Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Kehidupan Baru Arimbi


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, kini Arimbi sudah selesai mandi dan juga berganti pakaian..


Sedangkan Bara pria itu langsung menunggu di luar kamar saat mengetahui jika kekasih nya akan segera membersihkan diri..


Dan kini Arimbi sudah berpenampilan sangat cantik, seperti biasa wanita itu memenang tidak pernah jelek sedikit pun


Walau saat ini dia sudah tidak tinggal lagi di rumah papa Adi sanjaya..


Arimbi langsung membuka pintu kamar kos nya dan memanggil nama Bara yang sedang sibuk mengotak atik ponsel milik nya..


"Sayang.... aku sudah siap"


Ucap Arimbi menyapa Bara membuat pria tampan itu langsung menoleh ke arah asal suara...


Deghhh.....


Jantung Bara berdetak dengan hebat ketika melihat senyum Indah di wajah kekasih nya tersebut..


Rasa nya Bara telah berkali kali jatuh cinta kepada Arimbi...


Hingga Bara tidak bisa untuk berpaling lagi...


Arimbi terlihat sangat modis dan mempesona dengan menggunakan celana jeans ketat serta baju kaos sedikit longgar, sedangkan rambut indah nya dia gerai dan memakai bando kain yang mengikat kepala nya..


Sungguh... Bara benar-benar terpesona melihat kecantikan Arimbi saat ini,


Seperti nya Bara harus segera berbicara kepada papa nya untuk minta agar segera di nikahi..


"Papa..... aku ingin segera kawin papa"


Teriak Bara di dalam hati sambil menatap wajah Arimbi dengan lekat...


"Sayang... kenapa kau menatap ku setajam itu? apakah kau tidak menyukai dengan penampilan ku saat ini sayang? "


Tanya Arimbi mendekati Bara yang sedang duduk di atas motor milik nya..


Bara kembali menyunggingkan senyuman nya, seperti nya dia benar benar telah gila sekarang...


"Tidak.... bukan seperti itu Arimbi, sebenarnya saat ini aku sedang sangat terpesona dengan mu.. kau sungguh terlihat sangat cantik dan mempesona"


Jawab Bara membuat Arimbi tersenyum malu..


"Haha.... kau bisa saja sayang... membuat ku jadi malu saja"

__ADS_1


"Iya... dan apakah kau tahu sayang, seperti nya di setiap detik dan juga jam aku semakin mencintai mu hingga berkali kali lipat, dan aku benar-benar merasa sangat bahagia sayang"


"Bara.... kau kenapa menjadi sangat romantis seperti ini, aku kan jadi malu mendengar nya"


"Jangan malu Arimbi, sekarang kita adalah satu, jadi kita akan lebih terbuka lagi antara satu sama lain, agar hubungan ini akan semakin dekat dan erat.. "


"Baiklah sayang... aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk dirimu"


"Terimakasih sayang, aku juga akan seperti itu, "


Ucap Bara sambil memegang tangan Arimbi dan mencium nya...


Cup... cup....


Setelah itu kini mereka akan segera pergi mengunjungi warung ibu Sumi yang sangat ingin Arimbi datangi..


Seperti nya Arimbi mempunyai banyak waktu luang saat ini karena dia telah menjadi seorang pengangguran..


"Sayang... apakah kau yakin jika kau ingin bekerja di tempat makan ibu Sumi? "


Tanya Bara sambil fokus mengendarai motor milik nya...


"Iya, aku sudah yakin sayang, lagian aku tidak mungkin berdiam diri di dalam kamar kos mu saja, sedangkan kau bekerja seharian mengantar orderan"


"Tapi.. kenapa kau tidak mencoba untuk melamar pekerjaan saja di sebuah perusahaan, atau tidak di perusahaan cabang milik tuan Abraham, aku dengar dia sedang membuka lowongan kerja untuk para staf di kantor nya"


Tanya Arimbi yang merasa terkejut, begitu juga dengan Bara..


