Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Bara yang pintar dan lihai


__ADS_3

Kini Bara dan kedua wanita kesayanganya sudah berada di dalam bilik Apartemen yang terlihat mewah..


Didalam setiap ruangan, sudah tersedia banyak barang yang lengkap dan tersusun dengan rapi..


Ibu Sumi yang menatap setiap detail dari ruangan tersebut pun langsung dibuat terbengong..


Dia sungguh baru kali ini, melihat ruangan mewah dilengkap dengan fasilitas yang berkelas...


"Nak Bara.. apakah kamu tidak salah alamat nak? "


Tanya ibu Sumi sambil meneliti setiap sudut ruangan


"Salah alamat bagaimana bu? aku rasa kita tidak salah alamat kok bu! "


Jawab Bara sedikit bingung, hingga tak lama kemudian, ibu Sumi mulai melangkah untuk mendekati dirinya...


"Nak Bara...! ibu tahu, kalau kamu itu sangat mencintai Arimbi dan juga menghormati ibu, tapi... ibu tidak meminta kamu untuk melakukan semua ini nak! kamu tidak perlu menyewa apartemen mahal seperti ini, jangan sampai gara gara apartemen ini, kamu malah mempunyai niat untuk menjual motor satu satunya milik kamu nak Bara, ibu tidak mau jika sampai hal itu terjadi "


Ujar ibu Sumi dengan mata berkaca kaca... membuat Bara langsung menggaruk rambutnya yang tidak gatal..


Dia sangat bingung jika harus menjelaskan nya, apakah ini saat nya untuk dia berkata jujur kepada kedua wanita tersebut..


Tapi.......


"Sayang... , bukankah kau bilang jika apartemen ini adalah milik salah satu sahabat mu? itu artinya kau tidak membayar sewa untuk apartemen ini kan sayang? "


Tanya Arimbi secara tiba-tiba, membuat Bara langsung teringat kembali dengan ucapannya beberapa jam yang lalu..


Bagaimana mungkin dia bisa lupa, jika dia sempat mengatakan jika apartemen yang akan mereka tempati adalah milik seorang sahabatnya yang sedang pergi ke luar kota..


Dengan cepat Bara langsung menganggukkan kepalanya, membuat ibu Sumi merasa sedikit lega..


"Syukurlah jika begitu, akhirnya ibu bisa sedikit tenang karena tidak memikirkan kesusahan mu nak Bara, ibu sangat takut jika karena menyewa apartemen ini, kau sampai harus mengorbankan motor milikmu, jangan sampai kau menjualnya ya nak, karena motor itu kan adalah satu satunya harta yang kau miliki, karena motor itu juga kau bisa mencari nafkah disetiap harinya, jadi sangat pamali jika kau sampai mau menjual motor mu itu nak, nanti kau bisa miskin selama nya lo nak"


Ujar ibu Sumi membuat Bara merasa sedikit kesal..


Ya begitulah jika statusnya hanya sebagai seorang ojek, mana mungkin orang akan percaya jika dia memiliki banyak harta yang dia rahasiakan...


"Ck... ck... ibu Sumi ini, sedang menasehati ku atau sedang menghinaku, sepertinya perkataanmu sangat beda tipis, antara menghina dan juga menasehati, baiklah.... aku akan menerimanya ibu Sumi, sampai waktunya tiba kau pasti akan merasa sangat syok karena telah memiliki calon mantu kaya raya seperti ku"

__ADS_1


Gumam Bara didalam hati sambil tersenyum tipis.


Setelah memperlihatkan seluruh ruangan, ibu Sumi memutuskan untuk tidur dikamar barunya,


Sedangkan Bara, dia langsung mempunyai kesempatan untuk mendekati kekasihnya Arimbi..


Bara mengetahui, jika saat ini Arimbi sedang berada didalam kamar pribadi yang telah Bara sediakan untuk dirinya, dan dengan perlahan Bara mulai melangkahkan kaki untuk masuk kedalam kamar tersebut..


Setibanya didalam kamar, Bara langsung mengunci pintu dengan sangat rapat, jangan sampai kelakuannya ini diketahui oleh ibu Sumi..


Kini Bara mulai melihat ke arah ranjang yang ada didalam kamar, terlihat jika Arimbi sedang asyik menyusun pakaiannya kedalam sebuah lemari yang sudah tersedia..


Bara yang merasa sangat merindukan wanita cantik itupun mulai melangkah untuk mendekati tubuh Arimbi..


