
Arimbi dan Cinta langsung menatap kearah wajah kedua pria tersebut dengan tatapan tajam, enak saja mereka ingin menggagalkan rencana perjodohan tersebut..
Memang nya siapa yang akan mengandung anak selama sembilan bulan lamanya, apakah mereka yang akan mengandung nya?
Cinta kini mulai mengambil nasi yang ada di piring suaminya, dan menyendokkan nasi tersebut kearah mulut Mario
Membuat Mario merasa sangat terkejut, dan terpaksa menerima suapan nasi tersebut..
Cinta terus menyuapi kedalam mulut Mario, sampai Mario merasa kepenuhan, baru lah wanita itu mulai menghentikan nya,
Bara yang menyaksikan hal tersebut pun mulai menelan ludah nya dengan kasar, jangan sampai istri nya Arimbi bersikap seperti yang Cinta lakukan kepada suaminya sendiri....
"Sayang.... "
Sapa Bara menatap wajah Arimbi, membuta Arimbi langsung membuang muka secara kasar..
"Aku tidak mau berbicara kepada mu"
"Kenapa...! apakah kau juga marah kepada ku? "
"Tentu saja, aku akan ngambek sampai kau mau menyetujui perjodohan tersebut..
"
Jawab Arimbi masih membuang muka nya, dan memberengut dengan kesal,
Bara langsung menggaruk rambut nya yang tidak gatal, kenapa juga acara bulan madu yang dia khayalkan menjadi berantakan seperti ini,
Sedangkan Mario, pria itu akhirnya bisa bernafas dengan lega, setelah dapat menelan seluruh makanan yang berada didalam mulutnya,
Sungguh... Cinta benar-benar seorang wanita yang tega dan keji, bisa bisa nya dengan sengaja wanita itu malah memasukkan nasi yang banyak kedalam mulut nya
"Cinta.... apakah kau sudah gila? kau sengaja ya ingin membunuh ku? "
Tanya Mario setelah meminum air putih..
"Iya... bisa jadi seperti itu, karena kau tidak mau menuruti keinginan ku"
"Kau...! cih.... dasar wanita aneh,kenapa dia sangat menyeramkan"
Gumam Mario berbisik dengan kecil, membuat Bara langsung menatap kearah pria tersebut..
Bara tidak bisa jika istri nya harus mendiamkan nya seperti ini, karena jika itu terjadi maka acara bulan madu yang dia idam idamkan akan hancur begitu saja..
Dengan menatap wajah Mario, Bara mulai mengeluarkan pendapat nya untuk soal perjodohan tersebut..
"Baiklah.... demi kesejahteraan bersama maka aku sudah memutuskan, jika aku akan menyetujui perjodohan tersebut"
Ucap Bara yang langsung mendapatkan tatapan terkejut dari ketiga orang yang ada disamping dan didepan dirinya duduk
__ADS_1
Arimbi dan Cinta langsung tersenyum dengan bahagia, akhirnya apa yang mereka rencana kan sudah mendapatkan izin dari Bara, dan sekarang tinggal Mario yang harus memberikan izin kepada mereka berdua,
"Terimakasih ya sayang... aku sungguh bahwa mendengar nya sayang"
Ucap Arimbi langsung memeluk tubuh Bara dengan perasaan bahagia...
Bara mulai membalas pelukan tersebut, akhirnya istri nya sudah tak marah lagi kepada dirinya..
"Sama sama sayang, bukankah sudah aku katakan kepada mu, jika aku akan mengikuti apa pun keinginan mu sayang"
"Wah... so sweet, kau sangat manis sayang... aku benar sungguh bahagia"
Ujar Arimbi memeluk tubuh Bara dengan erat, membuat Mario merasa sangat iri..
"Cih... sok pamer kemesraan didepan ku, apakah dia kira aku akan iri, dasar Bara sialan"
Maki Mario dengan suara yang kecil, hingga tak lama kemudian , mata Mario mulai menatap kearah istri nya Cinta yang sedari tadi sudah memperhatikan dirinya tersebut..
"Kau.... kenapa kau melihat ku seperti itu Cinta? ""
Tanya Mario yang merasa kembali curiga, dia sangat takut jika Cinta kembali memberikan nya sebuah ancaman...
