
Hampir satu jam berada didapur, akhirnya masakan yang di buat oleh Cinta telah matang dengan sempurna,
Mario tersenyum senang kepada istri nya, ternyata istri nya yang super galak itu ternyata sangat pintar dalam mengolah makanan, dan saat ini semua makanan sudah terhidang di atas meja makan..
Membuat Mario langsung duduk dan mengambil piring tepat diatas mejanya.
Cinta yang melihat hal tersebut pun langsung, merebut kedua sendok yang sedang dipegang oleh suaminya, membuat Mario merasa terkejut dan mulai menatap wajah Cinta dengan tatapan heran
"Ada apa sayang? kenapa kau malah mengambang kedua sendok milik ku? ".
Tanya Mario kesal,
" Tidak boleh makan, sebelum semuanya berkumpul di sini "
"Apa...!!!! apa maksud mu itu sayang? jangan bilang jika kita harus menunggu kedatangan pasang malas yang jam segini masih tidur, aku tidak mau sayang"
"Suami ku sayang, kita harus melakukan sarapan bersama sama, tidak baik jika kita menyisakan mereka makanan yang sudah kita nikmati duluan"
"Ya sudah, jika begitu bagi dua saja makanan nya sayang, setengah sisa kan untuk mereka, agar kita bisa sarapan sekarang juga"
"Tidak bisa Mario, lagian kita harus baik kepada mereka, karena mereka berdua adalah calon besan untuk kita"
"Apa...! apa. maksudnya calon besan? memang nya siapa yang akan menikah hah! aku sungguh tidak mengerti dengan maksud perkataan mu itu Cinta"
Ucap Mario yang mulai frustasi.., dia sungguh sangat merasa lapar saat ini, apalagi setelah melihat makanan yang menggugah selera, benar benar membuat ludah Mario ingin menetes rasanya...
"Nanti juga kau akan tahu, sekarang ayo panggil Bara dan Arimbi, bilang saja jika sarapan sudah selesai dihilangkan"
Perintah Cinta kepada suaminya tersebut membuat Mario dengan terpaksa mulai mengikuti perkataan istri nya tersebut..
Dan tak lama kemudian, kini Mario sudah berdiri didepan pintu kamar milik Bara..
Sebelum mengetuk pintu, Mario menyempatkan diri untuk menaruh kuping nya mendekati pintu tersebut,
Dia ingin mendengar, apakah ada suara aneh atau tidak, detik kemudian..
Clkeekkk
Bruukkkkkk
__ADS_1
"Mario......! apa yang sedang kau lakukan didepan kamar ku hah? "
Tanya Bara dengan terkejut, sambil melihat Mario yang sudah tersungkur kedalam lantai kamar nya,
Arimbi yang sudah selesai membereskan kamar pun, mulai melihat keributan tersebut, hingga terlihat lah, didepan mata nya jika Mario sedang tersungkur dilantai.....
"Ada apa sayang! Mario, kamu kenapa? kok kamu ada disini? "
Tanya Arimbi ikut merasa terkejut seperti Bara, hingga kini Mario mulai bangkit dan berdiri kembali....
Mario menatap kedua mata mereka secara bergantian, Mario tahu apa yang sedang mereka fikirkan untuk dirinya.....
"Jangan menatap ku seperti itu! aku tahu jika kalian sedang berfikir buruk kepada ku kan? "
Tanya Mario menebak..
"Tentu saja, memang nya apa lagi, sekarang katakan,kamu kenapa bisa ada di depan pintu kamar ku? apakah kau sedang mengintip ku Mario? "
"Cih... siapa juga yang mau mengintip mu Bara, aku hanya ingin memanggil kalian berdua, karena sarapan sudah selesai dihidangkan oleh istri ku, enak ya... bangun tidur langsung makan, tidak perlu repot repot masak didapur"
Sindir Mario dengan perasaan kesal.. membuat Bara langsung tertawa lucu...
"Hahaa.... siapa juga yang menyuruh kau dan istri mu memasak, aku kan tidak menyuruh nya, ya sudah ayo kita turun sayang"
Mario yang ditinggalkan oleh mereka berdua pun, mulai berdecih dengan kesal, jika tahu semuanya akan seperti ini, lebih baik dia memilih untuk tidak usah ikut saja..
