
Setelah melakukan pergulatan yang singkat namun menyakitkan, Diva langsung bergegas menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sedangkan Josep, dia tersenyum dengan puas karena telah berhasil memuaskan hasrat yang menggelora sebelum melakukan pertempuran..
Josep belum mengetahui seperti apa lawan nya kali ini, karena dia sudah memerintah kan para anak buah nya untuk mencari siapa penulis dari surat tersebut.
Tapi tetap saja mereka tidak bisa menemukan tanda tanda para musuh yang sudah menculik tante Lina..
Josep memastikan jika musuh mereka bukanlah kelompok dari kota B, karena setiap geng dan mafia di kota B semuanya sudah Josep kenal dan sangat tidak mungkin bagi mereka jika berani menyerang keluarga kekasih dari seorang Josep,
Semua orang juga mengetahui,seperti apa Josep ini, jadi sangat mustahil jika berani mencari gara gara dengan menyerang pria menyeramkan tersebut..
Hingga tak lama kemudian, lamunan Josep diganggu oleh seseorang yang mengetuk pintu dari arah luar..
Cklekk....
Suara pintu yang mulai terbuka dari dalam, dan Josep langsung mengeluarkan Kepalanya untuk melihat siapa yang datang..
"Mana pesanan ku? "
Tanya Josep menatap orang suruhannya tersebut..
"Ini pakaian yang bos minta bos, dan soal persiapan untuk menyerang kami sudah selesai melakukan nya, sekarang kita tinggal pergi saja menuju ketempat lokasi"
Jelas anak buah Josep dengan wajah semangat..
Membuat Josep langsung tersenyum dengan bangga.
"Bagus, jika begitu sekitar sepuluh menit lagi aku dan kekasih ku akan segera turun, kalian terus berjalan mengarah ke lokasi, lihat keadaan disana, jangan sampai kita dijebak oleh musuh"
"Baik bos,kami pamit sekarang juga"
"Hemm.... "
Jawab Josep singkat, setelah itu dia kembali menutup pintu sambil memegang paperbag disatu tangan nya..
Beberapa menit kemudian, Diva dan juga Josep sudah selesai dengan persiapan mereka
Diva memakai celana jeans, serta baju kaos, begitu juga dengan Josep yang mengenakan celana Jens hitam, baju kaos dan dilindungi oleh jacket denim..
__ADS_1
Tak lupa juga, Josep mengeluarkan dua senjata api yang telah di isi peluru hingga penuh,
Dan satu senjata Josep berikan kepada Diva..
"Ini, simpan lah Diva, untuk mengantisipasi kalau terjadi marabahaya kepada mu"
"Iya, terimakasih Josep, kau benar-benar selalu melindungi ku"
"Tentu saja, karena kau adalah kekasih ku, ya sudah sekarang ayo kita pergi, hari telah semakin malam"
"Baiklah... "
Jawab Diva mengikuti langkah Josep keluar dari apartemen miliknya..
****
Di sisi lain, tepat nya di sebuah markas milik Bara, bersama para bodyguardnya, kini mereka juga sudah bersiap siap untuk menunggu kedatangan musuh..
Mereka akan segera pergi menuju ke tempat penyekapan, dan tempat itu berada di pinggir hutan yang sangat jauh dari rumah penduduk..
Bara mengeluarkan banyak senjata untuk melakukan serangan balasan,
Pria itu bernama Mario, seorang penjahat kelas kakap yang sangat setiap kepada persahabatan, tidak seperti Andre dan juga Panji yang suka memanfatkan Bara... dan rela berkhianat..
