
Tidak terasa hari sudah menjelang siang, dan saat ini Arimbi bersama ibu Sumi telah selesai berjualan,
Mereka sedang duduk sambil mengistirahatkan kaki yang terasa pegal, hari ini jualan ibu Sumi sangatlah ramai pembeli, sehingga semua makanan yang di jual oleh beliau habis ludes hingga tak tersisa..
Ibu Sumi mengipas ngipasi bagian wajah nya yang terasa kepanasan memakai sebuah kerdus yang sudah dia sobek..
Hingga akhirnya angin sepoi sepoi mulai menerpa kulit yang berkeringat tersebut...
"Huh.... Semeriwing rasa nya Arimbi, akhirnya kita bisa beristirahat juga"
Ujar ibu Sumi sambil terus melakukan kegiatannya
Arimbi langsung tersenyum melihat tingkah ibu Sumi saat ini, sebenarnya dia juga merasakan gerah ditubuhnya, karena terlalu lelah berjualan..
Tapi Arimbi mencoba untuk bersikap biasa saja..
"Alhamdulillah ya bu, hari ini semua jajakan jualan ibu telah habis ludes dengan cepat "
"Iya nak, jarang jarang lo makanan yang ibu jual bisa habis ludes, biasanya walaupun laku tapi tetap saja ada sisa yang dibawa pulang, tapi hari ini, benar benar lain dari hari biasanya, semoga saja setiap harinya akan selalu seperti ini ya Arimbi"
"Amiin..... aku do'ain semoga terkabul ya bu! "
"Iya amiin, oya karena hari ini penghasilannya lumayan banyak, jadi kamu akan ibu tambah gajih bantu jualannya,"
Ucap ibu Sumi membuat Arimbi sedikit terkejut..
"Eh... kenapa seperti itu bu! tidak usah ditambah, ibu berikan saja seperti biasanya"
"Loh... jangan dong nak, ini kan rezeki kamu juga, karena kamu bantu ibu jualan, warung ibu jadi ramai pembeli, dan itu semua pasti berkat kamu juga Arimbi, karena penjual di warung ibu sangat lah cantik, jadi orang orang yang berlalu lalang pasti merasa penasaran untuk melihat kamu dari jarak dekat"
Jelas ibu Sumi membuat Arimbi langsung tertawa dengan lucu..
"Hahaha.... ibu bisa saja bercanda nya, bikin Arimbi jadi naik kuping satu meter aja deh"
"Yah.. ibu berbicara jujur loh nak, ibu yakin pasti beberapa hari lagi akan banyak para pemuda yang meminta kamu untuk kenalan dengan mereka Arimbi"
"Apa iya bu! tapi aku gak mau ah...! nanti Bara marah lagi sama aku bu"
__ADS_1
"Soal itu biar ibu yang jelaskan sama mereka, lagian mereka semua pada kenal kok sama nak Bara, ibu yakin setelah mereka tahu jika kamu adalah kekasih nak Bara pasti mereka tidak akan berani mengganggu kamu lagi"
"Benarkah begitu bu! sepertinya Bara sudah sangat dikenal dikampung ini ya bu! "
"Ya.. begitulah, "
Jawab Ibu Sumi tersenyum manis, setelah itu mereka kembali melanjutkan perbincangan tersebut,
Hingga detik kemudian tiba-tiba saja Arimbi dan ibu Sumi di kejutkan dengan kedatangan lima orang pria berbadan besar yang memakai penutup wajah sedang berlari masuk dan langsung menggebrak meja dengan sangat kuat...
Brakkk.....
Arimbi dan ibu Sumi yang terlonjak kaget pun mulai membalikkan tubuh mereka untuk melihat ke arah belakang..
Dan mereka sungguh terkejut ketika melihat kedatangan para preman tersebut..
"Kalian siapa! kenapa datang datang langsung menggebrak meja dengan tidak sopan? "
Tanya Arimbi yang sudah berdiri dari duduknya.
Begitu juga dengan ibu Sumi, yang sudah ikutan berdiri dan berjalan menghadang tubuh Arimbi...