Kini mereka berempat sudah berada di meja makan sambil menikmati makanan yang tersedia di atas meja tersebut..
Arimbi,Bara dan juga Mario benar-benar menyukai masakan yang di play oleh Cinta, dapat di akui jika Cinta adalah seorang chef yang sangat pintar memasak..
Dan saat sedang asyik mengunyah makanan, Tiba-tiba saja Cinta mengeluarkan pertanyaan nya kepada Arimbi, yang langsung berhasil membuat kedua pria tersebut merasa sangat syok dan juga terkejut..
"Arimbi..., apakah kau sudah memakai pengajaran yang aku berikan kepada mu tadi malam? "
Tanya Cinta menatap kearah Arimbi, membuat wanita itu langsung tersenyum mengiyakan...
"Tentu saja sudah, dan rasanya benar-benar nikmat, pantas saja jika kau tergila gila dan minta lagi dan lagi, karena nyatanya memang benar benar membuat ku candu Cinta"
Jawab Arimbi yang berhasil membuat Bara langsung terbatuk batuk
__ADS_1
"Uhukk.... uhuk..... sayang, apa yang sedang kau bicarakan "
Ucap Bara mengingat kan istrinya tersebut,
"Oya, aku sudah mulai menyuruh suamiku untuk mengeluarkan bibit unggul milik nya, dan itu artinya kamu juga harus menyuruh suami kamu untuk memberikan bibit unggul milik nya jugt agar kau bisa cepat hamil barengan sama aku Arimbi,"
"Iya pasti dong Cinta, seperti rencana awal kita, jika kita akan menjadi besan dan keluarga selamanya"
"Uhukkk... uhuk...., sayang, sebenarnya kalian berdua sedang membicarakan apa sih? "
Tanya Bara yang mulai ikut merasa penasaran..
Arimbi langsung tersenyum kepada suaminya tersebut, dan memeluk lengan tangan Bara dengan manja.
"Sayang sebenarnya, aku dan Cinta sudah membuat perjanjian jika kelak, kita akan menjodohkan anak kita dengan anak Cinta dan Mario,"
"Apa.... !!!!. apakah kamu gak salah sayang?bagaimana mungkin kamu...
..
"Cinta, kamu pasti sedang bercanda kan, memang nya kamu sudah hamil saat ini? lalu kenapa kamu sudah merencanakan perjodohan untuk anak kita? apakah kamu sedang main boneka bonekaan bersama Arimbi? "
Tanya Mario yang ikut merasa terkejut.
Cinta langsung tersenyum menatap kearah Mario, dan dia mulai memegang wajah Mario dengan lembut.
"Aku serius sayang, aku dan Arimbi sudah sepakat ingin menjodohkan anak kita kelak sayang"
"Apa...!!!!.... Sayang apakah itu benar? "
Tanya Bara yang merasa sangat terkejut..
"Itu semua benar sayang, dan aku sudah menyepakati nya"
"Arimbi..., aku tidak mau mempunyai calon besan seperti dia, apa jadi nya jika dia mempunyai anak Arimbi, aku yakin, Putra nya pasti tidak akan beda nya dengan Mario yang mesum dan juga somplak"
"Hey.... apa maksud mu bilang aku mesum dan juga somplak,kita kan sama, sama sama mesum, lagian belum tentu juga anak ku Adalah seorang putra, bagaimana jika anak ku yang seorang Putri, dan anak mu lah yang seorang putra, aku yakin, dia pasti akan mirip seperti dirimu"
"Iya, tentu saja, aku kan ayah nya, sudah pasti anak ku mirip dengan ku,lagian aku juga tidak mau jika kita menjadi besan, aku tidak mau sampai kapan pun"
__ADS_1
"Aku juga tidak mau Bara, apakah kau kira aku mau, sekarang kalian jangan bahas perjodohan lagi, hamil saja belum, sudah gila menyusun perjodohan"
Rutuk Mario dengan kesal kepada kedua wanita tersebut....