"Bro... apakah kau sudah selesai dengan persiapan mu? "
Tanya Mario sambil menepuk pundak Bara
"Sudah...., Mario terimakasih ya karena kau sudah mau datang untuk memenuhi undangan dari ku"
"Cih... kau ini, seperti sama siapa saja, lagian kau tidak pantas melawan Josep Bara...! karena kau itu seorang pebisnis alias pengusaha, Josep itu adalah lawan ku bahkan sampai ajal menjemput dirinya"
"Ya... ya... aku tahu Mario, karena dia adalah lawan bisnis mu didunia gelap, oya apakah kedatangan mu ke kota B tidak diketahui oleh mata mata Josep? aku rasa mereka seperti kebingungan saat membaca pesan yang aku tulis dikertas"
"Hahha.... kau tidak tahu saja Bara, jika sebenarnya Josep itu adalah seorang pengecut, dia itu banci yang hobinya berkoar koar seperti seorang wanita, tapi sangat takut jika di ajak main depan, Josep tidak akan bisa tahu kedatangan ku ke kota ini, karena bekingan ku lebih hebat dari pada dirinya Bara"
"Benarkah...! apakah itu artinya Josep juga sebenarnya di benci oleh kelompok mafia yang lainnya.? "
"Tentu saja, mereka hanya berpura pura setia kepada pria banci itu, padahal mereka tidak pernah melakukan apa pun yang Josep perintah kan"
__ADS_1
"Waw.. benar benar amazing, aku yakin disaat Josep memerlukan bantuan mereka , pasti mereka akan langsung menodongkan senjata untuk membunuh Josep"
"Ya... kau benar bro.., itu adalah salah satu rencana kami, oya.. ngomong ngomong? aku sangat penasaran? Bara bagaimana mungkin Josep berani mencari masalah dengan putra dari keluarga terkaya diseluruh dunia? apakah dia sudah buta alias rabun sekarang? "
Tanya Mario dengan sangat penasaran, membuat Bara langsung tertawa dengan lucu..
"Hahaha..... kau tidak tahu saja bro, jika dikota B ini aku bukan lah putra dari tuan Abraham, melainkan aku hanya seorang ojol, alias tukang ojek online"
"Apa....!! apakah kau sedang bercanda Bro? "
Tanya Mario membulat kan kedua matanya, menampilkan ekspresi yang sangat terkejut..
"Hahha.... kenapa kau terlihat sangat jelek Mario, kau tidak pantas berekspresi seperti itu"
"Tidak... kau jangan bercanda kepada ku Bara? bagaimana mungkin kau menjadi tukang ojek online hah? memang nya kemana perusahaan milik mu yang triliunan itu hah? "
Tanya Mario dengan tidak sabaran..
"Ini semua karena ulah ku yang suka main wanita dan juga berfoya-foya Mario, sehingga papa memberikan ku hukuman menjadi orang miskin, "
"Benarkah...! aku sungguh tidak menyangka jika paman Abraham bisa setega itu kepada mu Bara, kasihan sekali nasibmu, pantas saja jika Josep berani menyerang mu Bara"
"Cih.... jangan bersikap seperti itu Mario, aku tidak apa apa, bahkan aku bahagia dengan kehidupan yang aku jalani saat ini, sebab karena hukuman ini lah akhirnya aku bisa menemukan wanita yang sangat tulus kepada ku, dan karena semua ini juga aku bisa mengetahui jika Andre dan Panji ternyata hanya memanfaatkan aku saja, bahkan disaat aku menjadi orang miskin, mereka berdua lah yang pertama kalinya menghina dan mencaci diriku"
"Benarkah begitu Bara? oh... pantas saja kematian Andre dan Panji Terjadi dengan cara yang sangat misterius, ternyata kau dalang dibalik semuanya"
"Iya.. dan kali ini giliran Josep, dia harus membayar mahal atas kejahatan yang sudah dia lakukan Mario"
"Pasti Bara, sekarang ayo kita keluar, jangan lupa bawa senjata tercanggih milik ku"
"Siap Bro... aku sudah tidak sabar ingin menyiksa pria banci itu"
"Sama, aku juga, waktu nya untuk penyerang'
Teriak Mario dengan keras sambil keluar dari ruangan khusus..
Setibanya di depan markas, mereka berdua langsung disambut gembira oleh para anak buah dan juga Bodyguard milik mereka berdua,
Kali ini pertarungan akan sangat panas, karena Josep juga memiliki anak buah yang banyak, saat nya menghabisi para pengecut seperti seorang Josep....
__ADS_1