
Brakkk.....
Bara berhasil mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam, hanya dengan sekali tunjangan menggunakan kakinya, pintu akhirnya terbuka dengan lebar.
Arimbi langsung masuk kedalam kamar sang papa, entah mengapa dia merasa jika papanya dalam keadaan tidak baik baik saja..
"Dimana papaku Bara? kenapa dia tidak ada disini? "
Tanya Arimbi dengan panik, sambil melihat kesekitar kamar tersebut, Hingga tak lama kemudian, mereka berdua mendengar suara teriakan dari seorang wanita yang tampak sedang menjerit marah..
"Dasar, suami bodoh..! kau tidak pantas untuk hidup Adi, lebih baik kau segera mati saja agar tidak menyusahkan aku lagi, aku sungguh muak dengan keberadaanmu di kehidupan ku Adi"
Ucap wanita itu yang tak lain adalah mama Lina, Arimbi yang mendengar suara teriakan tersebut pun langsung berlari menuju kearah kamar mandi..
Sedangkan Bara, pria itu kembali mengeluarkan kamera kecil yang ada disaku celananya, kali ini Bara harus mendapatkan bukti atas kejahatan dari induk ular tersebut..
Agar mereka bisa menjebloskan mereka berdua kedalam penjara,
Sesampainya didalam kamar mandi, Arimbi langsung mendorong tubuh mama Lina yang sedang menyiksa papa Adi..
Wanita itu terhempas dengan keras sampai menabrak dinding kamar mandi..
"Hentikan.... ! apa yang kau lakukan terhadap papaku manusia durjana"
Teriak Arimbi langsung menolong papa Adi, sedangkan mama Lina dia benar-benar dibuat terkejut setengah mati, saat melihat siapa orang yang baru saja masuk kedalam kamar mandi mereka..
"Kau.... kau siapa hah! bagaimana mungkin kau bisa masuk kedalam rumah ku? '
Tanya Mama Lina mencoba bangkit dari jatuhnya..
Arimbi yang merasa sangat geram dengan wanita tua itupun langsung melayangkan tamparan tepat di kedua pipi mama Lina, membuat mama Lina kembali tersungkur ke atas lantai..
Plakk... plakk...
" Kau pantas mendapat kan siksaan ini dari ku manusia ular, karena kau tidak mempunyai hati sedikit pun"
__ADS_1
"Kurang ajar, sebenarnya siapa dirimu hah! jangan jadi pengecut! cepet kau tampakkan wajah mu itu"
"Oh.. jadi kau sangat ingin melihat wajah ku Iya? baiklah. jika begitu, lihat aku baik baik Manusia ular, aku yakin kau pasti masih ingat siapa aku ini"
Jawab Arimbi dan langsung membuka masker yang ada di wajahnya,
Hingga detik kemudian, mama Lina langsung membulatkan kedua matanya, bagaimana mungkin gadis yang sudah dia singkirkan, sekarang malah bisa berdiri tegak didepan dirinya..
Dan saat ini, wanita itu mengetahui atas kejahatan yang sudah dia lakukan kepada Adi sanjaya
"Tidak.. bagaimana mungkin kau bisa berada disini? bukan kah Josep sudah berhasil menangkap mu? "
Tanya mama Lina memasang wajah penuh keterkejutan..
"Oh.. jadi kau tidak tahu ya, jika aku masih bisa lolos dari kejahatan Josep dan kalian berdua, ingat Lina, aku tidak akan bisa kalian sakiti, jadi sekarang juga aku akan membalas kejahatan kalian berdua kepada papa ku"
Grepppp....
Arimbi dengan tega langsung memijak tangan wanita itu dengan menggunakan sebelah kakinya, sedangkan papa Adi yang masih terlihat sadar, dia mulai menyentuh tangan Arimbi dengan lembut...
Ucap Papa Adi dengan sangat lemah..
Mama Lina terus menjerit kesakitan,akibat pijakan yang Arimbi lakukan tepat di jari tangannya..