Hingga detik kemudian...


Greepppp....


Kedua tangan Bara sudah melingkar indah di perut Arimbi, membuat wanita itu merasa sedikit terkejut...


"Bara.... sejak kapan kau masuk kedalam kamarku, kenapa aku bisa tidak mengetahui nya? "


Tanya Arimbi sambil memegang tangan Bara...


Ucap Bara sambil mempererat pelukannya..


Arimbi yang mulai terbiasa dengan perlakuan Bara itu pun ikut menikmati pelukan tersebut,


Rasanya sangat nyaman bisa berada didalam pelukan pria yang dia cintai..


"Apakah kau menyukai pelukanku ini Arimbi? '


Tanya Bara sambil berbisik tepat ditelinga sebelah kiri Arimbi, membuat wanita itu merasa sedikit kegelian..


" Iya.... aku menyukainya sayang, rasanya sangat nyaman dan juga menenangkan "


Jawab Arimbi sambil tersenyum memejamkan mata, Bara yang mendengar Jawaban tersebut pun langsung membalikkan tubuh Arimbi hingga menatap kearah dirinya..


Arimbi sedikit terkejut dengan perubahan tempat yang sudah saling menatap antara satu sama lain..

__ADS_1


Bara benar-benar telah membuat dada Arimbi merasa sangat berdetak dengan hebat, ada rasa malu dan juga senang didalam dirinya, karena baginya ini adalah kali pertama Arimbi bertatapan sangat dekat dengan seorang pria...


"Ayo... tatap mata ku Arimbi, jangan menunduk seperti itu"


Ucap Bara dengan suara yang lembut...


"Tidak... aku malu Bara"


"Kenapa harus malu, bukankah kita sudah terbiasa saling menatap dan juga berbicara? "


"Itu berbeda Bara, saat ini, aku benar-benar malu, bahkan jantung ku sudah berdetak dengan sangat kencang"


"Benarkah...! apakah aku boleh merasakannya? "


"Boleh, sini tangan mu Bara, dan rasakan degub kencang dari jantungku ini"


Ucap Arimbi sambil mengangkat sebelah tangan Bara menuju kearah dadanya..


Bara benar-benar merasa panas dingin dengan perlakuan kekasih nya tersebut, sepertinya Arimbi tidak menyadari jika tanpa sengaja dia sudah membangunkan macan yang sedang tidur..


"Arimbi... apa yang kau lakukan sayang..! kau benar-benar lugu ternyata ya, baiklah.. sepertinya ini saat nya aku mengeluarkan jurus jitu ku, dalam memuaskan wanita, aku akan mengajarkan mu banyak ilmu sebelum kita resmi menikah sayang, agar kau bisa mahir disaat akan mempraktekkan nya nanti"


Gumam Bara tersenyum menyeringai...


Setelah itu dengan cepat Bara langsung memegang belakang kepala Arimbi dan mencium bibir merah wanita cantik tersebut..


Arimbi yang mendapatkan ciuman secara tiba-tiba pun merasa sangat terkejut, dia hanya diam sambil membulatkan kedua matanya...


Bara sungguh tersenyum senang saat merasakan tidak ada perlawanan apapun dari kekasihnya itu, dengan sangat perlahan Bara mulai melancarkan aksinya untuk ******* bibir Arimbi secara lembut dan juga halus..


Arimbi yang awalnya merasa terkejut dan juga bodoh pun kini mulai mengikuti apa yang Bara lakukan kepada bibir miliknya,


Dengan perlahan Arimbi membuka mulut nya dan mempersilahkan Bara untuk menjelajahi surga yang sangat pria itu inginkan, mereka saling ******* dan menikmati kecap*an antara satu sama lain, bertukar saliva hingga menimbulkan kenikmatan yang tidak pernah Arimbi rasakan sebelumnya,


Bahkan saat Bara ingin menyudahi ciuman panas tersebutpun, tanpa sadar Arimbi malah menarik kembali kepala Bara agar tidak melepaskan pangutan mereka..


Bara langsung tersenyum didalam hatinya, sepertinya kekasihnya mulai menikmati setiap apa yang dia berikan...


"Good sayang, awal yang bagus untuk pelajaran pertama mu"

__ADS_1


Bisik Bara setelah melepas ciuman tersebut...


Membuat Arimbi langsung menelungkupkan wajah nya di dada bidang kekasihnya karena merasa sangat malu....


__ADS_2