harus ketahuan oleh sang ayah..
Bara yang mendapatkan sosoran secara tiba-tiba langsung menyunggingkan senyuman, dan tanpa menunggu lama, Bara mulai berlutut dan membalas ciuman Arimbi..
Bara menikmati bibir merah itu dengan sangat nikmat, saling menyecap dan ******* membuat sensasi dikamar tersebut terasa panas..
Sungguh.. Arimbi sangat menyukai kegiatan yang sedang mereka lakukan saat ini, yang membuat dirinya merasa ingin lagi dan lagi...
Cuppp....
"Sudah sayang, nanti kita bisa kebablasan"
Ucap Bara memperingatkan kekasih nya, membuat Arimbi langsung tertawa malu..
"Sepertinya kekasih ku sudah pintar dalam urusan menyerang, tidak pasif lagi, tapi mulai Agresif.. aku sangat menyukai nya sayang"
"Benarkah... jika begitu setelah semua masalah selesai, ayo kita segera menikah saja, karena aku juga sangat menyukainya"
Ajak Arimbi membuat Bara merasa sangat bahagia..
"Baiklah sayang, malam ini juga aku akan menghancurkan mereka semua"
"Iya, Hati-hati Bara, aku menunggu mu disini"
Kata Arimbi melepaskan kepergian Bara, setelah itu Bara langsung keluar dari ruangan tersebut..
Dia melangkah pergi dengan hati yang sangat bahagia,
__ADS_1
Sepertinya Bara benar-benar mendapatkan vitamin nya, sehingga Bara memiliki banyak tenaga untuk menghabiskan malam pertempuran nya yang akan melawan Josep...