"Eh... tidak... aku tidak pernah bekerja di perusahaan itu, tapi... aku mengetahui nya karena aku pernah mengantar pelanggan ku yang bekerja disana, dia lah yang mengatakan tentang lowongan pekerjaan itu kepada ku sayang"


"Oh..... aku kira kamu pernah bekerja disana, kalau soal bekerja di kantor, aku memang tidak berminat sayang..., entah mengapa tiba-tiba saja aku ingin mencari pengalaman yang berbeda agar sejalan dengan nasib ku saat ini"


"Apakah kau tidak sedang bercanda sayang? jadi kau benar-benar ingin menjadi seorang pelayan di sebuah warung pinggiran ya? "


"Iya.... aku yakin pasti sangat seru ketika melayani para pembeli yang akan datang ke warung, sayang... tolong aku ya, agar bik Sumi mau menerima ku di warung nya"


"Iya... nanti akan aku bantu sayang, tapi... gaji di warung tidak banyak lo, mungkin hanya 40 ribu atau 50 ribu saja"


"Tidak apa apa sayang, aku akan menerima berapa pun gaji nya"


Jawab Arimbi dengan tersenyum senang membuat Bara juga ikut tersenyum dan memegang erat tangan Arimbi yang melingkar di perut nya..


****

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, tepat nya di kantor milik Adi sanjaya...


Saat ini dia sedang kedatangan seorang investor yang akan menginvestasikan uang nya ke perusahaan milik dirinya...


Diva datang bersama Josep pun langsung mempersilahkan pria tampan itu untuk masuk kedalam ruangan sang papa...


"Selamat pagi papa"


Sapa Diva tersenyum ramah,


"Pagi sayang, apakah kamu datang bersama kekasih mu itu? "


Tanya papa Adi sambil bangkit dari duduk nya, hingga tak lama kemudian terlihat lah seorang pria berjas dan berbadan tegap sempurna yang baru masuk kedalam rungan CEO tersebut..


"Pagi tuan Adi sanjaya"


Ucap Pria tersebut yang tak lain adalah Josep..


Ya... Josep sengaja datang bersamaan dengan Diva ke perusahaan milik Adi sanjaya karena dia akan bekerja sama dengan pria paruh baya tersebut..


Josep berencana akan menginvestasikan uang nya berjumlah 200 milyar kedalam perusahaan Adi sanjaya....


Tentu saja hal tersebut langsung di sambut baik oleh pria itu, setelah mendapat kan kerja sama dari tuan Abraham, kini Adi sanjaya mendapatkan kerja sama dari Josep sang pengusaha muda yang telah sukses...


Adi sanjaya menyambut baik hubungan Josep dengan putri nya Diva, tanpa dia tahu sedikit pun jika ada sebuah rencana jahat di balik kerja sama tersebut....


"Pagi juga Josep, wah.. akhirnya kau mau berkunjung ke kantor milik om ya"


"Iya.. ini juga karena kita akan bekerja sama tuan, Bukan kah Diva sudah menceritakan nya kepada tuan? "


"Kenapa kau memanggil ku dengan sebutan tuan, panggil aku om saja Josep dan setelah menikah dengan Diva, maka panggil aku papa"


Kata papa Adi membuat mereka berdua langsung tertawa...


"Jadi... apakah benar jika kau akan menginvestasikan uang mu kedalam perusahaan om Josep?"


"Iya benar Om, dan nominal nya sama seperti yang Diva katakan"


"Wah... terimakasih banyak ya nak Josep, kau benar-benar dewa untuk perusahaan om, jika begini om yakin pasti perusahaan om akan semakin maju dan sukses"


"Iya.. itu lah yang kami ingin kan Om, tapi ada syarat syarat tertentu untuk kerja sama kita ini om, apakah om mau menyetujui nya? "


"Tentu saja Josep, soal persyaratan nya kau beritahu saja kepada Diva, dan jika dia setuju maka aku akan langsung menandatangani surat perjanjian nya"

__ADS_1


Jawab Papa. Adi membuat Diva langsung tersenyum tipis ke arah Josep,


Begitu juga dengan Josep, tanpa pria tua itu sadari jika mereka berdua sudah saling mengacungkan jempol masing masing...


__ADS_2