"Sayang... apakah kau tidak mau mempunyai anak juga dari ku,? kenapa kau terlihat sangat lah cuek.? "
"Aku tidak mau mempunyai anak, jika kau tidak mengizinkan perjodohan itu, tapi.... kalau kau mau mengizinkan nya, maka aku siap untuk mengandung sampai 10 anak sekalipun"
Ucap Mario tersenyum manis.
"Baiklah... aku pasti akan memberikan nya kepada mu sayang, oya apakah sekarang kita sudah bisa pergi dari meja makan ini, aku sungguh sesak melihat pemandangan yang tidak menyejukkan mata"
Sindir Mario kepada Bara, membuat Bara langsung melemparkan sapu tangan tepat di depan wajah Mario..
Plokkkk...
"Kenapa kau melemparkan ku menggunakan kain lap ini Bara? "
Tanya Mario dengan perasaan kesal,
"Siapa suruh kau menyindir ku, sekarang kau pergi lah, karena aku ingin menghabiskan waktu bersama istri ku"
"Baiklah... aku akan segera pergi sekarang, kau dan istri mu jangan lupa bereskan semua piring dan juga meja makan itu, awas saja jika tidak bersih, maka aku dan istri ku tidak mau memasak sarapan lagi"
Ucap Mario mengancam pria tersebut..
"Ya sudah.... kau pergi lah sana, aku pastikan setelah kepulangan mu, maka kau akan melihat meja makan ini sudah rapi dan bersih"
"Okey, jika begitu kami pergi dulu"
Ajak Mario merangkul leher istri nya dengan erat, Cinta langsung mengeluarkan tangannya,untuk memberikan Isyarat kepada Arimbi.
__ADS_1
"Iya, pergi lah Cinta, nikmati liburan mu"
Jawab Arimbi tersenyum ramah, sambil menatap kepergian mereka berdua.
Setelah bayangan mereka berdua hilang dari penglihatan Arimbi, Bara langsung memegang tangan Arimbi dan mencium nya dengan lembut
Membuat Arimbi tersenyum dengan manis,
"Ayo kita bereskan meja makan nya, setelah itu baru kita cuci piring"
"Okey, aku akan membantu mu istri ku"
"Terimakasih suamiku"
Jawab Arimbi dan langsung melakukan tugas nya untuk membersihkan meja makan tersebut,
Bara benar benar membantu kegiatan istri nya , dan Arimbi mulai mencuci piring dengan lihai,
Hingga beberapa menit kemudian, kini kegiatan mereka berdua sudah selesai dilakukan, bahkan Arimbi juga telah menyapu villa tersebut hingga bersih,
Karena Bara memang tidak memakai jasa pelayan di villa itu, sebab Bara tidak mau jika ada orang lain didalam villa tersebut,
Setelah selesai berbenah, kini Arimbi dan Bara beristirahat disofa yang terdapat diruang televisi, sambil menikmati film drama Korea romantis yang Arimbi sukai..
Hari ini mereka memutuskan untuk tetap berada didalam Villa, karena ingin menghabiskan waktu berdua saja.
"Sayang.... aku rasa aku semakin mencintai mu disetiap detik nya, dan aku tidak akan bisa lagi hidup tanpa dirimu sayang"
Gombal Bara kepada Arimbi, membuat Arimbi langsung tersipu malu..
"Benarkah..! bagaimana jika suatu saat aku berubah menjadi gemuk dan jelek, apakah kau tetap akan menerima ku apa adanya? "
"Tentu saja sayang.... kenapa kau bertanya seperti itu, mau kau gendut, jelek, atau apapun itu , aku pasti akan tetap mencintai mu dan menerima kau apa adanya, karena bagi ku kau adalah cinta pertama dan terakhir ku sayang"
Jelas Bara dengan perkataan yang sangat tegas, Arimbi benar benar merasa terharu dengan perkataan suaminya tersebut,
Dan dia memeluk tubuh Bara hingga erat,
"Terimakasih sayang, aku juga sangat mencintai mu, bahkan sampai selama lamanya"
Ucap Arimbi dengan perasaan yang tulus...
Sedangkan ditempat lain, saat ini Cinta dan Mario sedang menghabiskan waktu untuk berjalan jalan ditempat yang ramai,
Hingga tiba-tiba saja terjadi sebuah tragedi yang sangat membuat Mario marah dan spaning,
Kejadian apa yang menimpa mereka berdua?
nantikan bab selanjutnya ya readers tercinta ku... 😘😘
__ADS_1