"Cih... apa kau kira ada yang berani melawan kami disini hah! bahkan kami sudah berhasil menghadang semua orang yang akan melewati warung ini ibu tua, jadi kau tidak akan bisa meminta pertolongan kepada siapapun, jika kami berlima menyakiti kalian berdua, jadi sekarang biarkan kami membawa wanita yang ada dibelakang mu itu, jika kau masih ingin selamat"
Ancam pria bertubuh kekar tersebut dengan sangat menyeramkan..
Ibu Sumi yang di ancam seperti itu pun langsung mundur kearah belakang hingga menabrak tubuh Arimbi yang sudah merasa takut...
Ibu Sumi menggenggam tangan Arimbi dengan sangat kuat, dia tidak mau jika sampai putri angkatnya itu akan dibawa oleh pria jahat tersebut..
"Tidak... sampai mati pun aku tidak akan membiarkan kalian membawa putri ku ini, kalian pergi dari sini,kami tidak memiliki masalah dengan kalian semua"
Teriak ibu Sumi dengan suara yang tinggi,
"Dasar keras kepala, baiklah jika kau tidak mau melepaskan wanita itu, maka jangan salahkan kami jika kami akan menghancurkan warung butut mu ini wanita tua"
"Silahkan saja, aku tidak takut, "
__ADS_1
Jawab ibu Sumi tak kalah berani, hingga tak lama kemudian para keempat preman tersebut mulai berlari untuk menghancurkan apa yang mereka temukan..
"Baiklah, kalian semua hancurkan warung ini hingga tak tersisa, agar wanita sombong ini merasa menyesal karena telah melindungi wanita itu"
"Siap ketua"
Jawab mereka berempat sambil mengeluarkan beberapa linggis yang sedari tadi sudah mereka bawa...
Brakk..... brakk.... brakkk....
Meja dan kursi yang ada didalam warung ibu Sumi sudah dihancurkan oleh mereka berempat, membuat Arimbi merasa sangat ketakutan..
Wanita itu benar-benar merasa sangat bersalah karena telah melibatkan ibu Sumi kedalam permasalahannya, andai saja dia tidak tinggal dan kenal dengan ibu Sumi, pasti mereka para suruhan saudara tirinya, tidak akan mengenal siapa itu ibu Sumi...
"Hiks... hiks.... ibu, biarkan Arimbi ikut saja dengan mereka bu, aku gak mau jika mereka sampai menghancurkan warung ibu ini bu"
Ucap Arimbi meneteskan air mata, mereka berdua hanya bisa menatap kebringasan dari keempat preman tersebut, yang sudah menghancurkan semua barang yang mereka temui...
Sedangkan preman yang satunya mulai mengambil kesempatan untuk menarik tubuh ibu Sumi,..
"Cepat lepaskan wanita sialan itu, kau benar-benar sampah yang harus disingkirkan ibu tua"
Teriak pria tersebut yang sudah berhasil mendorong tubuh ibu Sumi hingga dia hampir saja terjengkang,
Arimbi dengan cepat langsung memegang punggung ibunya tersebut, dan dia berusaha agar mempertahankan diri agar tidak bisa di tarik oleh pria preman itu..
"Cepat.... kau harus ikut kami wanita sialan"
"Jangan aku mohon.... aku tidak mau ikut dengan kalian, sekarang pergilah dari tempat ini, aku mohon"
Ucap Arimbi meneteskan air mata, sungguh wanita itu benar-benar merasa sangat takut...,
Karena para preman tersebut sangat kasar dan juga tega, kini warung ibu Sumi sudah hancur berantakan, sepertinya tidak ada orang satupun yang lewat dijalan depan warung tersebut, entah apa yang mereka lakukan hingga para warga tidak ada yang berlalu lalang..
Arimbi dan ibu Sumi mencoba untuk pergi dari warung tersebut, mereka akan melarikan diri agar bisa menyelamatkan Arimbi..
"Ayo kita pergi dari sini Arimbi, jangan sampai kau ditangkap oleh para penjahat itu"
__ADS_1
Ajak ibu Sumi dengan berbisik ditelinga Arimbi...