"Lepas kan tangan ku gadis sialan, kau sama saja dengan papa mu, yang sangat membuat aku menjadi kesal, seharusnya kalian berdua sudah mati saat ini, karena aku telah mengeluarkan banyak uang untuk membunuh kalian berdua"
"Oh... jadi benar jika kau lah dalang dibalik penyerangan terhadap ku dan juga papa, kau sengaja ingin menyingkirkan kami berdua? begitu? "
"Tentu saja, aku tidak suka jika kalian berdua masih hidup tenang didunia ini, karena kalian adalah penghambat untuk ku mendapatkan semua harta milik Adi sanjaya"
"Cih... dasar wanita ular, kau benar-benar tidak mempunyai hati sedikitpun, dan kau pantas untuk diberikan pelajaran, rasakan ini wanita ular"
Teriak Arimbi dengan sangat geram, sambil memutar hak sepatu nya di jari jari tangan milik Mama Lina..
Wanita itu langsung Menjerit dengan histeris, sudah bisa dipastikan jika jari tangan nya telah terluka dan juga patah,..
__ADS_1
"Mampus kau wanita ular, kau pantas mendapat kan penyiksaan seperti ini, karena kau sudah berani mengganggu hidup ku dan juga menyiksa papaku, sekarang kau nikmati saja buah dari hasil tanaman mu sendiri wanita ular"
Ucap Arimbi sambil mendorong kembali tubuh Mama Lina hingga tubuhnya membentur tembok..
Mama Lina yang sudah merasa sangat kesakitan pun ternyata tetap tidak mau menyerah,
Dia terus memaki Arimbi dan mengancam wanita muda tersebut..
"Cih... kau jangan senang dulu Arimbi bodoh, apakah kau kira kau bisa keluar dari rumah ini, sekali masuk maka kau akan terperangkap selama nya didalam rumah ini, karena aku tidak akan membiarkan mu pergi begitu saja Arimbi"
"Hahaha.... apakah kau kira aku ini sangat bodoh, aku tidak datang sendiri untuk menyerang mu Manusia ular, karena aku datang bersama Kekasih ku Bara"
Jawab Arimbi tersenyum Menyeringai, hingga tak lama kemudian, masuk lah Bara yang sudah selesai merekam video kejahatan mama Lina,
Dan Bara langsung melewati wanita itu begitu saja, untuk mengangkat tubuh Papa Adi yang sudah sangat kedinginan..
Mama Lina yang menyaksikan hal tersebut pun kembali berteriak histeris, bahkan dia menghina Bara dengan perkataan yang menyakitkan..
"Dasar pria miskin sialan, aku tahu jika kau sudah diberikan tubuh oleh wanita kotor itu, sehingga kau mau menurut semua pemerintah dari dirinya, lihat saja aku tidak akan membiarkan kalian semua lolos, aku akan membunuh kalian bertiga"
Ujar mama Lina histeris, membuat Arimbi merasa kesal mendengar perkataan jahat dari wanita gila itu,
Dan setibanya di luar kamar mandi, Arimbi langsung mengunci pintu kamar mandi itu dari arah luar, membuat Mama Lina berteriak histeris..
"Hey buka pintu nya, kenapa kau malah menguncinya pintu ini, lihat saja aku akan menghabisi mu menggunakan tangan ku sendiri Arimbi, itu lah janji ku kepada mu Arimbi, "
Ucap mama Lina menggedor gedor pintu..
Sedangkan Arimbi dia tidak menghiraukan teriakan dari ibu tiri jahatnya itu, karena saat ini Arimbi bersama Bara sedang mengganti baju yang melekat di seluruh tubuh papa Adi
Setelah semua selesai dibuka, dengan cepat Arimbi berjalan membuka lemari pakaian,
Dia akan mengganti pakaian papa nya menggunakan kain yang bersih dan juga kering...
"Papa..! kau harau kuat papa! karena aku sudah tidak memiliki siapapun lagi selain kamu papa"
__ADS_1
Ucap Arimbi meneteskan air matanya....